Advertisement
Source : Canva/@wing-sawitchaya

Ada Apa dengan Malam 1 Suro? Ini Beberapa Hal yang Berkembang di Masyarakat Jawa

Penasaran dengan ada apa saja di malam 1 Suro? Yuk, cari tahu hal-hal yang berkembang di masyarakat Jawa terkait malam 1 Suro di artikel ini!

24 Juni 2025 Zuly Kristanto

Ada Apa dengan Malam 1 Suro? Ini Beberapa Hal yang Berkembang di Masyarakat Jawa – Malam 1 Suro termasuk salah satu malam yang paling istimewa dan dikeramatkan oleh sebagian masyarakat Jawa.

Hal ini dikarenakan di malam 1 Suro ini banyak tradisi adat dan sejumlah laku prihatin yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk merayakannya.

Nah, di artikel ini Mamikos akan memberikan informasi lengkap mengenai apa saja di malam 1 Suro lengkap dengan hal-hal yang berkembang di masyarakat Jawa. Jadi, silakan baca artikel ini untuk memahaminya, ya! 😀👍

Ada Apa dengan Malam 1 Suro?

Ada Apa dengan Malam 1 Suro Ini Beberapa Hal yang Berkembang di Masyarakat Jawa
Canva/@wing-sawitchaya

Masyarakat Jawa hingga sekarang masih banyak yang menganggap malam 1 Suro bukan sekedar malam pergantian tahun dalam sistem kalender Jawa.

Sebab, masih banyak masyarakat Jawa yang menganggap malam 1 Suro sebagai malam yang sarat akan makna budaya dan spiritual sehingga dalam memperingatinya berbeda dengan pergantian malam pergantian tahun dalam kalender Masehi.

Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa untuk memperingati datangnya malam 1 Suro.

Tak hanya menggelar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun untuk menyambut kehadirannya, tetapi ada beberapa laku tertentu yang dilakukan oleh masyarakat Jawa di malam 1 Suro.

Bahkan, ada beberapa pantangan yang tidak berani dilanggar oleh masyarakat Jawa setiap kali datang malam 1 Suro.

Semua ini dilakukan bukan semata untuk menghormati malam 1 Suro, tetapi juga karena ada yang meyakini dengan melakukan ritual tertentu di malam 1 Suro akan membuat yang menjalankan mendapat keberkahan dari Tuhan dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Namun, apa yang membuat malam 1 Suro ini begitu istimewa di kalangan masyarakat Jawa dibandingkan dengan malam-malam lainnya?

Baca artikel ini hingga selesai agar kamu memahami alasan malam 1 Suro ini dianggap sangat istimewa oleh sebagian masyarakat Jawa.

Malam 1 Suro, Sejarah Singkat, Makna dan Arti Dalam Agama Islam

A. Asal Usul Malam 1 Suro dan Sejarahnya

Malam 1 Suro dimulai saat kalender Jawa resmi digunakan oleh masyarakat Jawa sebagai pengganti sistem kalender Saka.

Sosok yang memiliki peran penting dalam terciptanya kalender Jawa ini adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo yang merupakan raja ketiga yang berkuasa di Kasultanan Mataram Islam.

Dalam proses penciptaan kalender Jawa ini Sultan Agung Hanyokrokusumo menggabungkan kalender Saka (Hindu) dengan kalender Hijriah.

Dengan digabungkannya dua sistem penanggalan ini maka tidak mengherankan apabila pergantian hari di kalender Jawa terjadi setelah matahari terbenam yang tentunya berbeda dengan kalender Masehi yang dimulai saat dini hari.

Adapun tujuan dari diciptakannya kalender Jawa ini adalah untuk menyatukan kaum abangan dan kaum santri yang tinggal di wilayah Kasultanan Mataram Islam.

Di sisi lain, penetapan kalender Jawa di wilayah Kasultanan Mataram Islam ini juga merupakan salah satu bentuk penyebaran agama islam di masa itu.

Hal ini bisa dilihat dari berbagai tradisi peringatan malam 1 Suro yang memiliki nafas islam tanpa meninggalkan kejawaannya.

Selain itu, dengan menetapkan kalender Jawa sebagai sistem penanggalan yang sah. Sultan Agung memiliki cita-cita supaya rakyat Mataram lebih bersatu untuk melawan Belanda.

Apa itu Malam Satu Suro? Keistimewaan, Tradisi, dan Mitos Larangan yang Berkembang di Masyarakat

B. Makna Filosofis Malam 1 Suro

Bulan Suro bagi masyarakat Jawa tidak hanya sebatas malam pergantian tahun, tetapi juga merupakan sebuah simbol yang sangat sakral.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa cara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya malam 1 Suro yang jauh dari hingar-bingar.

Umumnya berbagai cara untuk menyambut datang malam 1 Suro ini lebih menitikberatkan kepada keselamatan dan ketentraman batin.

Halaman:

Advertisement