26 Ucapan Belasungkawa Bahasa Jawa Halus Singkat beserta Artinya
Pada artikel ini, Mamikos akan menyajikan beberapa contoh ucapan belasungkawa. Kamu dapat mempelajarinya dengan baik-baik.
26 Ucapan Belasungkawa Bahasa Jawa Halus Singkat dan Sopan beserta Artinya – Di dalam kehidupan masyarakat Jawa, ada sebuah ungkapan yang berbunyi ‘dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan’ yang maknanya adalah meski bukan saudara kalau meninggal akan merasakan kehilangan.
Ketika mendapat kabar ada orang yang meninggal, meski tidak pernah mengenalnya secara langsung, tahu sebatas namanya saja, atau bahkan tidak mengenalinya sama sekali banyak diantara kita yang ikut merasakan dukanya.
Tujuannya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus memberikan dukungan berupa semangat kepada keluarga yang ditinggalkan. Biasanya kebanyakan dari kita akan datang untuk melayat.
Daftar Isi
Ucapan Belasungkawa Bahasa Jawa

Salah satu bentuk dukungan moril yang dapat diberikan kepada keluarga almarhum adalah mengucapkan ucapan belasungkawa.
Dan berikut ini merupakan contoh ungkapan belasungkawa dalam bahasa Jawa halus.
Contoh 1
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn. Ndherek belasungkawa, mugi-mugi swargi tansah pinaringan jembar kuburipun ugi padhang marginipun sarta pikantuk pangapura saking Kang Maha Kuwasa.”
(Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn. Turut berbelasungkawa, semoga almarhum senantiasa dilapangkan kuburnyan terang jalannya serta mendapat ampunan dari Tuhan.)
Contoh 2
“Ndherek belasungkawa, mugi arwahipun sageda katampi ingarsanipun Pangeran.”
(Turut berdukacita, semoga arwahnya dapat diterima oleh Tuhan.)
Contoh 3
“Mugi-mugi sedaya kalepatan swargi ing gesangipun tansah dipunapunten dateng Allah, sarta dipunparingi papan ingkang mirunggan.”
(Semoga semua kesalahan dari almarhum dapat mendapat ampunan dari Tuhan, dan diberikan tempat terbaik.)
Contoh 4
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn. Ndherek belasungkawa, mugi-mugi swargi manggihi kasedan jati. Dene kaluwarga ingkang dipuntilar tansah pinaringan kasabaran tuwin kaikhlasan.”
(Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn. Turut berbelasungkawa, semoga almarhum mendapatkan kematian sejati ‘khusnul khotimah’. Sementara keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan keikhlasan.)
Contoh 5
“Kula ngaturaken ndherek belasungkawa ingkang ageng. Mugi-mugi Gusti paring kekiyatan dhumateng kaluwarga ingkang tinilar lan mugi-mugi amal kesaenipun swargi tansah dipuntampi Gusti Ingkang Maha Suci.”
(Saya menyampaikan turut berduka yang sebesar-besarnya. Semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk keluarga yang ditinggalkan dan semoga semua amal kebajikan dari almarhum diterima Tuhan.)
Halaman:

