Sejarah Singkat Hari Kartini, Fakta dan Kutipan Yang Menginspirasi

 Nana | Sen, 06 Apr 2020

Sejarah Singkat Hari Kartini, Fakta dan Kutipan Yang Menginspirasi – Tentunya kamu mengenal itu siapa R. A Kartini dan hari Kartini yang selalu kita peringati pada 21 April setiap tahunnya. Namun apakah kamu sudah mengetahui mengenai Sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi? Jika belum maka kamu sangat dianjurkan untuk membaca artikel Sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi ini sampai selesai.

Sejarah Singkat Hari Kartini, Fakta dan Kutipan Yang Menginspirasi

https://sinarharapan.id/

Tidak perlu berbasa basi lagi, langsung saja simak penjelasan selengkapnya mengenai Sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi seperti yang tertulis di bawah ini.

Sejarah Hari Kartini, Fakta dan Kutipan yang Menginspirasi

Sejarah Singkat Hari Kartini

Pertama-tama kita akan membahas mengenai sejarah singkat Sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi namun di bagian sejarah singkat terlebih dahulu. Sesuai ketetapan Presiden RI yang pertama yakni Ir. Soekarno, melalui surat No.108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 menetapkan R. A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Melalui surat yang sama pula, Soekarno juga menetapkan peringatan Hari Kartini sebagai hari besar Nasional yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya. Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan hari lahir Kartini. Hari Kartini biasanya diperingati dengan melakukan upacara bendera di berbagai instansi. Tidak lupa biasanya disertai dengan parade mengenakan pakaian adat daerah masing-masing atau kebaya sebagai lambang Bhineka Tunggal Ika. Baik dari TK hingga pekerja biasanya menggunakannya.

R. A Kartini juga dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Dia diperbolehkan sekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun. Di sekolah tersebut Kartini mempelajari beberapa hal salah satunya adalah bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, Kartini kemudian harus kembali ke rumah untuk menjalani pingitan.

Karena dia pernah belajar di sekolah ELS dan mempelajari bahasa Belanda, maka saat Kartini di rumah ia pun belajar sendiri, membaca, dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa yang dibacanya membuat Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa dan menjadi percikan awalnya dia bercermin mengenai kondisi yang ada di sekitarnya.

Singkat cerita, Kartini kemudian dijodohkan dengan Bupati Rembang yang bernama K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini dinikahi K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 12 November 1903. Sebelum Kartini menikahi K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, dia sempat mengajukan beberapa syarat. K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pun mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang.

Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Kartini melahirkan putranya, Soesalit Djojoadhiningrat, pada 13 September 1904. Akan tetapi, empat hari setelah Kartini melahirkan yakni pada 17 September 1904, perempuan yang memperjuangkan hak dan kesetaraan di Indonesia itu pun wafat. Kartini meninggal pada usia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Fakta Menarik R. A Kartini

Selanjutnya dari sejarah singkat Sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi, kita berlanjut mengenai fakta menarik seorang R. A Kartini. Apa saja fakta menarik dari salah satu pahlawan Nasional tersebut? Simak penjelasannya sebagai berikut:

1. Pahlawan Perempuan Kontroversial

Raden Adjeng Kartini atau R. A Kartini dikenal melalui bukunya yang berjudul “Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku itu yang bukan ditulis oleh Kartini, namun disusun oleh J.H Abendanon dalam Bahasa Belanda. Sebenarnya ada 150 surat di buku tersebut, tapi tidak semua ditampilkan karena terlalu banyak isu atau hal yang bersifat sangat sensitif.

Sampai pada akhirnya, buku tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan menampilkan total 100 surat. Di antara surat-surat tersebut, ada 53 surat yang ditujukan untuk sahabatnya, Rosa Abendanon dan suaminya. Perempuan kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini dianggap sebagai pahlawan kontroversial, karena para sejarawan meragukan buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Mengapa? Sebab ada yang menyatakan bahwa tidak ada bukti surat-surat Kartini yang diberitakan tersebut.

2. Membenci Tata Cara Hidup Feodal

Kartini merupakan seorang priyayi dan mewarisi darah biru ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ayah Kartini merupakan seorang Bupati di Jepara pada saat itu. Sementara ibu kandung Kartini yang bernama Ngasirah hanya seorang selir, hal tersebut karena Ngasirah hanya seorang rakyat jelata. Menurut aturan feodal Jawa, ia wajib memanggil ibunya “Yu” yang berasal dari kata “Mbakyu” (kakak perempuan).

Sementara, ibunya Ngasirah harus memanggil Kartini “Ndoro” (panggilan untuk bangsawan Jawa). Jika Ngasirah lewat di depan Kartini, ia tetap harus berjalan membungkuk. Apabila Kartini duduk di kursi, ibunya tetap harus duduk di lantai. Kartini hanya boleh memanggil ibu kepada ibu tirinya yang bernama Raden Ayu Moeryam yang merupakan keturunan raja Madura.

Meskipun seorang keturunan bangsawan, namun dalam hatinya Kartini benci dengan tata cara hidup feodal Jawa. Salah satu contohnya ia lebih suka dipanggil “Kartini” ketimbang “Raden Adjeng Kartini”. Sebab menurut Kartini, tidak ada yang lebih gila dan bodoh daripada melihat orang yang membanggakan asal dan keturunan. Karena hal tersebut, Kartini pun membebaskan dirinya dari adat. Ia juga sengaja melarang adiknya berjalan jongkok, menyembah, menunduk, dan bersuara pelan saat berbicara dengannya. Dia malah menyuruh mereka untuk bicara apa adanya saja saat tidak ada ibunya.

3. Korban Bullying Semasa Sekolah Lalu Dikurung Di rumahnya sendiri

Siapa yang menyangka jika Kartini kecil adalah seorang korban bullying saat masih sekolah. Ya, Kartini kecil kerap menghadapi diskriminasi dan cemooh dari guru-guru Belanda. Hal tersebut dikarenakan ia adalah seorang perempuan dan bangsa berkulit coklat. Sementara guru-guru di sekolahnya seolah tidak rela jika memberikan nilai tertinggi untuk anak Jawa, meskipun murid tersebut berhak menerimanya. Kartini hanya boleh menempuh pendidikan sampai sekolah dasar, setelah itu ia dipingit di rumah. Sehingga secara tidak langsung, Kartini harus kehilangan masa kecilnya.

Pada zaman itu, kodrat perempuan seakan hanya boleh dikurung di rumah sambil menunggu laki-laki tak dikenal datang untuk menjemput dan menikahinya. Sementara untuk mengisi waktu, Kartini rajin membaca majalah, buku, dan surat kabar yang bercerita tentang gerakan emansipasi perempuan di Eropa. Itulah yang menginspirasi dirinya untuk memperjuangkan hak dan martabat perempuan dengan melihat kondisi yang ada di Indonesia.

4. Nama Kartini Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Belanda

Apakah kamu tahu bahwa nama besar Kartini terkenal sampai ke negeri Belanda sebagai seorang tokoh berpengaruh dan pejuang hak-hak perempuan. Karena hal itu, nama Kartini sampai dijadikan nama jalan di beberapa kota di Belanda, yaitu di Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.

5. Kartini Fasih Berbahasa Belanda

Meskipun Kartini hanya mengenyam pendidikan dasar di sekolah anak-anak Belanda dan bangsawan pribumi, tetapi Kartini sangat mahir berbahasa Belanda dan memiliki tata bahasa yang sangat bagus. Sebab saat Kartini dipingit, ia selalu mengisi waktu dengan banyak membaca buku dan juga memperkaya dirinya dengan ilmu. Orang-orang Belanda yang meragukan surat-surat Kartini tersebut, akhirnya yakin bahwa surat-surat tersebut memang asli tulisan Kartini.

Kutipan yang Menginspirasi

Berikutnya dalam runutan sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi adalah kutipan paling populer dari R. A Kartini yang bisa kamu ketahui. Memang semasa hidupnya RA Kartini telah banyak menuliskan beberapa kutipan menginspirasi yang masih berlaku hingga saat ini.

Jadi apa saja kutipan inspiratif dari R. A Kartini tersebut? Berikut ini kutipan-kutipan dari RA Kartini yang bisa menggelorakan semangat wanita yang dikutip dari berbagai sumber yang dapat Mamikos sampaikan.

1. Tentang Terang dan Gelap

Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.

2. Penggambaran Wanita Cerdas

Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

3. Terus Bermimpi

Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.

4. Perihal Sikap

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu–satunya hal yang benar–benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

5. Jangan mengeluh

Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.

6. Hadapi Kesulitan

Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.

7. Jangan Menyerah Terhadap Apapun

Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.

8. Mengajarkan Untuk Hidup Mandiri

Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?

9. Kehidupan Selalu Berubah

Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.

10. Jangan Takut Gagal

Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.

Itulah tadi ulasan mengenai sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi yang bisa Mamikos sampaikan pada artikel satu ini. Semoga apa yang Mamikos sampaikan tentang sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi ini bisa memberikan kamu sebuah informasi baru yang berguna. Apabila kamu merasa informasi sejarah singkat hari Kartini, fakta dan kutipan yang menginspirasi ini bermanfaat, maka jangan ragu untuk menyebarkannya pada teman atau pengikutmu di media sosial.

Sementara untuk hunian jangan lupa bahwa kamu bisa mengakses aplikasi pencari kost Mamikos yang bisa kamu unduh secara gratis via Appstore dan Playstore sekarang. Apalagi aplikasinya gratis dan bisa kamu gunakan untuk mencari kost-kostan sesuai kebutuhan. Ayo unduh aplikasi pencari kost Mamikos sekarang.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: