Advertisement
Source : Canva/@tapanakorn

Cara Menulis Laporan Hasil Wawancara dan Strukturnya

Untuk menulis sebuah laporan tentang hasil wawancara, dibutuhkan langkah-langkah tertentu, Simak caranya dibawah ini.

18 September 2023 Anang

6. Kesimpulan Wawancara

Berikutnya adalah poin tentang kesimpulan wawancara, yang isinya adalah kesimpulan garis besar dari kegiatan tanya jawab yang sudah dilakukan.

Tentunya yang sesuai dengan topik wawancara yang sudah ditentukan sebelumnya.

Kesimpulan wawancara, bisa dibuat berdasarkan beberapa hal, seperti rata-rata jawaban dari narasumber. Kemudian hal-hal pendukung lainnya sesuai dengan topik wawancara. 

7. Saran Atas Hasil Wawancara

Isinya adalah saran penulis tentang apa yang didapat dari wawancara tersebut, bisa ditujukan kepada narasumber yang menjadi objek wawancara maupun si pewawancara itu sendiri.

Saran adalah poin yang sangat dibutuhkan, untuk menjadi referensi banyak orang terutama yang akan melakukan wawancara topik yang sama. 

Dimana Anda bisa menggunakan saran, sebagai langkah menyempurnakan proses wawancara dari yang sudah dilakukan oleh penulis sebelumnya.

11 Jenis Penelitian beserta Contoh dan Penjelasannya Lengkap

Bagaimana Ciri Laporan Wawancara?

Sebuah laporan wawancara yang baik, memiliki beberapa ciri-ciri penting yang memudahkan orang untuk memahami isinya. Jika Anda ingin punya laporan yang bagus dan sempurna, pastikan memiliki ciri berikut:

1. Menggunakan Bahasa yang Formal

Dalam sebuah laporan hasil wawancara, bahasa yang digunakan adalah bahasa formal. Sesuai dengan ejaan yang disempurnakan, jelas dan mudah dimengerti.

Tampilan paragraf, kalimat, kata-kata sampai pada tanda baca yang dipakai benar-benar tepat sehingga enak dibaca.

Satu yang paling dihindari adalah, tidak menggunakan kata ganti karena memaksimalkan percakapan yang jelas antara pewawancara dengan narasumber. Begitu juga dengan penjelasan laporan dari awal hingga akhir.

150+ Contoh Kata Baku dan Tidak Baku beserta Artinya, + Pengertian dan Ciri-cirinya

2. Objektif

Laporan ini berisikan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, bukan hasil karangan penulis. 

Melibatkan narasumber yang terpercaya, sehingga informasi yang tersedia mengalir apa adanya sesuai apa yang diungkapkan narasumber dan tidak dikurang atau ditambah.

Objektivitas yang diusung dalam pembuatan laporan ini, juga tidak mengandung tendensi atau keberpihakan apapun dari penulis.

3. Sistematis

Alur penjelasan dalam laporan dibuat sistematis, sesuai dengan format dan cara menulis laporan hasil wawancara yang benar. Mulai dari latar belakang, sampai saran yang disampaikan.

Gunanya adalah, supaya siapapun yang membacanya bisa memahami dengan mudah tanpa harus berpikir keras karena alur penjelasan yang bertele-tele.

Halaman:

Advertisement