Advertisement
Source : unsplash.com/@hdbernd

Sensor Penginderaan Jauh beserta Fungsi, Jenis, dan Penjelasannya Lengkap

Apakah kamu pernah mendengar tentang sistem penginderaan jauh? Simak apa saja sensor penginderaan jauh yang ada di bawah ini.

28 Agustus 2024 Fatma

2. Sensor Pasif

Jenis dari sensor yang biasa digunakan dalam sistem penginderaan jauh yaitu ada sensor pasif. Pada sensor yang satu ini merupakan instrumen dengan jenis gelombang mikro yang memang dirancang untuk bisa menerima serta mengukur energi yang ada.

Jenis sebelumnya yaitu sensor aktif menggunakan energi yang dihasilkan dari sensor itu sendiri, sementara sensor pasif hanya menangkap energi yang ada.

Perlu untuk diingat bahwa pada sensor pasif inni tidak menggunakan atau membangkitkan energi yang munculnya dari sensor itu sendiri. Hal tersebut bisa terjadi karena sensornya memanfaatkan energi yang didapatkan dari matahari.

Energi yang dihasilkan atau didapatkan dari matahari tersebut akan dipancarkan kepada objek yang menjadi pengamatan tersebut. Kemudian, objek akan memantulkan energi yang didapatkan tadi kepada sensor yang ada.

Tidak hanya berasal dari matahari, tetapi juga bisa mendapatkan energi yang berasal dari sumber panas atau disebut pula sebagai sumber termal lainnya.

Beberapa contoh dari sumber panas tersebut seperti sumber panas bumi, lokasi akan terjadinya kebakaran hutan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, untuk contoh sensor pasif yang digunakan dalam sistem penginderaan jauh yaitu ada satelit. Beberapa nama satelit yang digunakan yaitu ada LISAT, Landsat, ALOS AVNIr, SPOT, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Contoh Citra Foto dan Citra Non Foto dalam Penginderaan Jauh beserta Perbedaannya

Jenis Lain dari Sensor dalam Sistem Penginderaan Jauh

Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan mengenai jenis sensor aktif dan pasif yang biasa digunakan sebagai sensor penginderaan jauh.

Selain itu, masih ada dua jenis sensor lainnya yang juga digunakan dalam sistem satu ini. Keduanya yaitu disebut sebagai sensor fotografik dan sensor elektronik.

Pada sensor fotografik, jenis sensor yang satu ini bertugas untuk mengambil rekaman terhadap objek pengamatan yang dilakukan dengan proses kimiawi. Hasil yang diberikan oleh sensor nantinya berupa foto.

Kemudian, sensor fotografik ini dibagi kembali ke dalam dua jenis sesuai dengan tempat pemasangannya.

Sensor yang dipasang pada bagian pesawat, maka akan menghasilkan citra foto secara foto udara. Sementara untuk sensor yang dipasang pada satelit, maka akan menghasilkan citra satelit atau foto secara satelit.

Selain sensor fotografik, ada pula sensor elektronik yang memanfaatkan cara kerjanya dengan elektrik atau dengan berbentuk sinyal.

Sinyal elektrik yang digunakan pada sensor ini direkam dengan menggunakan pita magnetik yang nantinya akan diproses sehingga menghasilkan data visual maupun data digital. Proses data tersebut biasa dilakukan dengan menggunakan komputer.

Halaman:

Advertisement