Beli Rumah atau Ngontrak, Mana yang Menguntungkan? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Beli rumah atau ngontak? Ada situasi yang lebih menguntungkan untuk beli dan ada situasi yang lebih untung kalau ngontrak.
2. Keterbatasan Personalisasi
Kekurangan dari ngontrak selanjutnya adalah adanya keterbatasan personalisasi. Hal ini berarti penyewa tidak bisa melakukan perubahan pada properti sesuai yang diinginkan, apalagi perubahannya bersifat major.
Perubahan hanya bisa dilakukan oleh pemilik properti. Penggantian desain interior maupun eksterior semua keleluasaannya ada di tangan pemilik.
3. Ketidakpastian Tempat Tinggal
Kekurangan terakhir dari ngontrak adalah tidak adanya kepastian tempat tinggal. Tempat tinggal merupakan identitas bagi individu atau anggota keluarga. Namun, dengan tidak adanya tempat tinggal yang tetap maka bisa membuat identitas alamat terus berganti.
Hal ini bisa sedikit menyulitkan tidak hanya penyewa tapi juga pemerintah setempat saat ada sensus penduduk atau pun pendataan lainnya.
Dalam kasus yang lebih ekstrim kadang ada juga owner yang tiba-tiba menghentikan penyewaan propertinya sehingga penyewa harus pindah saat itu juga.
Demikianlah beberapa kekurangan dari ngontrak. Dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya, ngontrak juga memiliki kekurangan seperti ketidakstabilan tempat tinggal dan personalisasi yang terbatas.
Penutup
Beli atau ngontrak? Mana yang lebih menguntungkan? Tentu beli rumah lebih menguntungkan karena ada nilai investasinya. Tetapi keputusan untuk beli rumah atau ngontrak kembali lagi kepada kebutuhan yang ada. 🏠 💵
Menyewa cocok bagi individu yang memang memiliki dana terbatas tapi menginginkan fleksibilitas karena pekerjaan atau keseharian.
Beli rumah cocok untuk yang sudah punya dana dan ingin menetap sehingga memiliki tempat tinggal yang stabil untuk menjalani kehidupan.
Terima kasih telah menyimak hingga sejauh ini. Semoga bermanfaat! ☺️
FAQ
Tanggung jawab kerusakan rumah kontrakan tergantung penyebabnya: penyewa bertanggung jawab atas kerusakan akibat kelalaian atau penggunaan yang tidak wajar, pemilik bertanggung jawab atas kerusakan karena usia bangunan, cacat bawaan, atau perbaikan besar.
Tergantung kebutuhan dan niat dari individu. Untuk yang ingin menetap, maka beli rumah cocok. Untuk yang masih harus berpindah-pindah, maka menyewa lebih cocok.
Umumnya, pembeli cash harus membayar BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar 5% dari harga jual.
Harga rumah naik terus: menurut data Bank Indonesia dan BTN, harga rumah naik 7-10% per tahun. Sementara itu, kenaikan gaji rata-rata hanya sekitar 3-5%.
Dengan gaji Rp 4 juta, Anda bisa membeli rumah subsidi dengan harga maksimal sekitar Rp 141 juta hingga Rp 224 juta, tergantung tenor cicilan dan kebijakan bank, dengan cicilan ideal tidak lebih dari Rp 1,2 juta per bulan (30% gaji) agar tidak mengganggu biaya hidup.
Referensi:
Sewa vs Beli Rumah: Manakah yang Lebih Cuan dan Menguntungkan? [Daring]. Tautan: https://www.banksinarmas.com/id/artikel/sewa-vs-beli-rumah
Beli Rumah atau Sewa: Mana yang Lebih Menguntungkan? [Daring]. Tautan: https://blubybcadigital.id/blog/beli-rumah-atau-sewa-mana-yang-lebih-menguntungkan
Beli vs Sewa Rumah, Mana yang Lebih Menguntungkan? [Daring]. Tautan: https://www.pinhome.id/blog/beli-vs-sewa-rumah/
Membeli dan Mengontrak Rumah, Lebih Untung Mana? [Daring]. Tautan: https://ringkas.co.id/en/blog/tips/membeli-dan-mengontrak-rumah-lebih-untung-mana/
Halaman:
