<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/contoh-metode-jigsaw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-metode-jigsaw/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Wed, 15 Apr 2026 14:22:04 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-metode-jigsaw/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>Contoh Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran beserta Kelebihan dan Kekurangannya</title>
            <category>Edukasi</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-penerapan-metode-jigsaw-pljr/</link>
            <pubDate>Mon, 03 Nov 2025 09:46:32 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Lintang Filia</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-penerapan-metode-jigsaw-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Metode jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran yang dianggap efektif. Seperti apa contoh, kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel berikut.</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-penerapan-metode-jigsaw-pljr/">Contoh Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran beserta Kelebihan dan Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Dalam kegiatan belajar, guru tentu menginginkan suasana kelas terasa hidup dan semua siswa terlibat aktif. Namun, kenyataannya ada saja siswa yang lebih dominan, sementara yang lain cenderung pasif atau hanya mendengarkan.</p>



<p>Di sinilah pentingnya strategi dan <a href="https://mamikos.com/info/metode-pembelajaran-siswa-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">metode pembelajaran siswa yang menarik</a> untuk bisa membuat semua  berperan dan saling membantu memahami materi. Nah, salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode pembelajaran jigsaw. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f469-1f3fb-200d-1f3eb.png" alt="👩🏻‍🏫" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f3eb.png" alt="🏫" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p>Lalu, sebenarnya seperti apa metode jigsaw itu? Bagaimana kelebihan, kekurangannya, serta contoh penerapan metode jigsaw dalam pembelajaran di kelas? Yuk, simak penjelasan Mamikos selengkapnya berikut ini. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4f0.png" alt="📰" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa itu Metode Jigsaw?</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/11/contoh-penerapan-metode-jigsaw.png" alt="contoh penerapan metode jigsaw" class="wp-image-311033" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/11/contoh-penerapan-metode-jigsaw.png 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/11/contoh-penerapan-metode-jigsaw-720x480.png 720w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/11/contoh-penerapan-metode-jigsaw-768x512.png 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">Canva/Robbi Akbari</figcaption></figure></div>


<p>Metode jigsaw merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa untuk aktif belajar bersama dalam kelompok kecil. Dalam prosesnya, setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab terhadap satu bagian materi tertentu.</p>



<p>Nantinya setelah memahami bagian tersebut, mereka akan saling berbagi dan mengajarkan hasil belajarnya kepada teman satu kelompok, sehingga terbentuk pemahaman yang menyeluruh dari berbagai topik yang dipelajari.</p>



<p>Model ini pertama kali dikembangkan oleh Aronson dan dirancang untuk menumbuhkan kerja sama positif antarsiswa. Melalui metode jigsaw, peserta didik tidak hanya berfokus pada pemahaman pribadi, tetapi juga memiliki peran untuk membantu anggota kelompok lain memahami materi yang sama.</p>



<p>Pendekatan ini juga membantu mengasah kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab individu, serta keterampilan sosial yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.</p>



<p>Menurut penelitian yang dimuat dalam ejournal UPI, <em>Jurnal Pena Ilmiah</em> Vol. 1 No. 1 (2016) karya Asep Saiful Alfazr, Diah Gusrayani, dan Dede Tatang Sunarya, metode pembelajaran jigsaw terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.</p>



<p>Model ini memungkinkan siswa bekerja dalam kelompok heterogen berisi empat hingga lima orang, di mana setiap anggota memegang peran penting dalam menyampaikan kembali materi yang telah dipelajari kepada rekan satu timnya.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-metode-inkuiri-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-metode-inkuiri-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/07/Contoh-Pembelajaran-atau-Penerapan-Metode-Inkuiri-500x334.jpg" alt="Contoh Pembelajaran atau Penerapan Metode Inkuiri Beserta Penjelasannya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Pembelajaran atau Penerapan Metode Inkuiri Beserta Penjelasannya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Kelebihan dan Kekurangan Metode Jigsaw</h2>



<p>Setiap metode pembelajaran tentunya memiliki sisi positif yang membuatnya layak diterapkan di kelas, begitu pula dengan metode jigsaw. Dikutip dari situs akupintar.id, berikut beberapa kelebihan dan kekurangannya sebelum Mamikos membahas contoh penerapan metode jigsaw:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kelebihan Metode Jigsaw</h3>



<p>Metode jigsaw dapat memberikan sejumlah kelebihan yang tidak hanya mempermudah guru dalam mengajar, lho, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk berkembang secara aktif dan kolaboratif.</p>



<p>Melalui pembagian peran dan tanggung jawab yang seimbang, kegiatan belajar akan menjadi lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki metode pembelajaran jigsaw:</p>



<ol start="1">
<li>Meringankan tugas guru. Adanya kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi membuat guru tidak perlu menjabarkan seluruh isi pelajaran secara satu arah.</li>



<li>Meningkatkan pemerataan pemahaman. Melalui sistem berbagi informasi antarsiswa, penguasaan materi dapat tercapai lebih cepat dan merata di seluruh kelas.</li>



<li>Melatih keberanian berbicara. Siswa terdorong untuk aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta menjelaskan topik yang dikuasainya.</li>



<li>Menumbuhkan kerja sama. Proses belajar berlangsung dengan saling membantu, sehingga hubungan antar siswa menjadi lebih positif.</li>



<li>Memberi kesempatan menjadi ahli. Setiap siswa memiliki tanggung jawab pada satu bagian materi, menjadikannya “ahli” di bidang kecil tersebut.</li>



<li>Membangun ketergantungan positif. Dalam kelompok, setiap anggota saling bergantung dan bekerja sama agar pemahaman mereka terhadap materi menjadi lengkap.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Kekurangan Metode Jigsaw</h3>



<p>Meskipun memiliki banyak keunggulan, metode jigsaw juga tidak lepas dari beberapa kendala dalam penerapannya. Tantangan tersebut biasanya muncul karena perbedaan karakter, kemampuan akademik, dan cara berinteraksi antar siswa di dalam kelompok.</p>



<p>Oleh karena itu, guru perlu memahami kekurangan metode ini agar dapat mengantisipasi dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas yang ada.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-berdiferennsiasi-sd-smp-sma-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-berdiferennsiasi-sd-smp-sma-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/09/4-contoh-pembelajaran-berdiferensiasi-SD-SMP-SMA-Kurikulum-Merdeka-500x333.png" alt="4 Contoh Pembelajaran Berdiferensiasi SD SMP SMA Kurikulum Merdeka" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">4 Contoh Pembelajaran Berdiferensiasi SD SMP SMA Kurikulum Merdeka</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Beberapa kekurangan metode pembelajaran jigsaw antara lain sebagai berikut:</p>



<ol start="1">
<li>Adanya dominasi siswa tertentu. Dalam praktiknya, siswa yang lebih aktif sering kali mendominasi jalannya diskusi dan mengambil alih peran anggota lain.</li>



<li>Kesulitan bagi siswa berkemampuan rendah. Peserta didik dengan kemampuan membaca atau berpikir yang lebih rendah mungkin kesulitan saat harus menjelaskan materi sebagai anggota ahli.</li>



<li>Potensi kebosanan bagi siswa berkemampuan tinggi. Siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata kadang merasa kurang tertantang ketika menerima penjelasan dari teman sekelompok yang pemahamannya lebih lambat.</li>



<li>Membutuhkan ketelitian guru dalam membentuk kelompok. Guru harus benar-benar memastikan kelompok terbentuk secara heterogen agar tidak terjadi ketimpangan antara siswa yang dominan dan yang pasif.</li>



<li>Ketidaksesuaian penugasan dengan kemampuan. Kadang, pembagian peran sebagai tim ahli belum sepenuhnya disesuaikan dengan kemampuan atau kompetensi masing-masing siswa.</li>



<li>Krisis percaya diri pada siswa pasif. Beberapa siswa yang cenderung pendiam bisa merasa kurang percaya diri dibandingkan teman-temannya. Namun, hal ini dapat diatasi dengan dukungan dan pendampingan yang konsisten dari guru maupun anggota kelompok.</li>
</ol>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading">Langkah-langkah Penerapan Metode Jigsaw</h2>



<p>Agar lebih mudah memahami bagaimana contoh penerapan metode jigsaw di kelas, Mamikos akan mengajakmu untuk mengetahui urutan atau sintaks pembelajarannya.</p>



<p>Mengadaptasi pendapat Arends (1997), model pembelajaran ini terdiri dari enam tahap utama yang saling berkaitan dan membentuk satu alur kegiatan belajar yang utuh.</p>



<p>Selain itu, dalam penerapan metode jigsaw, guru juga perlu memastikan bahwa materi yang diajarkan sudah tersusun secara runtut dan mudah dibagi menjadi beberapa bagian.</p>



<p>Berikut langkah-langkah penerapan metode pembelajaran jigsaw:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa</h3>



<p>Pada tahap awal, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar semangat mengikuti kegiatan belajar. Dengan begitu, siswa memahami arah kegiatan dan merasa terlibat sejak awal.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Fase 2. Menyajikan informasi</h3>



<p>Selanjutnya, guru memperkenalkan materi pelajaran yang akan dipelajari. Informasi ini bisa disampaikan melalui penjelasan langsung, demonstrasi, maupun bahan bacaan yang telah disiapkan. Tahap ini bertujuan memberi gambaran umum tentang topik yang akan didalami oleh siswa.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Fase 3. Mengorganisasikan kelompok belajar</h3>



<p>Setelah itu, guru membentuk kelompok kecil yang bersifat heterogen. Setiap siswa mendapat peran atau tanggung jawab untuk mempelajari satu bagian materi tertentu.</p>



<p>Guru juga menjelaskan perbedaan antara kelompok asal dan kelompok ahli serta bagaimana cara mereka berinteraksi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Fase 4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar</h3>



<p>Guru memantau proses diskusi di kelompok ahli untuk memastikan setiap siswa memahami bagian materi yang menjadi tanggung jawabnya. Setelah itu, siswa kembali ke kelompok asal untuk mengajarkan materi tersebut kepada teman-temannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Fase 5. Mengevaluasi hasil pembelajaran</h3>



<p>Pada tahap ini, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru kemudian melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa, baik secara individu maupun kelompok, guna melihat sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Fase 6. Memberikan penghargaan</h3>



<p>Sebagai bentuk apresiasi, guru memberikan pujian atau penghargaan kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama dan hasil belajar terbaik. Hal ini membantu meningkatkan motivasi siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran berikutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran</h2>



<p>Nah, setelah tadi Mamikos membahas lengkap tentang pengertian, kekurangan dan kelebihan metode jigsaw serta langkah-langkah penerapannya, kini saatnya untuk melihat contohnya.</p>



<p>Berikut terdapat dua contoh penerapan metode jigsaw dalam mata pelajaran yang berbeda:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Metode Jigsaw 1</h3>



<p><strong>Mata Pelajaran Biologi: Materi Sistem Pencernaan Manusia</strong></p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan Motivasi Siswa</h4>



<p>Guru membuka pelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran, yaitu agar siswa mampu memahami fungsi organ-organ pencernaan manusia serta proses pencernaan makanan.</p>



<p>Guru juga memberikan motivasi dengan mengaitkan materi pada kehidupan sehari-hari, misalnya pentingnya memahami cara tubuh mencerna makanan agar dapat menjaga pola makan yang sehat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 2: Menyajikan Informasi</h4>



<p>Guru menyampaikan informasi awal melalui tayangan PowerPoint dan video animasi tentang sistem pencernaan manusia. Setelah itu, guru membagikan bahan bacaan yang dibagi menjadi empat topik utama, yaitu mulut, lambung, usus halus, dan usus besar.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 3: Mengorganisasikan ke dalam Kelompok Belajar</h4>



<p>Siswa dibagi menjadi empat kelompok asal yang masing-masing beranggotakan lima orang. Guru kemudian menjelaskan cara pembentukan kelompok ahli.</p>



<p>Setiap anggota kelompok asal ditugaskan mempelajari satu bagian sistem pencernaan untuk menjadi “ahli” pada topik tersebut.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-mandiri-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-mandiri-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-Pembelajaran-Mandiri-Self-Regulated-Learning-500x333.jpg" alt="Contoh Pembelajaran Mandiri (Self Regulated Learning) beserta Penjelasannya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Pembelajaran Mandiri (Self Regulated Learning) beserta Penjelasannya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 4: Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar</h4>



<p>Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan materi yang menjadi tanggung jawab mereka dengan bimbingan guru. Misalnya, kelompok ahli yang membahas lambung fokus pada proses kimiawi pencernaan.</p>



<p>Setelah memahami topiknya, mereka kembali ke kelompok asal dan menjelaskan hasil pembelajarannya kepada anggota lain.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 5: Mengevaluasi</h4>



<p>Setiap kelompok asal kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Guru memberikan pertanyaan pemantik, menilai partisipasi siswa, serta meluruskan konsep yang masih belum tepat.</p>



<p>Evaluasi individu dilakukan melalui kuis singkat agar guru dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap keseluruhan materi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 6: Memberikan Penghargaan</h4>



<p>Guru memberikan penghargaan berupa pujian dan poin tambahan kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama terbaik. Selain itu, guru juga memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif bertanya dan berpendapat.</p>



<p>Pembelajaran ditutup dengan refleksi mengenai pentingnya kerja sama dan tanggung jawab dalam proses belajar.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Metode Jigsaw 2</h3>



<p><strong>Mata Pelajaran Sejarah: Materi Penyebaran Islam di Indonesia</strong></p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan Motivasi Siswa</h4>



<p>Guru membuka pelajaran dengan menjelaskan bahwa hari ini siswa akan mempelajari proses penyebaran agama Islam di Indonesia. Tujuannya agar siswa memahami jalur masuk Islam, tokoh-tokoh yang berperan, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat.</p>



<p>Guru juga memberi motivasi dengan menanyakan, <em>“Kira-kira, bagaimana cara Islam bisa menyebar luas tanpa peperangan besar di Nusantara?”</em> Pertanyaan ini membuat siswa antusias mengikuti pembelajaran.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 2: Menyajikan Informasi</h4>



<p>Guru menayangkan peta jalur perdagangan kuno dan video singkat tentang awal mula kedatangan pedagang Arab dan Gujarat ke Nusantara. Setelah itu, guru memberikan ringkasan materi yang sudah dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu:</p>



<ol start="1">
<li>Jalur perdagangan dan peran para pedagang,</li>



<li>Peran ulama dan <a href="https://mamikos.com/info/rangkuman-sejarah-kerajaan-islam-indonesia-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">kerajaan Islam di Indonesia</a>,</li>



<li>Perkembangan lembaga pendidikan Islam (pesantren),</li>



<li>Akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal.</li>
</ol>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 3: Mengorganisasikan ke dalam Kelompok Belajar</h4>



<p>Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok asal, masing-masing beranggotakan lima orang. Guru kemudian meminta setiap anggota kelompok untuk memilih salah satu topik agar mereka bisa menjadi “ahli” di bidang tersebut. Setelah terbentuk, anggota dengan topik sama dari setiap kelompok asal berkumpul membentuk kelompok ahli.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 4: Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar</h4>



<p>Dalam kelompok ahli, siswa mendalami materi yang telah ditentukan dengan bantuan buku teks dan sumber digital.</p>



<p>Misalnya, kelompok ahli pertama mempelajari bagaimana aktivitas perdagangan internasional membawa pengaruh agama Islam ke pelabuhan-pelabuhan penting seperti Samudera Pasai dan Malaka.</p>



<p>Guru berkeliling memberikan bimbingan, membantu siswa yang masih bingung, dan memastikan semua anggota berpartisipasi aktif.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 5: Mengevaluasi</h4>



<p>Setelah sesi kelompok ahli selesai, para siswa kembali ke kelompok asal dan berbagi pengetahuan yang telah mereka pelajari. Setiap anggota menjelaskan bagian materinya sehingga seluruh kelompok memahami keempat topik utama.</p>



<p>Guru kemudian memberikan beberapa pertanyaan reflektif dan kuis individu untuk mengukur pemahaman siswa terhadap keseluruhan proses penyebaran Islam di Indonesia.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fase 6: Memberikan Penghargaan</h4>



<p>Sebagai penutup, guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu mempresentasikan materi dengan kompak dan jelas.</p>



<p>Guru juga memberikan pujian bagi siswa yang aktif mengajukan pertanyaan atau mengaitkan materi sejarah dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Kelas diakhiri dengan refleksi singkat mengenai pentingnya kerja sama dalam memahami sejarah bangsa.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-berbasis-proyek-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-pembelajaran-berbasis-proyek-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-Pembelajaran-Berbasis-Proyek-Beserta-Langkah-Langkah-Penerapannya-di-Sekolah-Pada-Kurikulum-Merdeka-500x333.jpg" alt="Contoh Pembelajaran Berbasis Proyek beserta Langkah-langkah Penerapannya di Sekolah pada Kurikulum Merdeka" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Pembelajaran Berbasis Proyek beserta Langkah-langkah Penerapannya di Sekolah pada Kurikulum Merdeka</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Demikian penjelasan dan pembahasan lengkap tentang contoh penerapan metode jigsaw beserta kelebihan dan kekurangannya. Kalau kamu masih mencari metode pembelajaran lainnya, jangan lupa mampir ke blog Mamikos, ya. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4e4.png" alt="📤" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-310fbd23-55b0-44ba-8539-289ae77f736f" data-mobilecollapse="true" data-desktopcollapse="true">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-6a216f51-a09f-4906-8f8d-6b529cd5c080">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-310fbd23-55b0-44ba-8539-289ae77f736f" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-310fbd23-55b0-44ba-8539-289ae77f736f"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="false" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap ub-hide" id="ub-content-toggle-panel-0-310fbd23-55b0-44ba-8539-289ae77f736f">

<p>Mengenal Model Pembelajaran Jigsaw di Sekolah [Daring]. Tautan: https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/mengenal-model-pembelajaran-jigsaw-di-sekolah</p>



<p>Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw beserta Tujuan, Ciri-Ciri, Langkah-Langkah dan Contoh Sintaks [Daring]. Tautan: https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/model-pembelajaran-jigsaw</p>



<p>PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN</p>



<p>HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENEMUKAN KALIMAT UTAMA PADA</p>



<p>TIAP PARAGRAF [Daring]. Tautan: https://ejournal.upi.edu/index.php/penailmiah/article/viewFile/2937/1965</p>



<p>Tahapan dalam Menerapkan Metode Pembelajaran Jigsaw di Kelas [Daring]. Tautan: https://penerbitdeepublish.com/metode-pembelajaran-jigsaw/</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86630" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-penerapan-metode-jigsaw-pljr/">Contoh Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran beserta Kelebihan dan Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/11/contoh-penerapan-metode-jigsaw.png" length="249531" type="image/png" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/11/contoh-penerapan-metode-jigsaw-480x480.png" width="480" height="480" />
        </item>
    </channel>
</rss>