Bikin Interior Rumah Konsep Scandinavian Style, Karakteristiknya Seperti Apa?
Kamu sering mendengar soal rumah bergaya Skandinavia? Konon, rumah Skandinavia cocok buat kamu yang senang dengan konsep minimalis. Simak ulasan lengkapnya di artikel berikut, ya.
Mengutip dari laman arsitag.com, berikut adalah beberapa karakteristik atau ciri khas dari gaya desain Scandinavian yang perlu kamu ketahui:
1. Material kayu
Kayu menjadi material atau bahan utama yang sering digunakan dalam membangun sebuah rumah dengan gaya Scandinavia.
Bukan hanya untuk bangunan rumah, sentuhan kayu juga mendominasi furnitur yang digunakan pada rumah. Misalnya digunakan sebagai material untuk atap dan dinding rumah. Kayu dianggap dapat memberikan kesan hangat, homey, dan alami untuk rumah pribadi.
Oh ya, material kayu yang digunakan juga umumnya tidak di-finishing dan dibiarkan alami, asli, tidak dipoles, sehingga penghuni rumah dapat menikmati keindahan yang terdapat dalam material kayu.
Pada rumah dengan konsep Skandinavian, material kayu biasanya dipadukan dengan warna-warna yang lembut, monokrom dan tidak mencolok.
2. Lantai kayu
Ciri khas dari rumah dengan konsep Skandinavian berikutnya adalah penggunaan lantai kayu. Kayu yang digunakan untuk lantai biasanya memiliki warna pucat atau gelap.
Rumah dengan konsep Skandinavian sangat disarankan menggunakan lantai kayu untuk seluruh ruangan rumah kecuali pada kamar mandi atau area basah lainnya.
3. Warna natural
Rumah dengan konsep Skandinavian sering menggunakan warna-warna natural, mulai dari putih, abu-abu, biru, dan krem.
Namun, saat ini sudah banyak berkembang penggunaan warna netral lain yang lebih cerah. Hal ini bertujuan guna menciptakan ruangan terasa lebih luas, cerah, dan memberikan suasana yang lebih hidup.
Warna-warna natural ini pun telah menjadi trademark tersendiri dari desain Scandinavian dan menjadi salah satu daya tarik utama.
Pada tahun 40-an ide untuk bereksperimen dengan warna telah diperkenalkan oleh Josef Frank dan dilanjutkan pada era 60-an yang diawali oleh Marimekko, di mana ia lebih berani menggunakan warna-warna yang terang dan ornamen yang cerah.
4. Penekanan pada fungsi
Fungsi merupakan elemen terpenting dalam rumah dengan konsep Skandinavian. Rumah yang nyaman identik dengan rumah yang terbuka, sejuk, dan memungkinkan pemiliknya untuk hidup dengan mudah.
Interior gaya Scandinavian berfokus pada fungsi untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh penghuni rumah, sehingga penataan ruang lebih banyak didesain agar tidak menyulitkan gerak pemilik rumah.
5. Furnitur sederhana
Furnitur rumah dengan konsep Skandinavian pasti sangat memperhatikan detail dan menggunakan bahan berkualitas tinggi.
Ciri lain dari interior rumah dengan konsep Skandinavian adalah bentuknya yang minimalis dan dilambangkan dengan motif garis. Bentuk yang sederhana dan tegas ini juga direpresentasikan dalam desain arsitektur dan furnitur yang ada di dalam rumah.
Furnitur gaya Scandinavian sangat cocok dengan urban style (interior gaya urban). Di mana interior urban dikenal lebih dinamis dengan model furnitur yang ramping, sama seperti dengan furnitur Scandinavia.
Meskipun terkesan minimalis, furnitur gaya Scandinavian juga punya nilai seni yang tinggi, ya.
6. Jendela besar untuk pencahayaan
Jendela yang besar sangat digemari oleh orang Scandinavia. Hal ini mungkin dikarenakan sedikitnya sinar matahari saat musim dingin.
Jendela besar dari lantai hingga atap rumah banyak digunakan agar sinar matahari natural bisa masuk ke dalam rumah dengan sempurna. Dengan ini, kamu pun bisa menghemat energi dengan tidak menggunakan lampu pada siang hari.
7. Terintegrasi dengan alam
Orang Scandinavia dikenal sangat menyukai alam dan sangat senang sekali melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam, seperti bersepeda, hiking, dan berenang. Mereka selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu di luar rumah.
Saat musim dingin tiba, mereka tidak bisa menikmati alam seperti pada musim panas. Oleh karena itu, mereka berusaha memasukkan unsur alam ke dalam rumah. Misalnya saja dengan menambahkan tanaman dan furnitur yang meniru alam seperti serat kayu.
Jendela besar tak hanya memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam rumah juga dapat mengintegrasikan area luar ke dalam rumah.
Hadirnya jendela ini juga tidak dilapisi tirai yang terlalu dekoratif, namun hanya menggunakan tirai putih yang terlihat bersih dan rapih.
Halaman:

