Arti Maksud “People Pleaser”: Ciri-ciri, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
People pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya.
2. Rendah Diri
Penyebab people pleaser berikutnya ialah memiliki persoalan harga diri begitu rendah. Biasanya seseorang sangat khawatir dengan identitas diri-sendiri dan sering tidak pede.
3. Takut akan Penolakan
Seseorang yang sudah mengalami people pleasing juga sangat menghindari kritikan dan hukuman. Dia akan berusaha meminimalisir kesalahan demi rasa senang dari orang lain.
Kenali Tanda People Pleaser
Tanda yang paling terlihat dari seorang people pleaser adalah sulit untuk mengatakan tidak atau menolak permintaan seseorang.
People pleaser cenderung berusaha keras untuk melakukan hal yang diminta orang lain demi kebahagiaan orang tersebut. Selain itu, ada beberapa tanda yang bisa dikenali pada people pleaser dikutip dari Alodokter, antara lain:
- Merendahkan diri sendiri
- Selalu setuju dengan pendapat orang lain dan mengabaikan pendapat pribadi untuk menghindari perdebatan
- Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain
- Meminta maaf atas hal-hal yang sebenarnya tak perlu
- Menyalahkan diri sendiri
- Tidak memiliki banyak waktu luang untuk diri sendiri
- Merasa takut jika ada orang yang marah
- Membutuhkan pujian untuk merasa berharga
- Tidak pernah mengakui perasaan sendiri, baik itu saat sedih atau marah
- Selalu mau membantu orang lain, tapi sungkan menerima bantuan
Dampak People Pleaser
Menjadi seorang people pleaser tentu akan merugikan diri sendiri dan berdampak buruk bagi kesehatan mental diri sendiri. Nah, berikut ini adalah beberapa dampak menjadi people pleaser bagi kesehatan mental:
1. Stres
Stres merupakan dampak paling umum yang sering people pleaser rasakan akibat berusaha terlalu keras untuk menyenangkan orang lain.
Seorang people pleaser akan merasa stress ketika mereka merasa kewalahan atau tidak mampu untuk mengatasi sesuatu.
Misalnya, beban kerja tinggi, jadwal yang padat, atau daftar tugas yang panjang karena menyenangkan orang lain bisa membuat people pleaser lama kelamaan menjadi stres.
Tidak bisa bersikap apa adanya, atau mengabaikan keinginan atau kebutuhan mereka yang sebenarnya juga bisa menyebabkan pelaku mengalami stres atau cemas, lho.
2. Kelelahan
Bersikap terlalu berlebihan atau terlalu ceria di hadapan orang lain, tentu lama kelamaan bisa melelahkan secara mental dan fisik.
3. Mengabaikan diri sendiri
Selain itu, dampak dari people pleaser juga menyebabkan seseorang tidak memiliki waktu dan energi yang cukup untuk memerhatikan diri mereka sendiri.
Akibatnya, mereka menjadi tidak sempat merawat kebersihan pribadi dan penampilan diri sendiri ataupun fokus dengan kesehatan mental dan fisik, serta karir mereka sendiri.
4. Kebencian
People pleaser juga dapat membenci diri mereka sendiri karena kesulitan untuk menolak permintaan orang lain, lho.
Hal ini menyebabkan people pleaser menjadi marah atau frustrasi. Perasaan ini bisa bermanifestasi sebagai perilaku agresi pasif, yakni ketika seseorang mengungkapkan kemarahannya secara tidak langsung, misalnya melalui lelucon atau sarkasme.
5. Masalah hubungan
Ketika seseorang people pleaser tidak merasa bahagia, tentu dapat memengaruhi hubungannya. Misalnya, people pleaser mungkin merasa pasangannya memanfaatkan kesediaannya untuk membantu, sehingga menimbulkan konflik.
6. Kehilangan identitas
Seseorang yang terlalu memikirkan untuk menyenangkan orang lain mungkin menjadi kurang sadar akan apa yang sebenarnya mereka inginkan atau rasakan.
Hal ini tentunya bisa menyebabkan mereka kurang memahami kebutuhan atau siapa diri mereka, lho.
Cara Mengatasi Menjadi People Pleaser
Memiliki kebiasaan menyenangkan orang lain memang tidak mudah. Meskipun begitu, bukanlah hal yang mustahil untuk mengurangi perilaku ini.
Situs Healthline, memberikan beberapa tips menangani people pleaser yang bisa dicoba, antara lain:
1. Menunjukkan Kebaikan dengan Bersungguh-sungguh
Sebelum menawarkan bantuan, ada baiknya pertimbangkan tindakan tersebut mempengaruhi perasaan kamu atau tidak. Lakukan kebaikan hanya karena kamu berniat, bukan sekadar menyenangkan orang lain, ya.
Halaman:


