Advertisement
Source : pixabay.com/@sergeitokmakov

10 Cara Investasi Saham Modal Kecil yang Menguntungkan, Cocok untuk Pemula!

Semua orang bisa berinvestasi saham kendati pun dengan modal kecil bila tahu cara tepat melakukannya. Seperti apa? Simak caranya di sini!

11 April 2025 Uyo Yahya

5. Gunakan Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)

Cara investasi saham modal kecil selanjutnya adalah menggunakan strategi Dollar Cost Averaging. Ini adalah strategi saat kamu melakukan investasi sejumlah uang secara berkala seperti setiap bulan atau setiap minggu untuk memiliki aset, baik saham maupun reksadana saham.

Strategi ini mampu mengurangi resiko pembelian saham harga tinggi sehingga saat saham tutun dengan total uang yang sama, kamu tetap dapat lebih banyak lot saham.

Bila saham naik, maka kamu akan mendapatkan lot yang lebih sedikit. Jangka panjangnya, strategi ini akan memberimu nilai atau harga rata-rata pembelian lebih baik dan juga mampu mengurangi dampak volatilitas pasar.

Pertama, tentukanlah seberapa besar jumlah yang yang akan kamu investasikan secara berkala. Lakukanlah secara disiplin sehingga tidak terpengaruh naik dan turun harga saham jangka pendek.

Cara Pinjam Saldo DANA Langsung Cair Tanpa Ribet Lewat Aplikasi 2025

6. Fokus pada Investasi Jangka Panjang

Fokuslah pada investasi jangka panjang karena pasar saham jangka pendek lebih fluktuatif. Hanya dalam hitungan hari atau pun minggu, harga pasar saham selalu naik dan turun dan menunjukan angka yang signifikan.

Investasi saham memang sebaiknya ditujukan untuk lebih dari satu tahun. Minimal, saham bisa terlihat perkembangan atau pertumbuhannya saat menyentuh durasi waktu 3 hingga 5 tahun.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa investasi jangka panjang cenderung menghasilkan imbal lebih tinggi. Dengan hal ini pula, kamu memberi waktu kepada perusahaan sekuritas untuk senantiasa berkembang dan pulih apabila terjadi penurunan harga saham jangka pendek.

Selain itu, selalu hindari kemungkinan panic selling atau tindakan menjual saham saat harga turun karena panik. Hal ini seringnya hanya menjadi boomerang dan malah rugi.

Dari awal berinvestasi, tetapkan apa tujuan investasi kamu seperti untuk biaya pendidikan anak, dana pensiun, atau dana untuk membeli rumah. Lalu, mantapkan pilihan pada saham perusahaan dengan reputasi baik dan juga prospek bisnis baik dalam jangka panjang.

7. Lakukan Riset dan Analisis

Sebelum membeli saham, penting untuk melakukan riset dan analisis terhadap perusahaan tersebut. Ada dua jenis analisis utama:

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli saham perusahaan, pastikan kamu telah secara matang melakukan riset dan juga analisis terhadap perusahaan tersebut. 

Setidaknya kamu melakukan dua jenis analisis utama. Yang pertama, analisis fundamental dimana kamu melakukan analisa terhadap kondisi keuangan perusahaan seperti kas, neraca, dan laporan laba rugi. 

Selain itu juga analisa terhadap prospek, kompetisi, dan manajemen. Hal ini memiliki tujuan agar kamu bisa menilik nilai intrinsik atau sebenarnya dari sebuah saham perusahaan.

Analisis kedua adalah analisis teknikal dimana kamu melihat bagaimana pergerakan pasar saham dan juga volume perdagangannya di masa lampau. Hal ini bisa menjadi acuan pergerakannya di masa depan. Grafik biasanya digunakan untuk analisis ini dan melibatkan hal teknikal.

Riset dan analisis memberikanmu rasa percaya diri saat mengambil keputusan investasi sehingga bisa menghindari pembelian saham hanya karena adanya rekomendasi tanpa dasar yang kuat.

Kamu bisa mulai dengan membaca laporan keuangan perusahaan yang sahamya ingin kamu beli. Baca juga berita dan analisis pasarnya serta jangan bosan untuk belajar bagaimana cara melakukan analisis fundamental dan teknikal dari berbagai sumber.

Langsung Cair! 9 Aplikasi Pinjaman 200 300 Ribu tanpa KTP

8. Diversifikasi Portofolio

Bila satu saham telah berkembang, jangan lupa untuk melakukan diversifikasi portofolio. Strategi untuk mengurangi risiko dengan cara tidak menginvestasikan seluruh modal hanya pada satu jenis saham.

Misal, tidak hanya membeli saham dari perusahaan perbankan, tapi kamu juga membeli dari sektor lain seperti konsumer, energi, dan infrastruktur.

Bila satu dari sektor industri tempatmu menaruh saham mengalami kerugian, maka tidak akan terlalu terasa kerugiannya karena kamu masih punya sektor lain yang berjalan lancar.

Halaman:

Advertisement