17 Contoh Bahasa Daerah yang Sering digunakan di Indonesia beserta Asalnya
Keberagaman bahasa daerah di Indonesia ini menjadi salah satu bentuk dari kekayaan budaya serta identitas masyarakat setempat.
- Indonesia memiliki keanekaragaman bahasa yang sangat besar—Badan Bahasa mencatat sekitar 718 bahasa daerah; contoh yang sering digunakan antara lain Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau, Batak, Aceh, Bali, Sasak, Bugis, Makassar, Toraja, Manado, Dayak, Banjar, Melayu Riau, Nias, serta berbagai bahasa Papua (Mee, Dani, Biak).
- Banyak bahasa daerah punya ciri khas linguistik dan budaya, seperti tingkatan tutur (Jawa, Bali), aksara khas (aksara Jawa, Lontara), serta beragam dialek (mis. Sunda, Melayu Riau) dan pengaruh dari bahasa lain.
- Pelestarian bahasa daerah penting agar tidak punah; secara statistik Bahasa Jawa adalah yang paling banyak penuturnya (~42% di lingkungan keluarga menurut Sensus 2020), sedangkan Bahasa Indonesia berperan sebagai lingua franca dan dituturkan oleh >94% penduduk.
Dikenal dengan keanekaragamannya yang luar biasa, Indonesia merupakan negara yang punya banyak bahasa daerah. Bahasa daerah juga menjadi jati diri bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak punah.
Hingga kini, sebagian masyarakat di Indonesia tetap berkomunikasi dengan bahasa daerahnya masing-masing karena ajaran dari keluarga atau lingkungan masyarakat yang memakai bahasa daerah tertentu.
Nah, dalam artikel ini dijabarkan deretan contoh bahasa daerah yang sering digunakan di Indonesia. 📖✨
Daftar Isi
- Berikut Deretan Contoh Bahasa Daerah yang Sering digunakan di Indonesia
- 1. Bahasa Jawa
- 2. Bahasa Sunda
- 3. Bahasa Madura
- 4. Bahasa Minangkabau
- 5. Bahasa Batak
- 6. Bahasa Aceh
- 7. Bahasa Bali
- 8. Bahasa Sasak
- 9. Bahasa Bugis
- 10. Bahasa Makassar
- 11. Bahasa Toraja
- 12. Bahasa Manado (Melayu Manado)
- 13. Bahasa Dayak
- 14. Bahasa Banjar
- 15. Bahasa Melayu Riau
- 16. Bahasa Nias
- 17. Bahasa Papua (Bahasa Mee, Dani, dan Biak)
Berikut Deretan Contoh Bahasa Daerah yang Sering digunakan di Indonesia

Menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang tersebar di berbagai wilayah.
Keberagaman bahasa daerah di Indonesia ini menjadi salah satu bentuk dari kekayaan budaya serta identitas masyarakat setempat.
Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia perlu sadar diri untuk melestarikan bahasa daerahnya masing-masing agar warisan budaya ini tetap hidup dan tidak punah.
Nah, dari banyaknya bahasa daerah di Indonesia, di bawah ini diuraikan daftar beberapa bahasa daerah yang sering digunakan di Indonesia serta penjelasan singkatnya.
1. Bahasa Jawa
Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar di Indonesia. Dilansir dari liputan6.com, bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan oleh suku Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia dan memiliki sistem yang kompleks dengan beragam tingkatan tutur yang mencerminkan struktur sosial masyarakat Jawa.
Dalam konteks linguistik, bahasa Jawa memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari bahasa-bahasa lain di Indonesia, antara lain:
- Memiliki sistem tingkatan bahasa (unggah-ungguh) yang rumit
- Kaya akan kosakata yang memiliki nuansa makna yang halus
- Menggunakan aksara Jawa yang memiliki nilai estetika dan filosofis
- Memiliki struktur tata bahasa yang berbeda dengan bahasa Indonesia
Pemahaman tentang bahasa Jawa tentunya tidak hanya terbatas pada kemampuan berbicara atau menulis, namun juga meliputi pengetahuan tentang etika dan norma sosial yang terkandung di dalamnya.
Misalnya, penggunaan kata sampeyan untuk “kamu” dalam konteks yang lebih formal, atau panjenengan untuk tingkat yang lebih tinggi lagi.
2. Bahasa Sunda
Bahasa Sunda juga menjadi menempati posisi kedua sebagai bahasa yang memiliki jumlah penutur banyak di Indonesia.
Merupakan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, bahasa ini dituturkan oleh orang Sunda, baik yang tinggal di Jawa Barat maupun di luar provinsi tersebut.
Dilansir situs Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, bahasa Sunda merupakan salah satu dari total 726 bahasa daerah yang ada di Indonesia.
Mengutip situs Peta Bahasa Kemdikbud, bahasa Sunda dituturkan menggunakan dua macam dialek. Yakni dialek [h] dan dialek non [h].
Dialek [h] adalah penuturan bahasa Sunda yang masih merealisasikan bunyi huruf h pada kosakata. Misalnya hujan, hijau, dan sebagainya.
Sedangkan dialek non [h] menghilangkan bunyi huruf h tersebut, menjadi ujan (hujan), ejo (hijau), dan sebagainya.
Bunyi huruf h di belakang kosakata juga kerap tidak dibunyikan pada dialek non [h], seperti jau (jauh) dan uta (muntah). Persentase perbedaan penutur dialek [h] dan non [h] diperkirakan mencapai 60 persen.
3. Bahasa Madura
Bahasa Madura juga menjadi salah satu bahasa daerah dengan penutur banyak di Indonesia. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa daerah yang masih dipertahankan oleh masyarakat suku Madura, baik yang tinggal di Pulau Madura maupun di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Seperti halnya bahasa-bahasa daerah lainnya, Bahasa Madura memiliki kekayaan kosakata, dialek, dan ekspresi budaya yang unik.
Bahasa Madura memiliki pengaruh yang kuat dari bahasa Jawa, terutama dalam kosa kata dan tata bahasa. Misalnya, penggunaan kata-kata sopan yang hampir mirip dengan bahasa Jawa. Hal ini terjadi karena interaksi yang intens antara kedua suku selama berabad-abad.
Namun, meskipun ada pengaruh Jawa, bahasa Madura tetap mempertahankan ciri khasnya, seperti intonasi yang lebih keras dan langsung.
Halaman:



