Cara Menghitung Biaya Total beserta Contoh Soal dan Pembahasannya
Salah satu dasar penguasaan ilmu akuntansi adalah menghitung biaya total. Bagi kamu yang masih kesulitan, coba baca artikel ini.
Menghitung Biaya Total dari Sebuah Investasi
Umumnya, biaya total dari investasi lebih besar dari jumlah dana yang kamu sisihkan untuk berinvestasi itu sendiri.
Cara menghitung biaya total dari sebuah investasi dimulai dari menentukan jumlah uang yang kamu pasang dalam berinvestasi.
Sebagai informasi bahwa konsultasi investasi baru akan bekerja jika kamu bersedia membayarnya.
Kamu boleh menentukan metode pembayarannya, apakah dengan honor tertentu atau dalam bentuk komisi.Â
1. Tentukan Besarnya Honor Konsultan
Cara menghitung biaya total anggaran keuangan dari investasi selanjutnya adalah silahkan menentukan besarnya honor konsultan.
Jika kamu memilih metode honor tertentu, artinya honor tersebut harus dibayarkan berdasarkan perhitungan per jam.
Kamu tinggal mengalikannya dengan tarif per jam dengan jumlah waktu pengelolaan investasi tersebut. Kemungkinan masih ada berbagai biaya terkait.
Namun, jika kamu memilih konsultan investasi dengan metode komisi, umumnya upah yang mereka dapat berdasarkan persentase tertentu dari nilai investasi.
Nilai investasi tersebut adalah total investasi yang kamu beli dari pihak jasa konsultan tersebut.
2. Besar Biaya Pajak
Selain honor atau komisi sebagai upah konsultan, kamu juga akan dihadapkan terhadap kewajiban membayar pajak atas investasi.
Besarnya pajak atas investasi tidaklah sama, tergantung ketentuan dari suatu negara.
Jadi, perlu kamu rembuk terlebih dahulu dengan pihak konsultan investasi. Besar pajak pada umumnya adalah sebesar 1% dari besar nilai investasi awal.
Contoh Soal Menghitung Biaya Total Investasi
Contoh soalnya adalah kamu hendak berinvestasi sebesar Rp150.000.000. Dan rincian biaya tetap dari investasi tersebut adalah:
Besar investasi awal = Rp150.000.000
Besar honor konsultan + biaya lain-lain selama 2 jam = Rp6.000.000
Biaya komisi (2%)Â = Rp3.000.000
Besar pajak = Rp1.500.000             Â
Jadi perhitungan biaya total dari nilai investasi Rp150.000.000 selama 2 jam dengan jasa konsultan adalah Rp160.500.000
Perhitungan Biaya Total Sebuah Perusahaan/Rumah Tangga Produksi
Anda tidak boleh mengabaikan bagaimana cara menghitung biaya total sebuah perusahaan. Kedepannya, akan banyak manfaatnya. Cara menghitungnya adalah:
1. Jumlahkan Seluruh Biaya Tetap/Langsung
Sebuah perusahaan membutuhkan anggaran supaya bisa terus beroperasi. Anggaran inilah yang dinamakan biaya tetap atau biaya tak langsung.
Dalam rumus cara menghitung biaya total, kamu bisa langsung menjumlahkan seluruh biaya tetap yang telah tersusun.
Sering kita sebut sebagai biaya tetap bukan tanpa sebab. Ini karena pengalokasian anggaran untuk kebutuhan operasi perusahaan cenderung tetap, tidak akan bertambah maupun berkurang meski perusahaan tersebut meningkatkan atau mengurangi produksi barang atau jasa.
Tak heran apabila orang lebih mengenal biaya tetap ini sebagai biaya tetap produksi.
Sekilas terlihat mirip dengan biaya tetap pada anggaran rumah tangga atau perorangan. Contoh penghitungan biaya tetap produksi dari suatu perusahaan adalah:
Biaya sewa gedung perkantoran = Rp20.000.000
Besar sewa peralatan dan utilitas perkantoran = Rp15.000.000
Bayar tagihan listrik dan PAM = Rp3.000.000
Maka total biaya tetap produksi yang harus perusahaan tanggung adalah sebesar Rp8.000.000
2. Menghitung Biaya VariabelÂ
Sama seperti anggaran keuangan perorangan, cara menghitung biaya total bagi perusahaan selanjutnya adalah silahkan menghitung biaya variabel.
Jika biaya tetap perusahaan sedikit mirip dengan biaya tetap perorangan, maka biaya variabel tidak demikian karena cenderung sedikit berbeda.
Dalam akuntansi perusahaan, yang dimaksud biaya variabel adalah biaya yang secara langsung berpengaruh terhadap jumlah barang atau jasa yang diproduksi.
Bisa dikatakan jika tingkat produksi perusahaan akan berbanding lurus dengan jumlah biaya variabel yang harus Anda keluarkan.
Adapun komponen dari biaya variabel perusahaan antara lain adalah bahan mentah, biaya ekspedisi, upah tenaga kerja yang berkutat di bagian produksi, dan lain-lain.
Sebagai informasi, bahwa biaya utilitas bisa dikategorikan sebagai biaya variabel dengan ketentuan jika besarnya berfluktuasi sesuai dengan jumlah keluaran dari kegiatan perusahaan.
Halaman:


