<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/jenis-tembang-macapat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/jenis-tembang-macapat/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 11:01:47 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/jenis-tembang-macapat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>11 Jenis Cacahe Tembang Macapat beserta Penjelasan, Ciri-ciri, dan Contohnya</title>
            <category>Bahasa Jawa</category>
            <link>https://mamikos.com/info/jenis-cacahe-tembang-macapat-pljr/</link>
            <pubDate>Wed, 31 Jan 2024 04:00:35 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Zuly Kristanto</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/jenis-cacahe-tembang-macapat-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan penjelasan tentang cacahe tembang Macapat yang dilengkapi dengan ciri-ciri dan contohnya. Yuk, cek lebih lanjut dalam artikel berikut!</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/jenis-cacahe-tembang-macapat-pljr/">11 Jenis Cacahe Tembang Macapat beserta Penjelasan, Ciri-ciri, dan Contohnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>11 Jenis Cacahe Tembang Macapat beserta Penjelasan, Ciri-ciri, dan Contohnya – Tembang macapat merupakan salah satu puisi klasik yang dibaca dengan cara dinyanyikan.</p>



<p>Berdasarkan keterangan para ahli, cacahe tembang macapat ada 11 jenis. Masing-masing jenis tembang macapat ini memiliki ciri dan aturan penulisannya sendiri.</p>



<p>Nah, apabila kamu ingin tahu apa saja ciri-ciri dari tiap-tiap tembang yang termasuk dalam tembang macapat. Cek selengkapnya dalam artikel berikut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>11 Jenis Cacahe Tembang Macapat beserta Penjelasan, Ciri-ciri, dan Contohnya</strong></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat.jpg" alt="11 Jenis Cacahe Tembang Macapat Beserta Penjelasan, Ciri-ciri, dan Contohnya" class="wp-image-221697" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>id.wikipedia.org</figcaption></figure></div>



<p>Di bawah ini adalah jenis-jenis <a href="https://mamikos.com/info/kumpulan-contoh-tembang-macapat-pocung-berbagai-tema-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="tembang macapat (opens in a new tab)">tembang macapat</a> lengkap dengan penjelasan dan ciri-ciri serta contohnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Tembang Maskumambang</strong></h2>



<p>Merupakan tembang yang menggambarkan watak sengsara, kesedihan, dan nestapa, mewakili keadaan manusia saat masih dalam kandungan ibunya, dengan filosofi mengambangnya janin dalam rahim.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Maskumambang</strong></h3>



<p>Tembang maskumambang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang maskumambang adalah empat.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra 1 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra 2 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra 3 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra 4&nbsp; adalah a</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 6 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li></ul>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-tembang-macapat-bahasa-jawa-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-tembang-macapat-bahasa-jawa-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/11-Contoh-Tembang-Macapat-Bahasa-Jawa-Beserta-Artinya-Lengkap-500x333.jpg" alt="11 Contoh Tembang Macapat Bahasa Jawa beserta Artinya Lengkap" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">11 Contoh Tembang Macapat Bahasa Jawa beserta Artinya Lengkap</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Maskumambang</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Nadyan silih bapa biyung kaki nini<br>Sadulur myang sanak<br>Kalamun muruk tan becik<br>Nora pantes yen den nuta</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Tembang Mijil</strong></h2>



<p>Tembang dengan watak trenyuh, gandrung, dan prihatin, menggambarkan peristiwa kelahiran bayi dengan arti mijil yang menunjukkan muncul atau keluar.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Mijil</strong></h3>



<p>Tembang mijil memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang mijil adalah enam.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra 1 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra 2 adalah o</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra pada gatra 3 adalah e</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra pada gatra 4 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra pada gatra 5 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra pada gatra 6 adalah o</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 10 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 6 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 10 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 10 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 6 kata</li><li>Gatra 6 memiliki jumlah kata sebanyak 6 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Mijil</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Poma kaki padha dipun eling<br>Ing pituturingong<br>Sira uga satriya arane<br>Kudu anteng jatmika ing budi<br>Luruh sarta wasis<br>Samubarang tanduk</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Tembang Sinom</strong></h2>



<p>Memiliki watak gembira, seneng, dan ramah, menggambarkan kebersahajaan serta semangat masa muda yang penuh dengan harapan dan angan-angan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Sinom</strong></h3>



<p>Tembang sinom memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Tembang sinom memiliki guru gatra sebanyak sembilan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra 1 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 6 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 7 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 8 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 9 adalah a</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak adalah 8 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 6 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 7 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 8 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 9 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Sinom</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Ketatengi tangis sira<br>Sira sang paramengkawi<br>Kawileting tyas dhuhkita<br>Kataman ing reh wirangi<br>Dening upaya sandi<br>Sumaruna anerawung<br>Mangimur manuhara<br>Met pamrih melik pakoleh<br>Temah suka ing karsa tanpa wiweka</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Tembang Kinanthi</strong></h2>



<p>Tembang yang mencerminkan kebahagiaan, keintiman, dan cinta, cocok dinyanyikan dalam suasana hati yang bahagia, dengan nama yang berasal dari kata kanthi yang artinya tuntunan untuk meraih masa depan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Kinanthi</strong></h3>



<p><a href="https://mamikos.com/info/contoh-tembang-kinanthi-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)">Tembang kinanthi</a> memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang kinanthi adalah enam.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah a</li><li>Buatlah kalimat dengan huruf vokal terakhir gatra&nbsp; 6 adalah a</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 6 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li></ul>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading">Contoh Tembang Kinanthi</h4>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Alase wis dadi awu<br>Godhonge kauntal geni<br>Kinobong dening wong srakah<br>Wong kang ora duwe ati<br>Ngrusaki jagad bawana<br>Lirwa mring sabdaning Gusti</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5. Tembang Asmarandana</strong></h2>



<p>Tembang ini merupakan tembang favorit kawula muda karena menggambarkan jatuh hati, kesedihan, dan prihatin akibat cinta sehingga cocok untuk mengisahkan kisah-kisah kasmaran.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Asmaradhana</strong></h3>



<p>Tembang asmaradhana memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki sebanyak tujuh.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah e</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 6 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 7 adalah a</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 6 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 7 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Asmaradhana</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Aja turu soré kaki<br>Ana Déwa nganglang jagad<br>Nyangking bokor kencanané<br>Isine donga tetulak<br>Sandhang kelawan pangan<br>Yaiku bagéyanipun<br>Wong melek sabar narima</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>6. Tembang Gambuh</strong></h2>



<p>Menggambarkan komitmen dalam hubungan yang siap untuk membina rumah tangga yang bahagia, dengan watak lugas dan digunakan sebagai nasehat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Gambuh</strong></h3>



<p>Tembang gambuh memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang gambuh adalah lima.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah 10</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah 12</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah 8</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah 8</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 10 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Gambuh</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Keleme mawi limut<br>Kalamatan jroning alam kanyut<br>Sanyatane iku kanyataan kaki<br>Sejatine yen tan emut<br>Sayekti tan bisa awor.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>7. Tembang Dhandhanggula</strong></h2>



<p>Menyampaikan keberhasilan dalam mencapai cita-cita dalam membina rumah tangga yang sempurna, dengan watak manis dan menyenangkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Dhandhanggula</strong></h3>



<p>Tembang dhandhanggula memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang dhandhanggula adalah sebanyak sepuluh.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah e</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 6 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 7 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 8 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 9 adalah e</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 10 adalah a</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 10 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 10 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 9 kata</li><li>Gatra 6 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 7 memiliki jumlah kata sebanyak 6 kata</li><li>Gatra 8 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 9 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li><li>Gatra 10 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Dhandhanggula</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Yogyanira kang para prajurit<br>Lamun bisa samya anuladha<br>Kadya nguni caritane<br>Andelira sang Prabu<br>Sasrabau ing Maespati<br>Aran Patih Suwanda<br>Lalabuhanipun<br>Kang ginelung tri prakara<br>Guna kaya purune kang den antepi<br>Nuhoni trah utama</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>8. Tembang Durma</strong></h2>



<p>Menyiratkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keberhasilan dalam melakukan sedekah, dengan watak nafsu dan murka.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Durma</strong></h3>



<p>Tembang durma memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang durma sebanyak tujuh.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 6 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 7 adalah a</li></ul>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 6 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 6 memiliki jumlah kata sebanyak 5 kata</li><li>Gatra 7 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Durma</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Dipun sami ambanting ing badanira<br>Nyudha dhahar lan guling<br>Darapon sudaa<br>Nepsu kang ngambra-ambr<br>Rerema ing tyasireki<br>Dadya sabarang, karyanira lestari</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>9. Tembang Pangkur</strong></h2>



<p>Menggambarkan upaya manusia dalam menyingkirkan nafsu dan amarah, dengan watak sereng, greget, dan tegas.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Pangkur</strong></h3>



<p>Penulisan tembang pangkur memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang pangkur adalah tujuh</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 6 adalah a</li><li>Pastikan jumlah kata pada gatra vokal terakhir pada gatra 7 adalah i</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 11 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 7 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li><li>Gatra 6 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 7 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Pangkur</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Mangkya darajating praja<br>Kawuryan wus sunya ruri<br>Rurah pangrehing ukara<br>Karana tanpa palupi<br>Atilar silastuti<br>Sujana sarjana kelu<br>Kalulun kalatidha<br>Tidhem tandhaning dumadi<br>Ardayengrat dene karoban rubeda</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>10. Tembang Megatruh</strong></h2>



<p>Menggambarkan proses kematian manusia dan sakit hati yang mendalam, dengan watak nglara dan sedih.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Megatruh</strong></h3>



<p>Penulisan tembang megatruh memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Jumlah gatra yang dimiliki tembang megatruh sebanyak lima.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah&nbsp; u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah&nbsp; u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah&nbsp; i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 5 adalah&nbsp; o</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 5 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Megatruh</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Sigra milir kang gèthèk sinangga bajul<br>Kawan dasa kang njagènii<br>Ing ngarsa miwah ing pungkur<br>Tanapi ing kanan kéring<br>Kang gèthèk lampahnya alon</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>11. Tembang Pocung</strong></h2>



<p>Merupakan prosesi perpisahan manusia dengan jasadnya untuk kemudian dimakamkan, dengan makna yang melibatkan keluarnya roh dari tubuh manusia.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Tembang Pocung</strong></h3>



<p>Tembang pocung memiliki ciri-ciri sebagai berikut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Gatra</strong></h4>



<p>Pastikan jumlah gatra yang dimiliki tembang pocung adalah sebanyak empat.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Lagu</strong></h4>



<ul><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 1 adalah u</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 2 adalah a</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 3 adalah i</li><li>Huruf vokal terakhir yang terdapat pada gatra gatra 4 adalah a</li></ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Guru Wilangan</strong></h4>



<ul><li>Gatra 1 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li><li>Gatra 2 memiliki jumlah kata sebanyak 6 kata</li><li>Gatra 3 memiliki jumlah kata sebanyak 8 kata</li><li>Gatra 4 memiliki jumlah kata sebanyak 12 kata</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Tembang Pucung</strong></h3>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Ngelmu iku kalampahe kanthi laku<br>Wiwite lawan kas<br>Maksude kas nyantosani<br>Setya budya panglebure dur angkara<br></p>



<p>Demikian contoh cacahe tembang macapat yang dapat diberikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.  </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86630" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/jenis-cacahe-tembang-macapat-pljr/">11 Jenis Cacahe Tembang Macapat beserta Penjelasan, Ciri-ciri, dan Contohnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat.jpg" length="141799" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/tembang-macapat-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
    </channel>
</rss>