Biografi Raden Dewi Sartika Singkat dan Jelas dari Lahir hingga Wafat
Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan biografi singkat dari Raden Dewi Sartika. Yuk, baca artikelnya hingga selesai!
Tahun 1906 Raden Dewi Sartika menikah dengan seorang laki-laki yang bernama Raden Kanduruan Agah Suriawinata.
Beruntung bagi Raden Dewi Sartika karena sang suami memiliki keinginan yang sama dengan Raden Dewi Sartika yakni mencerdaskan rakyat.
Hal inilah yang membuat Raden Dewi Sartika semakin semangat untuk mengembangkan dan memberikan pendidikan bagi anak-anak perempuan.
Pada tahun 1909, angkatan pertama sekolah Raden Dewi Sartika lulus.
Beberapa dari lulusan yang memiliki cita-cita seperti Raden Dewi Sartika turut memberikan pendidikan yang mereka peroleh kepada anak-anak perempuan di daerahnya.
Hal inilah yang kemudian membuat sekolah milik Raden Dewi Sartika dapat berkembang dengan begitu pesat.
Setidaknya di tahun 1909, di daerah Pasundan sudah terdapat sembilan sakola istri yang berada di kawasan perkotaan dengan puluhan siswa.
Memasuki tahun 1914 atau tepat sepuluh tahun dari berdirinya sakola istri, Raden Dewi Sartika memutuskan untuk mengganti namanya dengan Sakola Kautaman Istri.
Di tahun ini hanya tiga kota di daerah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautaman Istri.
Apa yang dilakukan Raden Dewi Sartika juga menginspirasi anak didiknya untuk mendirikan sekolah di daerah Bukittinggi.
Bulan September 1929 Raden Dewi Sartika mengadakan peringatan hari jadi sekolahnya yang kala itu sudah memasuki 25 tahun.
Bersamaan dengan peringatan itu nama sekolah dari semula Sakola Kautaman Istri diubah menjadi Sakola Raden Dewi.
Menjelang Akhir Hayat
Selama berpuluh-puluh tahun, Raden Dewi Sartika terus mendedikasikan hidupnya untuk memberikan pendidikan bagi kaum wanita.
Saat Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya, Raden Dewi Sartika terus berjuang untuk mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan.
Walau sudah memproklamasikan kemerdekaannya, bukan berarti kondisi Indonesia yang kala itu masih muda aman.
Belanda yang masih bernafsu untuk kembali menguasai Indonesia melakukan sejumlah aksi militer.
Salah satunya adalah dengan melancarkan agresi militer. Adanya agresi militer Belanda yang terjadi di tahun 1947 ini membuat Raden Dewi Sartika mengungsi demi keamanan.
Saat itu, Raden Dewi Sartika dianggap sebagai sosok yang berpengaruh sehingga harus selalu berpindah tempat demi keamanan.
Halaman:

