Advertisement
Source : unsplash/@SumUp

Apa yang dimaksud dengan Sistem Payroll? Ini Manfaat Bagi Perusahaan dan Karyawan

Temukan berbagai cara untuk mengatur sistem penggajian karyawan yang mudah dan akurat!

14 Agustus 2025 Nuril Hidayah

3. Lembur

Upah lembur adalah kompensasi yang dibayarkan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal sesuai ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan. 

Perhitungan lembur biasanya menggunakan rumus khusus berdasarkan gaji pokok dan jumlah jam lembur. Tarif lembur diatur secara jelas dalam regulasi pemerintah untuk menjamin hak karyawan.

4. Bonus atau Insentif

Bonus adalah bentuk penghargaan tambahan yang diberikan atas pencapaian tertentu, seperti target penjualan, keberhasilan proyek, atau kinerja tahunan yang baik. 

Sementara insentif biasanya diberikan secara rutin berdasarkan indikator kinerja individu atau tim. Besarannya bervariasi dan sering kali menjadi motivasi tambahan bagi karyawan untuk meningkatkan produktivitas.

5. Potongan

Potongan merupakan pengurangan dari total gaji kotor karyawan sebelum dibayarkan. Potongan ini dapat meliputi:

  • Pajak Penghasilan (PPh 21) sesuai peraturan perpajakan di Indonesia.
  • Iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang wajib dibayarkan karyawan sesuai ketentuan.
  • Potongan Koperasi atau Pinjaman yang diambil oleh karyawan.
  • Potongan Disiplin atau Denda akibat pelanggaran atau kerusakan aset perusahaan.

6. Take Home Pay

Take Home Pay adalah jumlah akhir yang diterima karyawan di rekening setelah semua potongan dilakukan dari total gaji kotor. 

Inilah nominal yang dapat digunakan karyawan untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, atau pengeluaran lainnya. Take Home Pay menjadi indikator paling nyata dari pendapatan bersih karyawan setiap bulan.

Jenis-Jenis Sistem Payroll

Sebelum teknologi secanggih sekarang, banyak perusahaan mengelola payroll secara manual. Kini, ada berbagai pilihan sistem yang bisa digunakan, tergantung kebutuhan dan skala perusahaan.

1. Payroll Manual

Metode ini dilakukan menggunakan spreadsheet (misalnya Microsoft Excel) atau catatan tulis tangan di buku kerja. Biasanya cocok untuk usaha kecil dengan jumlah karyawan di bawah 10 orang.

  • Kelebihan: Biaya murah, fleksibel, dan mudah dipelajari.
  • Kekurangan: Rawan human error, memakan waktu lama, dan sulit digunakan jika jumlah karyawan banyak.

Contoh Penggunaan:

  • Microsoft Excel dengan template perhitungan gaji
  • Google Sheets untuk spreadsheet online yang bisa diakses bersama

2. Payroll Semi Otomatis

Metode ini menggunakan software perhitungan seperti Excel, tapi beberapa proses, misalnya input data absensi dan lembur, tetap dimasukkan secara manual. Biasanya digunakan oleh usaha kecil-menengah.

  • Kelebihan: Lebih cepat dibanding manual, bisa menggunakan formula untuk menghitung otomatis.
  • Kekurangan: Masih berisiko salah hitung jika input data keliru, dan tidak terintegrasi dengan absensi secara otomatis.

Contoh Software:

  • KaryaONE (fitur payroll sederhana + input manual)
  • Zahir Payroll (lokal, cocok untuk UMKM)
  • Excel Payroll Template (dengan formula PPh 21 dan BPJS)

3. Payroll Otomatis (Software Payroll)

Metode ini menggunakan aplikasi atau sistem berbasis cloud yang terintegrasi langsung dengan absensi, lembur, dan potongan. Hitungannya otomatis dan bisa menghasilkan slip gaji digital. Cocok untuk perusahaan menengah hingga besar.

  • Kelebihan: Hemat waktu, minim kesalahan, data aman, akses mudah dari mana saja, dan biasanya sudah sesuai regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.
  • Kekurangan: Ada biaya langganan atau pembelian lisensi, tapi biasanya sebanding dengan manfaatnya.
Perhitungan THR Idul Fitri 2026 untuk Karyawan dengan Masa Kerja beserta Contohnya 

Contoh Software:

  • Talenta by Mekari (populer di Indonesia, terintegrasi HRIS)
  • Gadjian (lokal, fokus pada UMKM dan startup)
  • Sleekr Payroll (sekarang tergabung ke Talenta)
  • KaryaONE Payroll Pro (versi otomatis terintegrasi)
  • Jibble (internasional, untuk absensi dan payroll)

Halaman:

Advertisement