10 Sumber Sejarah Kerajaan Majapahit dan Penjelasannya, Siswa Wajib Tahu
Majapahit merupakan kerajaan Hindu Buddha terbesar di Nusantara. Simak daftar sumber sejarahnya di sini!
Candi Penataran terdiri dari sejumlah candi yang terletak dalam kompleks yang luas. Strukturnya cukup besar dengan bangunan utama yang tinggi dan kompleks pendukung lainnya.
Candi Penataran dibangun dengan tujuan sebagai tempat pemujaan yang terkait dengan kepercayaan sebagai perlindungan atau penangkal terhadap bahaya yang berasal dari Gunung Kelud.
Candi Penataran pernah diusulkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1995.
7. Kitab Sutasoma
Berikutnya, sumber sejarah Kerajaan Majapahit yang akan Mamikos ulas adalah Kitab Sutasoma.
Kitab ini ditulis pada abad ke-14 oleh Mpu Tantular, menceritakan tentang kehidupan beragama pada masa Kerajaan Majapahit.
Tak hanya itu, Kitab Sutasoma juga menceritakan salah satu tokoh penting, yaitu Pangeran Sutasoma, yang digambarkan sebagai sosok pahlawan yang dipersembahkan sebagai contoh ideal seorang pemimpin dalam kerajaan.

Advertisement
Sutasoma, tokoh utama dalam kitab tersebut, digambarkan sebagai sosok yang bijaksana, penuh kebajikan, dan memiliki kekuatan spiritual yang tinggi.
Pesan moral dan kepemimpinan yang diusung dalam kisah ini diyakini menjadi nilai yang diharapkan dari seorang penguasa atau pemimpin di Kerajaan Majapahit.
Kitab Sutasoma menjadi sangat penting, tidak hanya bagi sumber sejarah Kerajaan Majapahit, tapi juga bagi Indonesia, karena rumusan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” berasal dari kitab ini.
8. Prasasti Sukamerta
Sumber sejarah Kerajaan Majapahit selanjutnya adalah Prasasti Sukamerta yang ditemukan di Gunung Penanggungan, Jawa Timur, yang berangka tahun 1208 Saka atau 1296 M.
Memiliki nama lain Prasasti Raden Wijaya, prasasti ini lebih banyak menceritakan kehidupan Raden Wijaya saat berkuasa di Majapahit.
Misalnya, penganugerahan yang diberikan oleh sima kepada Petinggi Desa Sukamerta karena telah membantu pelarian Raden Wijaya untuk bertemu Aria Wiraraja hingga sampai ke Sumenep.
Selain itu, prasasti ini juga menceritakan tentang Raden Wijaya yang memperistri 4 putri Kertanegara, serta penobatan putra mahkota Raden Wijaya yang bernama Jayanegara sebagai raja muda di Daha (Kediri) pada 1295 M.
9. Candi Sukuh
Sumber sejarah Kerajaan Majapahit kesembilan adalah Candi Sukuh yang terletak di lereng kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Candi ini ditemukan pada tahun 1815 oleh seorang arkeolog pada masa kepemimpinan Gubernur Raffles dan dipercaya dibangun pada abad ke-15 oleh Ratu Suhita.