Advertisement
Source : tirto.id

Biografi Kapitan Pattimura Lengkap, Sejarah Perjuangan, Pendidikan, Hingga Wafatnya

Kali ini Mamikos akan mengulas tentang biografi Kapitan Pattimura yang bisa menambah wawasanmu.

28 Desember 2023 Zuly Kristanto

Hal ini tentu menjadi modal sekaligus menumbuhkan semangat dan tekad masyarakat Maluku untuk melawan pihak Belanda.

Pada waktu itu, banyak perwira Maluku yang pernah belajar ilmu militer dari Inggris melakukan pemberontakan di sejumlah daerah.

Salah satu nama yang sangat disegani di waktu itu adalah Kapitan Pattimura.

Kepiawaiannya dalam mengatur siasat dan keberaniannya di medan tempur membuatnya dipilih sebagai pemimpin perjuangan rakyat Maluku.

Biografi Sunan Muria Singkat dari Lahir Sampai Wafat beserta Metode Dakwah dan Karyanya

Pertempuran di Benteng Duurstede

Diantara peperangan yang pernah dilalui oleh Kapitan Pattimura dan pasukannya yang paling epik adalah pertempuran yang terjadi di Benteng Duurstede.

Dalam peperangan ini Kapitan Pattimura berhasil merebut benteng pertahan milik Belanda itu dengan menghabisi Residen Van der Berg beserta dengan seluruh pasukannya.

Bahkan dalam sejumlah catatan disebutkan peristiwa yang terjadi pada 16 Mei 1817 ini turut menewaskan hampir seluruh keluarga Van der Berg.

Keberhasilan Kapitan Pattimura dan pasukannya dalam merebut benteng pertahanan milik Belanda ini tentu menjadi kabar bahagia bagi segenap rakyat Maluku.

Tetapi, di sisi lain kabar tentang jatuhnya benteng Duurstede ini berhasil membuat murka Gubernur Belanda untuk Maluku.

Sang Gubernur merasa apabila kejadian ini tidak ditanggapi dengan serius dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar di kemudian hari.

Maka dari itu sebelum perlawanan lebih meluas, Gubernur Belanda untuk Maluku segera mengatur siasat dan mengirimkan pasukan dalam jumlah lumayan banyak untuk menghentikan kekacauan yang tengah terjadi.

Perlawanan Pasukan Belanda

Pada 20 Mei 1817, Gubernur Belanda untuk Maluku memerintahkan Mayor Pioneer Beetjes untuk segera menghentikan kekacauan di Maluku.

Dalam menjalankan perintah ini, sang mayor membawa sebanyak 112 marinir dan pelaut ditambah dengan 188 prajurit garnisun.

Para tentara Belanda yang berada di bawah komando langsung Mayor Pioneer Beetjes datang ke Maluku dengan menaiki dua kapal, yakni kapal Nassau dan kapal Eversten.

Ketika tiba, pasukan Belanda ini mendarat di Saparua. Mendengar kedatangan pasukan Belanda yang cukup besar ini Kapitan Pattimura segera mengatur siasat.

Ia segera menyiapkan pasukannya yang sejumlah 1.000 orang pejuang rakyat untuk berjaga di sepanjang teluk Saparua sampai dengan teluk Haria.

Halaman:

Advertisement