100+ Kosakata Bahasa Bali Sehari-hari beserta Artinya, Bahasa Halus hingga yang Kasar
Apakah kamu sedang ingin mencari kosakata bahasa Bali yang digunakan dalam bahasa sehari-hari dari yang halus sampai yang kasar? Yuk, temukan rekomendasinya di sini!
100+ Kosakata Bahasa Bali Sehari-hari beserta Artinya, Bahasa Halus hingga yang Kasar – Bahasa Bali termasuk salah satu bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia.
Bahasa Bali tidak hanya dituturkan masyarakat Bali tetapi juga mereka para wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang berwisata di pulau Bali.
Nah, kalau kamu juga ingin mempelajari kosakata bahasa Bali sehari-hari beserta artinya, silakan temukan contohnya di artikel ini, ya! 😀🕍
Daftar Isi
- 100+ Kosakata Bahasa Bali Sehari-hari beserta Artinya
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 1 – 10
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 11 – 20
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 21 – 30
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 31 – 40
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 41 – 50
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 51 – 60
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 61 – 70
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 71 – 80
- Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 81 – 90
- Kosakata Kasar dalam Bahasa Bali
100+ Kosakata Bahasa Bali Sehari-hari beserta Artinya

Bahasa Bali memiliki kemiripan dengan bahasa Jawa yang mengenal beberapa tingkatan bahasa dari yang halus sampai dengan yang kasar.
Beberapa kosakata bahasa Bali juga menyerap dari bahasa Sansekerta, sehingga membuatnya mirip dengan bahasa daerah lain di nusantara.
Biasanya bahasa Bali halus digunakan untuk bertutur dalam acara formal, bertutur dengan mereka yang memiliki kedudukan lebih tinggi, berbicara dengan pendeta atau pemuka agama, meminang wanita, pertemuan resmi desa adat, dan lain-lain.
Sementara untuk bahasa kasarnya, selain digunakan untuk berbicara dengan rekan yang sudah akrab atau sudah dikenal lama.
Terkadang bahasa kasar ini juga digunakan sebagai ungkapan rasa kesal, marah, atau rasa yang tidak disukai seseorang.
Biasanya bahasa ini jarang dipakai dalam pertemuan resmi dan formal. Maka dari itu bagi kamu yang sedang belajar bahasa Bali harus tahu bahasa Bali mana yang halus dan bahasa Bali mana yang kasar.
Di artikel ini, Mamikos akan memberikan beberapa contoh kosakata Bali yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dari yang halus sampai dengan yang kasar. Jadi, cermati dengan baik, ya!
Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 1 – 10
- Wastan tityang memiliki arti [nama saya]
- Punapi gatra? memiliki arti [apa kabar]
- Kenken kabare? memiliki arti [bagaimana kabarnya?]
- Becik-becik manten memiliki arti [baik-baik aja]
- Sampun ngajeng? memiliki arti [sudah makan?]
- Rahajeng semeng memiliki arti [selamat pagi]
- Ngiring sareng-sareng memiliki arti [mari sama-sama]
- Om swastyastu memiliki arti [salam pembuka yang bermakna semoga selamat]
- Nggih sampun memiliki arti [iya sudah]
- Ainggih durusang memiliki arti [iya silakan]
Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 11 – 20
- Rahajeng wengi memiliki arti [selamat malam]
- Matur suksma memiliki arti [terima kasih]
- Ten kenapi memiliki arti [gak apa-apa]
- Tiang tresna ajak Bli memiliki arti [saya cinta sama Bli [merujuk ke lelaki]
- Lakar ngudiang? memiliki arti [mau ngapain?]
- Aji kuda niki? memiliki arti [berapa harganya ini?]
- Ring dija? memiliki arti [dari mana?]
- Numbas memiliki arti [beli]
- Jaen sajan/jaen pisan memiliki arti [enak banget]
- Napi ajengan ne? memiliki arti [apa makanannya?]
Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 21 – 30
- Jagi metaken memiliki arti [mau nanya]
- Dados kirang? memiliki arti [boleh kurang?]
- Ten dados memiliki arti [gak boleh]
- Mangkin nggih? memiliki arti [sekarang ya?]
- Durung/dereng memiliki arti [belum]
- Semeton memiliki arti [saudara]
- Jagi mepamit memiliki arti [mau berpamitan untuk pulang]
- Sampun telah memiliki arti [udah abis]
- Ampura nggih memiliki arti [maaf ya]
- Sampunang sebet memiliki arti [jangan sedih]
Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 31 – 40
- Mulih jani [pulang sekarang]
- Sube tengai ne memiliki arti [udah siang ini]
- Pedalem sajan memiliki arti [kasihan banget]
- Tyang lakar melali memiliki arti [saya akan jalan-jalan]
- Bli memiliki arti [panggilan kakak untuk laki-laki]
- Mbok memiliki arti [panggilan kakak untuk perempuan]
- Ngidih tulung memiliki arti [minta tolong]
- Sampun kayeh/Sampun mesiram? memiliki arti [udah mandi?]
- Adi memedih? memiliki arti [kok ngambek?]
- Jagi kirang? memiliki arti [boleh kurang?]
Kosakata Halus dalam Bahasa Bali 41 – 50
- Meme/biang memiliki arti [panggilan untuk ibu]
- Kuda hargane? memiliki arti [berapa harganya?]
- Bapa/ajik memiliki arti [panggilan untuk ayah]
- Jemak memiliki arti [ambil]
- Dija ngeranjing? memiliki arti [dimana sekolah?]
- Di jumah/puri/griya memiliki arti [di rumah]
- Sampun kelih memiliki arti [udah besar/dewasa]
- Rauh memiliki arti [datang]
- Seduk basange memiliki arti [laper perutku]
- Sampun waneh memiliki arti [udah kenyang]
Halaman:


