Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank beserta Contohnya, Hitung secara Mudah dan Cepat
Tertarik mengajukan kredit pinjaman bank? Tahan dulu sebelum mengetahui cara menghitung bunga pinjaman dengan benar agar tidak keliru!
3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank Beserta Contohnya
Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai cara menghitung bunga pinjaman bank beserta contohnya, kamu harus mengetahui terlebih dahulu bahwa sebenarnya, suku bunga pinjaman tidak hanya terbagi menjadi dua saja.
Setidaknya masih ada beberapa jenis suku bunga lain berdasarkan cara menghitungnya. Beberapa jenis suku pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:
1. Suku Bunga Pinjaman Flat
Berdasarkan cara menghitungnya, jenis suku bunga pinjaman yang pertama adalah flat. Jenis bunga pinjaman yang satu ini suku bunganya berpatokan pada besaran jumlah pokok awal sebuah pinjaman.
Biasanya, jenis suku bunga pinjaman ini diterapkan oleh pihak bank pada transaksi kredit yang bersifat konsumtif. Contohnya, seperti KTA, mobil, handphone, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jika dibandingkan dengan suku bunga pinjaman lainnya, bunga flat memiliki cara hitung yang terbilang cukup mudah.
Hal ini dikarenakan besaran jumlah nilai bunga serta pokok dalam sebuah pinjaman bulanan tidak akan berubah atau tetap sama.
Adapun cara menghitung suku bunga pinjaman flat, yaitu:
Rumus:
Bunga per Bulan = (Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Total Jangka Waktu Kredit) / Jumlah Bulan dalam Jangka Waktu Kredit
Contoh:
Jika kamu meminjam uang dengan nilai Rp50 juta selama 12 bulan dengan bunga sebesar 10% dalam setahun ke depan maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
- Pokok pinjaman setiap bulan = Rp50 juta / 12 = Rp4.166.666,67
- Jumlah bunga per tahun = Rp50 juta x 10% = Rp5 juta
- Jumlah bunga per bulan = Rp5 juta / 12 = Rp416.666,667
Jadi, angsuran yang harus kamu bayar setiap bulannya yaitu sebesar Rp4.166.666,67 + Rp416.666,667 = Rp4.583.333,34
2. Suku Bunga Pinjaman Efektif
Suku bunga pinjaman efektif adalah kebalikan dari suku bunga flat. Dimana pada suku bunga ini, angsuran yang harus dibayarkan nasabah kepada bank akan semakin mengecil setiap bulannya.
Hal tersebut dikarenakan jenis suku bunga yang satu ini hanya melakukan perhitungan untuk besaran bunga yang berdasarkan sisa pokok sebuah hutang atau jumlah yang belum dibayarkan oleh nasabah.
Rumus:
Sisa Pokok Pinjaman Bulan Sebelumnya x Suku Bunga per Tahun x ( 30 hari / 360 hari)
Halaman:

