Advertisement
Source : Getty Images/Aisylu Akhmadieva

5 Teks Khutbah Idul Fitri Singkat 2026 tentang Silaturahmi, Sedih, Orang Tua, & Kematian

Membaca khutbah termasuk rangkain sholat Idul Fitri. Khutbah berupa nasihat agama agar bertaqwa kepada Allah SWT. Berikut kumpulan teks khutbah Idul Fitri 2026!

22 Februari 2026 Asrul A

Demikian didunia ini tidak lepas dari ujian, dimana tempat kelulusannya nanti akan menentukan kita berada di surga atau neraka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Mulk:

تَبَٰرَكَ ٱلَّذِي بِيَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌتَبَٰرَكَ ٱلَّذِي بِيَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُور

Artinya: Maha Suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

Ujian dari Allah tentu sangat berbeda dengan ujian di dunia. Jika di dunia kunci jawaban ujian sangat dirahasiakan.

Allah sendiri telah memberitahukan kunci jawabannya. Maka sungguh bodohlah kita jika tidak bisa lulus ujian Allah. Kunci masuk surga yaitu pada kalimat la ilaha illallah.

Kalimat ini jugalah yang membedakan antara muslim dan non-muslim, kalimat yang menjadi penentu kebahagiaan di hari akhir.

4 Contoh Khutbah Idulfitri 2026 Singkat Padat dan Mengharukan yang Bisa Membuat Jamaah Menangis

Kalimat tauhid tersebut tidak hanya untuk diucapkan, namun untuk diyakini dengan sepenuh hati bahwa tiada tuhan lain yang berhak disembah kecuali Allah SWT.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Demikian khutbah singkat pada kesempatan ini, semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Semoga Allah selalu membimbing kita di jalan yang dirahmati Allah.

أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  

Sumber: NU Online

Teks Khutbah tentang Kedua Orang Tua

اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اَلْحَمْدُ الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ

أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  قَالَ اللهُ تَعَالَى:  وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Tiada kata lain yang pantas kita ucapkan selain ucapan Alhamdulillahi rabbil alamin, puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, tuhannya semesta alam yang telah memberikan kita berbagai kenikmatan yang tidak bisa kita hitung.

Salah satu kenikmatan Allah yang kita rasakan di pagi hari ini, kita masih bisa menghirup udara dunia dan berkumpul bersama orang tercinta di sekeliling kita.

Terlebih, kita masih diberi nikmat kesempatan merayakan Hari Raya Idul Fitri yang menjadi perayaan kemenangan dan kebahagian.

Hari dimana seluruh umat muslim di dunia mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Kebahagiaan di momen kemenangan ini tentu akan kurang lengkap jika hanya kita rayakan sendiri.

Kebahagiaan akan terasa lebih nikmat jika dirayakan bersama kedua orang tua, Inilah yang kemudian memunculkan tradisi mudik di negara kita.

Mudik tidak hanya bermakna pulang kampung saja. Namun terkandung dimensi spiritual yang nilainya tidak bisa diukur dengan materi dunia.

Jarak jauh melintasi laut dan sungai, medan terjal dan jalan berliku, ditambah waktu, tenaga, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk mudik, tidak bisa menghalangi rasa kangen yang membuncah kepada tanah kelahiran.

Teknologi canggih yang ada saat ini tidak bisa menggantikan pertemuan langsung dengan orang tua dan keluarga.

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Pada momen ini, marilah kita lebih dalam merenungkan hakikat mudik dengan kembali ke pangkuan orang tua. Sosok yang paling berjasa dalam hidup kita.

Sosok yang telah menjadi pahlawan dalam kehidupan kita. Jangan sesekali sombong dengan pencapaian yang diraih dalam kehidupan ini.

Karena semua tidak lepas dari jasa dan doa keda orang tua. Bagaimanapun kondisinya, hormati, cintai, dan patuhilah mereka.

Karena merekalah jimat yang sakral di dunia ini. Dengan ridho dan keikhlasan lah yang menjadi sumber kehidupan kita di dunia.

Sebaliknya, kemarahan mereka yang merupakan kemurkaan dan bencana bagi kehidupan kita.

Oleh karena itu, sempatkanlah untuk mengunjungi kedua orang tua kita di hari raya ini, mereka pasti akan tersenyum dan memanjatkan doa melihat kehadiran kita. 

Semoga semua dosa kita kepada Allah, orang tua dan kepada sesama akan diampuni sehingga kita akan menjadi insan yang kembali suci mendapatkan kemenangan. Amin.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ الله لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Sumber: NU Online

Teks Khutbah Idul Fitri tentang Kematian

الله اكبر… الله اكبر… الله اكبر… لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد

َاللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وِللهِ الحمد.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ . َأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللهم صل وسلم عَلَيْ محمد وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. أوصيكم وإياي بتقوي الله لعاكم ترحمون . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: [يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Pertama, marilah pada kesempatan ini mengucapkan syukur atas kehadirat Allah SWT, sehingga kita bisa berkumpul bersama dan menunaikan ibadah ibadah shiyam, qiyam, dan ibadah-ibadah lainnya.

Kita juga bermohon kepada Allah agar ibadah-ibadah tersebut diterima dan dilipatgandakan pahalanya.

Kemudian, kita juga memohon agar kiranya kita bisa diizinkan menutup Ramadhan dengan mendapat keridhaan, dan terlepas dari siksa api neraka.

Shalawat dan junjungan kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Sebagaimana yang diketahui setiap kehidupan manusia di dunia akan berakhir, demikian pula dengan Ramadhan, ia juga akan berakhir.

Rasanya baru seperti kemarin kita bertemu Ramadhan, namun kita bulan suci tersebut telah meninggalkan kita, dan belum tentu kita bisa bertemu kembali. Sebab, datangnya mati bisa setiap saat. Nabi bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Banyak-banyaklah mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian” (HR. Tirmidzi)

Halaman:

Advertisement