Advertisement
Source : DetikNews

Biografi Gus Dur Dr. K.H. Abdurrahman Wahid Singkat dan Jelas beserta Strukturnya Lengkap

Gus Dur adalah salah satu presiden yang sampai sekarang masih sangat dikagumi. Kenapa bisa begitu, ya? Yuk, simak biografi Gus Dur dari Mamikos berikut ini!

2 Januari 2024 Zakiyah

Keluarga Gus Dur

Berdasarkan biografi Gus Dur, terbukti bahwa keluarga beliau memang keluarga yang sangat aktif dalam mensyiarkan agama islam, namun juga tetap berpolitik.

Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, adalah sosok ulama dan politisi yang memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia serta mendirikan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. 

Ibu Gus Dur, Hajah Sholichah, memberikan kontribusi melalui perannya sebagai ibu yang mendukung dan mempertahankan nilai-nilai keislaman di dalam rumah tangga. 

Saudara-saudara Gus Dur, seperti Kyai Husein Wahid dan Kyai Solahuddin Wahid, turut aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. 

Anak-anak Gus Dur, seperti Yenny Wahid dan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (Gus Nadia), melanjutkan warisan keluarga dengan terlibat dalam kegiatan politik, sosial, dan kemanusiaan. 

Meskipun Gus Dur telah tiada, keluarganya tetap menjadi pelanjut nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan kesejahteraan sosial yang menjadi ciri khasnya. 

Cucu-cucu Gus Dur juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang menghormati dan melanjutkan warisan spiritual dan sosial keluarga ini.

Mengenal Biografi Ir.Soekarno Sebagai Bapak Proklamator Indonesia

Pendidikan di Mesir Gus Dur

Selain menempuh pendidikan di Indonesia, Gus Dur juga sempat menempuh pendidikan di luar negeri.

Berdasarkan biografi Gus Dur disebutkan bahwa pada tahun 1963, Gus Dur berkesempatan mendapatkan beasiswa Kementerian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. 

Kemudian Gus Dur belajar ke Mesir pada November 1963. Walaupun Gus Dur sudah jago bahasa arab karena menempuh pendidikan pesantren, namun beliau tetap harus mengambil kelas remedial bahasa sebelum belajar di sana.

Namun, Gus Dur tidak bisa memberikan bukti bahwa beliau sudah pandai berbahasa arab, jadi mau tidak mau beliau harus mengikuti aturan dari pemerintah Mesir tersebut. 

Saat di Mesir beliau suka menonton film dari Eropa dan Amerika.

Tak hanya itu, berdasarkan biografi Gus Dur, diketahui juga bahwa beliau adalah penggemar pertandingan sepak bola. Tak heran jika Gus Dur sering menontonnya.

Saat belajar di luar negeri, Gus Dur aktif si Asosiasi Pelajar Indonesia dan menjadi jurnalis majalah di asosiasi tersebut. 

Halaman:

Advertisement