Arti Maksud “People Pleaser”: Ciri-ciri, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
People pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya.
Arti Maksud “People Pleaser”: Ciri-ciri, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya – Apakah kamu termasuk orang yang mudah kasihan dan enggan menolak ketika dimintai pertolongan?
Atau, apakah kamu sering merasa tidak enakan hingga pekerjaan kamu menjadi terbengkalai di kantor? Jika iya, bisa jadi kamu adalah seorang people pleaser.
Lantas, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan people pleaser? Apakah berbahaya? Dan bagaimana ciri, penyebab hingga cara mengatasinya? Ketahui jawabannya dari ulasan berikut ini.
Daftar Isi
Berikut Penjelasan Maksud People Pleaser Lengkap Dengan Ciri, Penyebab, Dampak Hingga Cara Mengatasi

“Sebenarnya kamu tidak ingin, namun kamu tidak enak jika menolak.” Seringkah terlintas di benakmu demikian? Jika iya, bisa jadi kamu adalah seorang people pleaser.
Sebenarnya, baik kepada orang lain dan membuat orang-orang di sekitar senang dengan kamu sebenarnya tidak masalah.
Namun, beberapa orang cenderung menjadi people pleaser dan selalu ingin menyenangkan orang lain dengan cara yang berlebihan, bahkan dengan cara yang tidak seharusnya.
Tahukah kamu bahwa sifat people pleaser ini bukanlah kebiasaan yang baik dan bisa menurunkan kualitas hidupmu?
Yuk ketahui lebih banyak lagi tentang people pleaser dengan membaca artikel ini hingga bagian akhir.
Sekilas Tentang People Pleaser
Menurut kamus Cambridge, people pleaser mengacu pada istilah bagi seseorang yang sangat peduli dengan perasaan orang lain terhadap dirinya. Atau selalu ingin kerabat atau saudara terdekat menerima seluruh perbuatannya.
Seseorang yang merupakan people pleaser akan sigap membantu dan bersikap baik hati ketika ada siapa saja yang kesusahan.
Hal ini tentu tidak terdengar buruk, namun jika dilakukan sering kali akan menimbulkan dampak emosional.
Seorang terapis di Oregon, Erika Myers yang dilansir dari Healthline, menyatakan bahwa selalu menyenangkan orang lain dapat menyebabkan masalah psikologis.
Dorongan untuk membuat orang lain suka dapat merusak diri-sendiri. Hal ini juga berpotensi membiarkan keinginan orang lain terkabul terlebih dahulu daripada kebutuhan diri sendiri.
Perlu diketahui pula bahwa people pleasure juga bisa membuang energi dan waktu demi rasa senang orang terkasih, lho.
Ciri-ciri People Pleaser
Dilansir dari WebMD, ada sejumlah gejala orang-orang yang mengalami people pleaser, antara lain:
1. Setuju dengan Semua Keputusan
Pada umumnya, seorang people pleaser akan bersikap sopan dan serius mendengarkan obrolan. Ketika sedang bermusyawarah, seorang people pleaser akan berupaya mengatakan ‘iya’ atau ‘sepakat’ karena takut menyakiti perasaan lawan bicara.
2. Meminta Maaf Meskipun Tak Salah
Tanda-tanda people pleaser yang sering terlihat selanjutnya ialah seolah-seolah seluruh kesalahan menjadi tanggung jawabnya. Meskipun sebuah kesalahan bukan perbuatannya, dia tidak ragu untuk memohon maaf.
3. Tak Kuasa Berkata Tidak
Seorang people pleaser akan kesulitan berkata tidak atau menolak permintaan bantuan. Beberapa orang justru memanfaatkan hal ini sehingga seorang people pleaser kerap dipermainkan.
4. Mengubah Kepribadian Tergantung Lingkungan
Demi menjaga citra yang baik, seseorang people pleaser akan mengubah perilaku tergantung dengan siapa dia berbicara. Tujuannya untuk menghindari konflik dan menyesuaikan diri secara sosial.
5. Harga Diri Tergantung Penilaian Orang Lain
Ciri people pleaser yang mudah dikenali berikutnya ialah membutuhkan validasi dari orang lain. Cara pandang teman atau pasangan termasuk kata-kata pujian bisa meningkatkan rasa percaya dirinya.
Penyebab People Pleaser
Sebenarnya tidak ada penyebab tunggal kecenderungan seseorang bersikap ingin menyenangkan orang lain. Namun, ada kombinasi beberapa faktor yang menjadi pemicunya menurut Healthline, diantaranya:
1. Trauma Masa Lalu
Perilaku menyenangkan orang lain terkadang timbul akibat respon rasa takut terhadap pengalaman masa lalu. Korban pelecehan atau kekerasan berusaha memenuhi kebutuhan orang lain demi meraih rasa aman.
Halaman:


