Contoh Pembelajaran Mandiri (Self Regulated Learning) beserta Penjelasannya
Pembelajaran mandiri bukan berarti siswa belajar secara individual, akan tetapi belajar yang menuntut kemandirian siswa untuk belajar. Simak contoh metode pembelajaran mandiri dalam artikel ini.
Contoh Pembelajaran Mandiri (Self Regulated Learning) beserta Penjelasannya – Mengajar merupakan proses merencanakan kegiatan pembelajaran yang bermutu agar siswa bisa mendapatkan ilmu yang mereka butuhkan.
Nah, di dalam proses mengajar tentunya terlebih dahulu pengajar harus mengetahui karakteristik siswanya.
Alasan mengapa tenaga pengajar harus mengetahui karakteristik siswa agar dapat lebih paham membuat RPP Merdeka Belajar yang cocok untuk siswa dan model pembelajaran yang tepat untuk mereka. 📖😊✨
Daftar Isi
Berikut Contoh Pembelajaran Mandiri (Self Regulated Learning)

Proses belajar yang dilakukan atas kemandirian anak dikenal juga dengan istilah model pembelajaran mandiri. Dimana model pembelajaran ini dilakukan sendiri tanpa harus melakukan tatap muka.
Model pembelajaran mandiri dipercaya dapat menyebabkan siswa memiliki inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain untuk menganalisis kebutuhan belajarnya sendiri.
Serta, dapat merumuskan tujuan belajarnya sendiri, mengidentifikasi sumber-sumber belajar, memilih hingga melaksanakan strategi belajar yang sesuai serta mengevaluasi prestasi belajarnya sendiri.
Selain itu, siswa juga diberi kebebasan dalam pembelajaran mandiri, guru juga diberikan keleluasan untuk memilih perangkat ajar sesuai kreativitas agar bisa menumbuhkan minat belajar siswa.
Manfaat Metode Pembelajaran Mandiri
Diketahui, metode pembelajaran mandiri dikembangkan guna meningkatkan tanggung jawab siswa dalam proses kegiatan belajarnya sendiri.
Tanggung jawab siswa dalam proses kegiatan belajar mandiri ini dipercaya bisa meningkatkan motivasi siswa dalam memutuskan apa yang perlu mereka lakukan dalam kegiatan belajar tersebut.
Adapun tugas tenaga pengajar dalam metode pembelajaran mandiri ini adalah sebagai fasilitator yang siap membantu siswa bila diperlukan.
Bentuk bantuan yang dapat diberikan tenaga pengajar, misalnya seperti menentukan tujuan belajar, memilih bahan dan media belajar, hingga memecahkan permasalahan yang tidak dapat diselesaikan siswa sendiri.
Nah, di bawah ini adalah manfaat dari metode pembelajaran mandiri yang harus Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:
1. Melatih Siswa Menentukan Tujuan Pembelajarannya Sendiri
Metode pembelajaran mandiri secara tidak langsung dapat melatih rasa tanggung jawab siswa terhadap proses pembelajarannya sendiri.
Tidak hanya dilatih untuk bisa belajar secara mandiri saja, namun siswa juga dilatih untuk bisa merencanakan kegiatan pembelajarannya sendiri serta bertanggungjawab terhadap rencana yang sudah dibuatnya.
2. Meningkatkan Kreativitas Siswa
Pada kesempatan ini, siswa juga dilatih untuk bisa aktif dan kreatif dalam mencari sumber belajarnya sendiri.
Siswa diberi kesempatan untuk menggali dan mencari berbagai macam sumber belajar yang bisa membantu mereka dalam kegiatan belajar.
Seperti yang kita ketahui, pada umumnya sumber belajar yang didapat siswa hanya berasal dari perpustakaan dan buku pelajaran yang dipegang siswa dalam kegiatan belajar di kelas.
3. Membantu Siswa Mengenal Dirinya Sendiri
Metode tenaga pengajar juga dapat membantu siswa untuk sadar dan mengenal dirinya sendiri. Kesadaran diri ini berkaitan dengan kemampuan, bakat, dan minat yang dimiliki siswa atas pengetahuan.
Selain itu juga berkaitan dengan tipe belajar yang sesuai dengan karakteristiknya sendiri.
Karakteristik Metode Pembelajaran Mandiri
Belajar mandiri bukan berarti siswa belajar secara individual, namun belajar yang menuntut kemandirian siswa untuk belajar.
Nah, kemandirian ini dapat membantu siswa dalam menentukan sumber belajar, tujuan belajar, materi yang dipelajarinya, serta bagaimana siswa mempelajari materi tersebut tanpa diatur guru secara ketat.
Berikut adalah karakteristik dari metode pembelajaran mandiri yang harus kamu ketahui, antara lain:
1. Siswa Menentukan Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menentukan tujuan pembelajaran sesuai dengan keinginannya sendiri, namun pada akhir kegiatan pembelajaran siswa tetap harus mencapai tujuan utama yang telah ditetapkan.
Halaman:



