Advertisement
Source : pixabay.com/pexels-2286921

Cara Menghitung Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam SKP dan Contohnya yang ASN Perlu Ketahui

Sebagai seorang pegawai, kamu perlu tahu cara menghitung IKU dalam SKP melalui tahapan-tahapan berikut ini…

10 Juli 2025 Lailla

Sasaran Kinerja Pegawai merupakan instrumen yang dipakai untuk merumuskan sasaran kerja atau target-target yang harus dicapai PNS pada kurun waktu tertentu. Jadi, setiap PNS wajib menyusun SKP sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Penilaian perilaku kerja pada PNS mencakup aspek-aspek penting, misalnya sikap tanggung jawab, sikap disiplin dan inisiatif, serta kerja sama.

Bentuk evaluasi pada penilaian perilaku kerja tersebut memiliki tujuan untuk memastikan bahwa PNS memiliki sikap profesionalitas yang mendukung kinerjanya disamping mencapai hasil kerja yang baik.

Manfaat Adanya Penilaian Kinerja PNS

Penilaian kinerja pada PNS memiliki manfaat yang sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas PNS dan profesionalitas PNS, seperti:

  • PNS terdorong untuk meraih standar kerja secara optimal yang sudah ditetapkan
  • Organisasi dapat terbantu dalam mengambil keputusan, misalnya keputusan yang berkaitan dengan mutasi, pengembangan karier PNS, hingga mutasi PNS
  • PNS akan mendapatkan feedback atau umpan balik yang membangun agar kinerja atau sikapnya yang kurang bisa diperbaiki

Permasalahan dalam Proses Pengukuran Kinerja

Tidak dapat dipungkiri bahwa di lapangan proses pengukuran kinerja terkadang belum sempurna. Menurut Stacey Baar (2020) dalam unggahan ‘Pedoman Penyusunan Indikator Utama’ yang dirumuskan oleh Direktorat Kinerja ASN oleh BKN tahun 2022, alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Kesulitan dalam menentukan IKU yang berkualitas dan tajam
  2. IKU tidak implementatif dan masih bersifat teoretis
  3. Pengukuran keberhasilan strategi yang masih sulit
  4. Pemahaman pegawai terkait IKU masih kurang
  5. Contoh pengukuran IKU yang berkualitas tidak ditemukan
  6. Metode pengukuran IKU kurang diketahui oleh organisasi
  7. Pengukuran IKU ditolak oleh pegawai
  8. Organisasi kesulitan saat membantu proses pengukuran kinerja pegawai
  9. Laporan yang berkaitan dan relevan untuk mengukur IKU tidak tersedia
  10. Peningkatan kinerja secara nyata tidak terjadi di lapangan

Langkah-langkah Menyusun SKP

Menurut website pusdiklat-pemendagri.com, penyusunan SKP yang dilakukan secara efektif menjadi penentu untuk memastikan objektivitas evaluasi prestasi kerja. Oleh karena itu, setiap PNS wajib memahami langkah-langkah penyusunan SKP sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi Tugas Pokok dan Fungsi atau Tupoksi masing-masing untuk dasar perumusan SKP agar relevan dan sesuai dengan tanggung jawab yang diemban.
  2. Menetapkan target kinerja pada SKP agar jelas, spesifik, dan dapat diukur. Adapun target-target kinerja yang dibuat mencakup kualitas, kuantitas, waktu, serta biaya (apabila masih relevan).
  3. Mengidentifikasi IKU untuk memastikan bahwa target-target yang sudah ditetapkan bisa diukur serta dievaluasi secara objektif.
  4. Penyusunan rencana kerja yang memuat penjabaran rinci tugas serta bentuk tanggung jawab PNS selama masa penilaian.
  5. Evaluasi dan review berkala sebagai bentuk penilaian terkait pencapaian target kinerja yang sudah sesuai atau masih perlu penyesuaian

PNS yang sudah memahami proses penilaian pekerja dapat bekerja lebih maksimal. Sebab, PNS tahu target-target kerja yang harus dicapai dan harapan organisasi pada kinerja PNS.

Penerapan SKP yang tepat selain bisa meningkatkan profesionalitas juga bisa memberikan kontribusi positif pada pelayanan-pelayanan publik. Dengan demikian, kepercayaan publik pun meningkat.

Daftar Pangkat Golongan PNS Beserta Gajinya Terbaru

Komponen-komponen Penting IKU dalam SKP

Jangan lupa untuk mengetahui bagian penting IKU dalam SKP, misalnya:

  • Kegiatan: Mencakup aktivitas atau hal-hal yang dikerjakan oleh ASN
  • Target Kinerja: Berapa banyak atau jumlah yang harus tercapai pada suatu periode tertentu. Target harus jelas dan dapat diukur.
  • Satuan: Ukuran pengukuran (persen, jumlah, dokumen, dll)
  • Waktu: Lama waktu pencapaian suatu target yang telah ditetapkan (misalnya satu tahun sesuai dengan periode SKP)
  • Kualitas: Seberapa bagus hasil kinerja ASN
  • Rumusan IKU: Didasarkan pada tujuan strategis organisasi serta sesuai dengan tugas-tugas dan fungsi ASN

Penilaian IKU dapat dilakukan secara kontinyu agar performa dan pencapaian target-target pada ASN bisa dipantau.

Penilaian pun bisa dilakukan tergantung jenis IKU yang dipakai, baik kuantitatif maupun kualitatif. Nantinya, penilaian IKU yang sudah diperoleh bisa jadi dasar untuk menindaklanjuti kebijakan, memperbaiki kinerja, atau menyesuaikan target.

Halaman:

Advertisement
Tags ASN IKU