10 Sumber Sejarah Kerajaan Majapahit dan Penjelasannya, Siswa Wajib Tahu
Majapahit merupakan kerajaan Hindu Buddha terbesar di Nusantara. Simak daftar sumber sejarahnya di sini!
Sumber Sejarah Kerajaan Majapahit
Setelah memahami sejarah Kerajaan Majapahit, sekarang Mamikos akan menjelaskan tentang 10 sumber sejarah Kerajaan Majapahit yang wajib kamu tahu.
Sumber-sumber sejarah Kerajaan Majapahit berasal dari berbagai jenis dokumen dan artefak yang memberikan informasi tentang keberadaan, kejayaan, dan kejatuhan kerajaan ini.
Beberapa sumber utama yang memberikan wawasan tentang Majapahit antara lain:
1. Kitab Negarakertagama
Sumber sejarah Kerajaan Majapahit yang pertama adalah Kitab Negarakertagama.
Kitab Negarakertagama adalah salah satu naskah kuno yang sangat penting dalam memahami sejarah Kerajaan Majapahit.
Ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14 Masehi, kitab ini adalah deskripsi puisi yang menggambarkan kekuasaan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit.
Kitab ini memberikan gambaran tentang wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Majapahit pada masa itu.
Mulai dari pulau-pulau Jawa hingga wilayah luar seperti Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Semenanjung Malaya, Negarakertagama mencatat wilayah-wilayah yang menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit.
Tak hanya itu, Kitab Negarakertagama juga memberikan gambaran tentang struktur pemerintahan Majapahit.
Kitab ini menyebutkan beberapa pejabat dan wilayah, serta memberikan pandangan tentang sistem administratif pada masa itu.
Negarakertagama juga menggambarkan aspek-aspek kehidupan sosial dan budaya pada masa Majapahit, termasuk deskripsi tentang agama, kepercayaan, budaya, dan perayaan yang ada di kerajaan tersebut.
2. Candi Bajang Ratu
Sumber sejarah Kerajaan Majapahit selanjutnya adalah Candi Bajang Ratu.
Candi Bajang Ratu merupakan salah satu situs peninggalan sejarah yang penting dan menarik di Indonesia, terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Candi Bajang Ratu adalah sebuah candi Hindu berukuran kecil yang terdiri dari satu bangunan utama dan berdiri di atas dasar yang tinggi.
Bangunan utama candi ini memiliki atap persegi dengan arca-arca dan relief-relief yang menghiasi dinding-dindingnya.
Candi ini terbuat dari batu bata merah dan batu andesit yang diukir dengan indah, arsitekturnya menggambarkan gaya arsitektur khas Majapahit.
Relief-relief yang terdapat di dinding candi menggambarkan berbagai adegan kehidupan sehari-hari pada masa itu, seperti pesta, pertempuran, tarian, dan prosesi agama.
Arca-arca kecil yang ada di sekitar candi juga menambah keunikan situs ini.
Candi Bajang Ratu diperkirakan dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14, sehingga menjadi bagian dari kompleks arsitektur Majapahit di Trowulan.
Halaman:

