Cara Menghitung Uang Penghargaan Masa Kerja Karyawan Terkena PHK beserta Contohnya
UPMK adalah salah satu hak penting saat PHK selain pesangon. Lewat artikel ini, kamu akan paham cara menentukan faktor bulan upah, menghitung dengan upah terakhir, dan mengecek hakmu dengan benar.
Faktor yang Bisa Mengubah Besaran Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
Walaupun tabel UPMK sudah menetapkan besaran berdasarkan masa kerja, akan tetapi terkadang dalam praktiknya nilai akhir UPMK yang diterima karyawan bisa berbeda.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Berikut faktor-faktor yang paling sering memengaruhi besaran UPMK:
- Alasan atau jenis PHK
Tidak semua PHK memiliki perlakuan kompensasi yang sama. Pada kondisi tertentu, aturan ketenagakerjaan memberikan pengali khusus terhadap total hak PHK (termasuk komponen UPMK).Â
Misalnya PHK karena efisiensi, penutupan perusahaan, atau alasan lain yang diatur berbeda. Karena itu, alasan PHK bisa membuat nilai UPMK yang dibayar menjadi lebih besar atau lebih kecil dari hitungan dasar.
- Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau PKB
Jika perusahaan punya ketentuan internal yang memberikan UPMK lebih tinggi daripada aturan minimum pemerintah, maka yang dipakai adalah ketentuan yang lebih menguntungkan karyawan. Kasus ini biasanya terjadi di perusahaan yang memiliki PKB kuat atau benefit masa kerja tambahan.
- Komponen upah yang dijadikan dasar hitung
UPMK dihitung dari “upah terakhir”. Namun perbedaan definisi upah di tiap perusahaan bisa berpengaruh. Umumnya yang masuk hitungan adalah upah pokok dan tunjangan tetap.Â
Kalau ada tunjangan tertentu yang statusnya abu-abu (misalnya tunjangan yang kadang tetap kadang tidak), maka hasil akhirnya juga bisa berbeda.
- Cara perusahaan menghitung masa kerja
Masa kerja biasanya dihitung dari tanggal mulai kerja sampai tanggal PHK efektif. Tapi ada situasi khusus yang bisa mempengaruhi perhitungan, misalnya:
- perubahan status kontrak ke tetap
- masa skorsing
- cuti panjang tertentu
- jeda kerja yang diakui/tidak diakui perusahaan
Perbedaan cara pembulatan masa kerja (misalnya dihitung per tahun penuh atau termasuk bulan berjalan) juga bisa menggeser kategori tabel UPMK.
- Putusan perselisihan hubungan industrial (jika terjadi sengketa)
Bila PHK berujung sengketa dan masuk mediasi atau pengadilan hubungan industrial, putusan akhir dapat menetapkan hak kompensasi berbeda dari perhitungan awal perusahaan, termasuk UPMK.
Tabel UPMK memang menjadi patokan dasar, tetapi nilai akhir yang dibayar tetap harus menyesuaikan alasan PHK, definisi upah, serta aturan internal yang berlaku. Karena itu, sebelum menyimpulkan angka, pastikan semua faktor di atas sudah dicek.
Sebagai ringkasan, uang penghargaan masa kerja (UPMK) adalah hak penting bagi karyawan yang terkena PHK, dan nilainya ditentukan oleh masa kerja serta upah terakhir.Â
Cara menghitungnya cukup sederhana: cocokkan masa kerja pada tabel UPMK, lalu kalikan faktor bulan upah dengan upah terakhir.Â
Dengan memahami cara menghitung uang penghargaan masa kerja karyawan terkena PHK beserta contohnya di atas, kamu bisa mengecek apakah hak PHK sudah dibayar tepat.Â
Jangan ragu konsultasi ke HR atau pihak berwenang bila ada perbedaan ya!
Referensi:
Cara Menghitung Pajak Pesangon Karyawan yang Di-PHK [Daring]. Tautan: https://klikpajak.id/blog/pesangon-dan-pajak-pesangon-phk/
Cara Hitung Pesangon Berdasarkan UU Cipta Kerja + Konsultasi Expert 490K untuk Solusi Terbaik [Daring]. Tautan: https://kontrakhukum.com/article/cara-hitung-pesangon-berdasarkan-uu-cipta-kerja/
Hitungan Pesangon 2025 Berdasarkan UU Cipta Kerja [Daring]. Tautan: https://www.hukumonline.com/klinik/a/cara-hitung-pesangon-lt515b7ec90fe0c/
Halaman:

