5 Universitas yang Ada Jurusan Rekam Medis di Jawa, Sudah Tahu?
Jurusan Rekam Medis memang tidak sepopuler jurusan kesehatan lain. Beberapa universitas di bawah ini mempunyai jurusan Rekam Medis.
2. Universitas Esa Unggul
Program D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul Jakarta telah memiliki akreditas A. Pendidikan memiliki durasi 6 semester (3 tahun).
Program studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul memiliki komitmen untuk menghasilkan tenaga profesional dalam analisis, pengumpulan, diseminasi informasi kesehatan.
Cakupan penggunaanya meliputi manajer, administrator, dan pemberi layanan kesehatan. Lulusan jurusan ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang menunjang kualitas pelayanan informasi kesehatan.
Selain itu, lulusan jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dapat memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan,
Lulusan jurusan ini juga diharapkan terampil menggunakan peralatan informasi kesehatan, serta berjiwa wirausaha dan memiliki wawasan global.
3. Universitas Dian Nuswantoro
Bagi yang belum mengetahui, UDINUS Semarang juga memiliki program D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Program studi ini merupakan bagian dari Fakultas Kesehatan UDINUS.
Program studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan UDINUS memiliki komitmen untuk mencetak tenaga profesional perekam medis dengan keahlian manajemen unit kerja rekam medis dan penguasaan teknologi informasi.
Untuk mendukung tujuan tersebut, UDINUS memberikan fasilitas Lab. Anatomi, Lab. Rekam Medis, dan Lab. Komputer dan Bahasa.
Selain itu, UDINUS melakukan kerjasama dengan berbagai puskesmas dan rumah sakit sebagai tempat praktikum lapangan mahasiswa.
4. Universitas Diponegoro
UNDIP Semarang memiliki program studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan bagi program D-III dan D-IV/ Sarjana Terapan. Jurusan ini termasuk dalam jurusan di rumpun kesehatan.
Jurusan RMIK UNDIP mempelajari prinsip manajemen dan penerapannya dalam unit kerja rekam medis.
Di antara keahlian yang dipelajari adalah pelaporan, pencatatan, pengumpulan, pengisian, pendaftaran, dan analisis data terkait diagnosa pasien.
Salah satu hal penting yang dipelajari di jurusan ini adalah coding atau pengkodean diagnosa penyakit pasien.
Hal tersebut berguna bagi klaim asuransi kesehatan, seperti BPJS Kesehatan, yang klaim tergantung dari kode diagnosa.
Halaman:

