9 Wisata Jogja Dekat Malioboro Paling Seru, Bisa Jalan Kaki!
Malioboro memang dikenal sebagai ikon wisata kota Jogja. Tidak mengherankan jika wisatawan yang datang ke Jogja tapi belum ke Malioboro dianggap belum datang ke kota ini.
Benteng Vredeburg sebenarnya adalah loji tertua jika dibandingkan dengan seluruh bangunan Indis yang ada di kawasan Malioboro.
Kamu bisa berfoto dengan latar belakang bangunan hingga menyaksikan diorama-diorama kisah perjuangan mencapai kemerdekaan.
Benteng Vrederburg buka hingga malam hari. Sangat cocok datang ke tempat ini bersama keluarga dan anak-anak.
Lengkapi kunjunganmu dengan menikmati makanan dan minuman di Indische Koffie. Pengalaman klasik dan elegan ketika makan di dalam benteng akan menambah kesan kunjungan.
Tentunya sajian yang bisa kamu nikmati adalah menu khas Indonesia serta menu khas Eropa.
3. Keraton Yogyakarta

Yogyakarta memang terkenal dengan keistimewaannya. Agar kunjunganmu ke Jogja semakin lengkap, dari Alun-Alun Utara, kamu bisa mampir ke Keraton Yogyakarta.
Keraton adalah tempat tinggal raja, sekaligus menjadi sentral kebudayaan Jawa. Bahkan, jika datang di saat yang tepat, kamu bisa menyaksikan pertunjukan gamelan, penampilan tari, hingga pertunjukan wayang orang.
Biaya masuk Keraton Yogyakarta terjangkau. Langsung saja datang ke loket yang ada di depan Alun-Alun Utara atau di Tempat Pariwisata. Pengunjung Keraton tidak hanya berasal dari dalam negeri saja.
Turis mancanegara juga datang ke Keraton Yogyakarta untuk menelusuri sejarah kebudayaan Jawa. Saat ini, keraton masih dalam kondisi bagus dan terawat.
4. Kampung Ketandan

Kampung Ketandan terdapat di Ketandan Kulon, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Kampung ini merupakan kawasan pecinan yang berada di Malioboro.
Tidak sulit menemukan Kampung Ketandan, apalagi letaknya ada di arah tenggara perempatan antara Jalan Malioboro, Jalan Margo Mulyo, Jalan Pajeksan, dan Jalan Suryatmajan.
Apa yang membuat Kampung Ketandan begitu unik? Di kawasan ini, ada rumah bertingkat dengan arsitektur khas Tionghoa.
Akhirnya, kampung ini dijadikan kawasan Pecinan. Kamu pun juga bisa menyaksikan bangunan di kawasan tersebut yang didesain dengan arsitektur Tionghoa.
Sambil berjalan-jalan di Malioboro, kamu pun seakan dibawa ke 200 tahun yang lalu ketika masyarakat Tionghoa menempati Malioboro. Datanglah pada saat Tahun Baru Imlek.
Kampung Ketandan rutin mengadakan Pekan Budaya Tionghoa yang ramai dibanjiri wisatawan. Selain itu, kawasan sekitar Ketandan akan tampak lebih meriah dengan adanya hiasan ornamen khas.
Halaman:

