Source : wikipedia.org

Sebutkan Pemberontakan yang Terjadi pada Masa Awal Kemerdekaan! Cek Penjelasannya

Agar bisa menjawab soal tentang sebutkan pemberontakan yang terjadi pada masa awal kemerdekaan, simak pembahasan daftar pemberontakannya di artikel ini, yuk!

12 Oktober 2026 Fanny

Setelah perjuangan panjang, Indonesia akhirnya dapat meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Namun, nyatanya hal tersebut tidak lantas berjalan dengan lancar.

Pasalnya, diketahui bahwa pada awal-awal masa kemerdekaan, Indonesia mengalami sejumlah pemberontakan yang disebabkan oleh beberapa faktor.

Lantas, ada pemberontakan apa saja yang terjadi? Untuk mengetahui dan menjawab pertanyaan terkait sebutkan pemberontakan yang terjadi pada masa awal kemerdekaan, mari simak pembahasannya di artikel ini sampai akhir.

Berbagai Pemberontakan di Awal Kemerdekaan 

sebutkan pemberontakan yang terjadi pada masa awal kemerdekaan
wikipedia.org
Kronologi G30S/PKI, Dampak dan Akhir Penumpasan Pemberontakan Secara Singkat

1. PKI Madiun – 1948

Pemberontakan PKI Madiun yang terjadi pada 18 September 1948 merupakan pemberontakan yang dilancarkan oleh pihak Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, Jawa Timur. 

Mereka memiliki tujuan untuk dapat menggulingkan pemerintahan Republik Indonesia dan mendirikan negara komunis. Selain itu, faktor pergantian kabinet juga memengaruhi pemberontakan, di mana Kabinet Amir Syarifuddin digantikannya menjadi Kabinet Hatta. 

Namun, pemberontakan gagal karena PKI tidak memperoleh dukungan rakyat. Pemerintah juga bergerak dengan mengutus operasi penumpasan yang dipimpin Kolonel A. H. Nasution.

2. Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) – 1949

Pemberontakan lainnya di masa awal kemerdekaan adalah DI/TII yang terjadi pada tahun 1949. Disebutkan bahwa peristiwa ini menjadi pemberontakan besar karena terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Kalimantan Selatan, Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang merupakan seorang politikus muslim, tidak merasa puas atas kemerdekaan Indonesia yang dibayang-bayangi oleh Belanda. Sehingga, puncaknya pada 7 Agustus 1949 ia memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII) di Tasikmalaya.

Tujuan yang hendak dicapai adalah menjadikan Republik Indonesia sebagai negara teokrasi dengan dasar negara adalah agama Islam.

Pemberontakan DI/TII sendiri dilakukan dengan kekerasan dan perilaku yang tidak menghargai budaya masyarakat setempat. Hal itu pun membuat dukungan minim diraih meskipun bangsa Indonesia mayoritas beragama Islam.

Untuk memadamkan pemberontakan, pemerintah pun bergerak melalui Operasi Pagar Betis dan menangkap Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dan para petinggi lainnya.

3. Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) – 1950

Angkatan Perang Ratu Adil atau APRA adalah kelompok milisi yang dipimpin seorang mantan perwira KNIL, Raymond Westerling. Ia memiliki keinginan untuk dapat mempertahankan dan menolak pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS).

Tidak hanya itu saja, pemberontakan yang APRA lakukan juga didasari oleh ketidakpuasan atas golongan pro-Belanda dari hasil Konferensi Meja Bundar di tahun 1949.

Di tahun 1950, APRA berkembang menjadi pasukan tempur berkekuatan 2.000 orang yang semula dari unit-unit pertahanan diri di wilayah pedesaan. Westerling juga bersekongkol dengan Sultan Hamid II untuk melancarkan kudeta. 

Meskipun awalnya berhasil menyerang Bandung, tetapi upaya Westerling pun gagal yang menyebabkannya melarikan diri ke Belanda. Tindakan APRA membuat Sultan Hamid II ditahan sekaligus mempercepat pembubaran Republik Indonesia Serikat.

4. Andi Azis – 1950

Andi Azis merupakan mantan perwira KNIL yang memiliki pendapat berbeda terhadap rencana penyatuan Negara Indonesia Timur (NIT) ke NKRI. Ketidaksetujuannya tersebut membuat ia menyerang sektor penting militer di wilayah Indonesia Timur. 

Ia menyerang markas APRIS dan melakukan penyanderaan pada beberapa perwiranya. Setelah menguasai Makassar, ia juga menyatakan jika NIT harus dipertahankan dan menuntut tanggung jawab terhadap gangguan keamanan di wilayah Indonesia Timur kepada para perwira APRIS yang ia nilai dalangi oleh pemerintah. 

Tetapi, pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu saat pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel Soeharto dan juga Kolonel Alex Kawilarang datang ke Makassar dan hanya mendapat perlawanan ringan.

Pemerintah Indonesia pun memerintahkan Andi Azis untuk bertanggung jawab sekaligus melapor, hingga akhirnya ditangkap pada 15 April 1950.

5. Republik Maluku Selatan (RMS) – 1950

Pemberontakan RMS dipimpin oleh Christian Robert Steven Soumokil ternyata merupakan lanjutan dari pemberontakan Andi Azis sebelumnya. 

Ia menghimpun kekuatan dari sejumlah tokoh mantan anggota KNIL Ambon dan mendeklarasikan RMS. Tujuan dari pergerakan ini adalah agar dapat memisahkan Buru, Ambon, dan Seram dari NKRI. 

Pemerintah Indonesia pun bertindak dengan jalur diplomasi terlebih dahulu, tetapi hal tersebut ditoleh oleh RMS. 

Kemudian, pemerintah berhasil mengamankan RMS dan sisa pendukung Andi Azis melalui pengiriman APRIS. RMS benar-benar dapat ditumpas pada tahun 1963 setelah ditangkapnya Soumokil dan menjatuhkan hukuman mati padanya.

6. PRRI/Permesta – 1957

PRRI dan Permesta adalah suatu gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh beberapa tokoh sipil dan militer di Sulawesi dan Sumatera. Tujuannya adalah menuntut otonomi yang lebih besar bagi berbagai daerah yang ada di luar Jawa.

Awalnya, pemberontakan hanya menuntut perihal pemerataan pembangunan, sampai akhirnya ditunggangi oleh AS. Meskipun begitu, pada akhirnya Indonesia tidak mau kalah dan menumpas pemberontakan dengan operasi militer. 

Merujuk pada jurnal Pemberontakan PRRI dan Permesta: Ketegangan Politik Di Awal Orde Lama (1957-1958) dari Subhan Rizki Dayani, dkk dijelaskan bahwa peristiwa ini tidak hanya dapat dipahami sebagai perlawanan atau gejala separatisme terhadap kekuasaan negara. 

Namun, kejadian ini menggambarkan kompleksitas dari situasi politik Indonesia pasca-kemerdekaan, khususnya dalam hal pengelolaan ekonomi nasional, distribusi kekuasaan, serta dominasi elite politik dan militer di pusat.

Pemberontakan PRRI Permesta 1957, Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, dan Berakhirnya

Penutup

Demikian, penjelasan mengenai sejumlah pemberontakan untuk menjawab pertanyaan tentang sebutkan pemberontakan yang terjadi pada masa awal kemerdekaan. Semoga membantu.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta