Sejarah Isra Miraj Singkat dan Hikmah Isra Miraj
Isra Miraj adalah salah satu momen yang senantiasa diperingati umat muslim karena memiliki banyak hikmah. Ini dia sejarah dan hikmah Isra Miraj.
Hikmah Isra Miraj
Isra Miraj memiliki hikmah-hikmah penting yang perlu diketahui, seperti:
1. Tanda Kebesaran Allah
Dalam Surat Al Isra ayat pertama, terdapat kata ‘asra’’ yang artinya perjalanan di malam hari menguatkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi saat malam.
Allah SWT meng-isra’-kan hamba-Nya di malam hari dengan alasan tertentu.
Pada saat malam hari lah waktu yang paling utama untuk para hamba mendekatkan diri kepada-Nya, sekaligus waktu terbaik untuk beribadah.
Rasulullah SAW diberangkatkan malam hari juga sekaligus untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Rasulullah SAW mendapatkan pengalaman berharga, mengetahui luas jagat raya, hingga ketabahan hati ketika menghadapi cobaan.
Pengalaman Rasulullah SAW semakin membuat yakin akan kebenaran wahyu Allah SWT dan memantapkan hati dalam menghadapi pertentangan kaum Rasulullah SAW.
2. Bentuk Kasih Sayang Allah Pada Rasulullah SAW
Perkataan ‘abdihi (hamba-Nya) dalam Surat Al Isra ayat pertama menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW terpilih sebagai nabi terakhir.
Beliau mendapatkan perintah untuk menempuh perjalanan malam sebagai bentuk penghormatan yang tidak didapatkan nabi lainnya.
Selain itu, Isra Miraj yang terjadi pada tahun kesedihan Rasulullah SAW merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah pada hamba-Nya.
Untuk menghibur Rasulullah SAW, Allah mengirimkan malaikat Jibril untuk melakukan perjalanan dalam waktu satu malam saja.
3. Adanya Ujian Bagi Rasulullah SAW
Selama menempuh perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW mendapatkan beberapa ujian.
Pada ujian pertama, Rasulullah SAW ditawari dua jenis minuman, gelas pertama berisi khamr (alkohol) dan gelas kedua berisi susu namun Rasulullah SAW memilih susu karena sehat dan bersih.
Pada ujian kedua, Rasulullah SAW mendapat cobaan berupa gangguan panggilan yang berasal dari setan tetapi berhasil melewatinya karena keimanan beliau.
Pada ujian ketiga, godaannya adalah perempuan, namun Rasulullah SAW berhasil melaluinya.
4. Pertemuan dengan Para Nabi dan Rasul Lainnya
Selama menempuh perjalanan Miraj ke langit tertinggi, Rasulullah SAW bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya, yaitu:
- Nabi Adam AS di langit pertama
- Nabi Isa AS di langit kedua
- Nabi Yusuf AS di langit ketiga
- Nabi Idris AS di langit keempat
- Nabi Harun AS di langit kelima
- Nabi Musa AS di langit keenam
Akhir perjalanan Rasulullah SAW berada di langit ketujuh, ketika beliau mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat.
5. Turunnya Perintah Shalat Lima Waktu
Perintah shalat mulanya bukanlah lima waktu seperti yang sekarang dijalani umat muslim. Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW menunaikan shalat 50 waktu sehari semalam.
Rasulullah SAW mematuhinya, namun nabi yang lain mengingatkan Rasulullah SAW untuk melihat kondisi umatnya pula yang akan merasa berat.
Akhirnya Rasulullah SAW meminta keringanan, sehingga perintah shalat menjadi lima waktu dalam sehari semalam.
Momen tersebut juga menjadi penanda bahwa shalat adalah kewajiban bagi umat muslim di mana pun ia berada.
6. Pengingat Akan Kekuatan Doa
Isra Miraj menunjukkan betapa doa dan permohonan kepada Allah SWT memiliki kekuatan besar.
Rasulullah SAW diperintahkan untuk menunaikan shalat sebagai bentuk komunikasi langsung dengan Allah.
Hal ini menjadi pengingat bagi umat muslim bahwa dalam menghadapi ujian, berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah adalah jalan utama untuk memperoleh pertolongan dan ketenangan hati.
7. Teladan Kesabaran Rasulullah SAW
Perjalanan Isra Miraj mengajarkan umat muslim untuk meneladani kesabaran Nabi Muhammad SAW.
Meski menempuh perjalanan luar biasa dan menghadapi ujian, Rasulullah SAW tetap tenang dan taat pada perintah Allah SWT.
Hikmah ini menegaskan pentingnya kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari sebagai umat muslim.
8. Penguatan Iman Kepada Allah SWT
Isra Miraj menjadi bukti nyata kebesaran Allah SWT dan memperkuat iman Rasulullah SAW.
Dengan menyaksikan keajaiban langit dan bertemu para nabi, iman Rasulullah SAW semakin mantap.
Bagi umat muslim, peristiwa ini mengajarkan untuk selalu percaya pada kuasa Allah dalam segala keadaan.
9. Menjadi Teladan Spiritual untuk Umat
Perjalanan Isra Miraj menunjukkan bahwa seorang nabi harus menjadi teladan bagi umatnya dalam ibadah dan akhlak.
Rasulullah SAW menerima perintah shalat, menunjukkan ketaatan, dan memperkuat ukhuwah antar umat.
Hikmah ini mengingatkan umat muslim untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
10. Pentingnya Refleksi Diri dan Perbaikan
Isra Miraj juga mengandung pesan agar setiap muslim senantiasa merenungkan diri dan memperbaiki kualitas iman.
Setiap perjalanan spiritual Rasulullah SAW menjadi inspirasi untuk introspeksi, meningkatkan ibadah, dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Hikmah ini relevan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa hidup bukan sekadar rutinitas, tetapi perjalanan menuju ridha Allah SWT.
Hadis-hadis tentang Isra Miraj
Terdapat beberapa hadis yang memperkuat bahwa peristiwa sejarah Isra Miraj benar-benar terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah SAW.
1. Hadis Riwayat al-Bukhari
Anas bin Malik menuturkan bahwa pada malam diperjalankannya Rasulullah saw dari Masjidil Haram, datanglah kepadanya tiga orang pada saat sebelum turunnya wahyu, sedangkan Rasul pada waktu itu sedang tidur di Masjidil Haram.
Kemudian berkatalah orang yang pertama, “Siapakah dia ini?”
Kemudian orang kedua menjawab, “Dia adalah orang yang terbaik di antara mereka (kaumnya).”
Setelah itu berkatalah orang ketiga, “Ambillah orang yang terbaik itu.”
Pada malam itu, Nabi tidak mengetahui siapa mereka sehingga mereka datang kepada Nabi di malam yang lain dalam keadaan matanya tidur sedangkan hatinya tidak tidur.
Demikianlah para nabi, meskipun mata mereka terpejam, namun hati mereka tidaklah tidur. Sesudah itu rombongan tadi tidak berbicara sedikit pun kepada Nabi hingga mereka membawa Nabi dan meletakkannya di sekitar sumur Zamzam.
Di antara mereka ada Jibril yang menguasai diri Nabi, lalu Jibril membelah bagian tubuh, antara leher sampai ke hatinya, sehingga kosonglah dadanya. Sesudah itu Jibril mencuci hati Nabi dengan air Zamzam dengan menggunakan tangannya, sehingga bersihlah hati beliau.
Kemudian Jibril membawa bejana dari emas yang berisi iman dan hikmah. Kemudian dituangkanlah isi bejana itu memenuhi dada beliau dan urat-urat tenggorokannya lalu ditutupnya kembali.
Halaman:

