150+ Contoh Kata Baku Dan Tidak Baku, + Pengertian Dan Ciri Cirinya

Posted in: Edukasi

150+ contoh kata baku dan tidak baku, +pengertian & ciri cirinya – Penggunaan kata dalam penulisan memegang peranan penting. Penyampaian kalimat pun harus disesuaikan dengan konteks penggunaan. Jika berada di forum atau acara resmi, penggunaan kata yang tepat sangat disarankan agar tidak salah paham. Berikut ini merupakan contoh kata baku dan tidak baku beserta keterangannya.

Contoh Kata Baku Dan Tidak Baku Beserta Ciri-Cirinya

unsplash.com

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Pengertian Kata Baku

Di antara kamu mungkin masih belum bisa membedakan kata baku dan tidak baku, apalagi ketika digunakan bersamaan. Sebenarnya, kata baku adalah kata yang pemakaiannya disesuaikan pada pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan. Ada pula yang mendefinisikan kata baku sebagai kata yang sudah benar (aturan maupun ejaan) sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Darimana sumber kata baku? Ternyata, kata baku bersumber dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamu akan menjumpai penggunaan kata baku pada acara formal atau resmi, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Pengertian Kata Tidak Baku

Berbeda dengan kata baku yang sumbernya adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tidak baku lebih fleksibel. Kata baku memang tidak digunakan sesuai kaidah atau pedoman bahasa Indonesia. Karena lebih fleksibel inilah kata baku digunakan pada percakapan sehari-hari dan sangat mudah kita jumpai. Kata tidak baku biasanya dilontarkan pada bahasa tutur atau bahasa lisan.
Penyebab seseorang menggunakan bahasa tidak baku dibandingkan bahasa baku biasanya adalah ketidaktahuan. Selain itu, kata tidak baku seringkali diucapkan karena penutur tidak tahu bentuk tulisan kata tersebut. Ketika ditegur, penutur tidak memperbaiki diri, sehingga kata tidak baku terus-menerus muncul. Selain itu, seseorang yang terbiasa menggunakan kata tidak baku akan mengalami kesulitan apabila harus menggunakan kata baku.

Pengertian Bahasa Baku Menurut Para Ahli

Para ahli memberikan definisi berbeda pada bahasa baku. Pada Kamus Umum Bahasa Indonesia, baku diartikan sebagai (1) yang menjadi pokok, yang sebenarnya; (2) sesuatu yang dipakai sebagai dasar ukuran (nilai, harga; standar). Definisi baku tersebut dikemukakan oleh Poerwadarminta. Menurut Badudu dan Zain, kata baku bermakna yang menjadi pokok, yang utama, atau standar.
Definisi baku pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas dan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan. KBBI juga mendefinisikan baku sebagai standar.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa baku adalah bahasa yang statusnya pokok atau yang menjadi standar. Menurut B. Havranek dan Vilem Mathesius, bahasa baku adalah bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan. Bahasa tersebut digunakan oleh masyarakat secara luas.

Ahli Richard, Jhon dan Heidi mengemukakan definisi baku pada Logman Dictionary of Applied Linguistics. Mereka berpendapat bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang berstatus tinggi. Bahasa tersebut ada dalam suatu masyarakat atau bangsa. Selain itu, biasa didasarkan penutur asli yang berpendidikan di dalam berbicara dan menulis.

Perbedaan Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku dan tidak baku memiliki perbedaan menyangkut fungsinya. Fungsi kata baku sangat beragam, seperti membuat karya ilmiah, membuat surat resmi, dan sebagainya. Kata baku juga digunakan pada pembuatan laporan, lamaran pekerjaan, serta persuratan antar lembaga.

Kata tidak baku lebih menekankan pada fungsinya sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Fungsi kata tidak baku sebenarnya membuat suasana lebih santai, terutama jika diterapkan pada percakapan. Penggunaan kata tidak baku juga bisa membuat orang yang berbicara semakin santai.

Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku dan tidak baku dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri berikut.

Ciri-Ciri Kata Baku

Kata baku memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan kata tidak baku, diantaranya sebagai berikut:
1. Kata baku tidak terkontaminasi atau tidak rancu
2. Kata baku tidak dipengaruhi bahasa asing atau bahasa daerah
3. Kata baku bentuknya tetap dan tidak mudah berubah-ubah
4. Kata baku menggunakan imbuhan secara tersurat (eksplisit)
5. Kata baku digunakan pada acara formal atau acara resmi dan tidak pada percakapan sehari-hari
6. Kata baku tidak menggunakan majas pleonasme (menambahkan keterangan tambahan yang tidak diperlukan)
7. Kata baku memiliki arti yang pasti (tidak membingungkan atau rancu)

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

Kata tidak baku memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Kata tidak baku digunakan pada percakapan sehari-hari
2. Kata tidak baku sudah terkontaminasi bahasa asing atau bahasa daerah
3. Bentuk kata tidak baku berubah-ubah
4. Kata tidak baku memiliki makna yang sama seperti kata baku meskipun pengucapannya berbeda

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku dalam Kehidupan

Kata baku dan kata tidak baku dalam kehidupan bisa diterapkan di berbagai macam acara. Contoh kata tidak baku biasanya digunakan pada pembicaraan yang tidak resmi, seperti percakapan sehari-hari dengan teman. Selain itu, kata tidak baku juga bisa diucapkan suami istri karena sudah saling mengenal. Semakin dekat hubungan kekerabatan, penggunaan kata tidak baku semakin sering karena lebih santai.

Kata tidak baku penerapannya berkebalikan dengan kata baku. Biasanya pada suatu perusahaan, pembicaraan dari atasan pada bawahan menggunakan kata baku. Kata tersebut juga tidak hanya dipakai pada bahasa lisan saja, tetapi juga bahasa tulisan. Sangat penting untuk membedakan kata baku dan tidak baku agar penggunaannya tepat sasaran.

Kata baku dan tidak baku yang digunakan dalam kalimat akan disampaikan seseorang sesuai konteksnya. Berikut ini adalah 10 contoh kalimat baku dan tidak baku yang bisa kamu gunakan dalam percakapan sehari-hari.

Contoh Kalimat Menggunakan Kata Baku

1. Saya mohon izin karena tidak dapat menghadiri rapat. Jika pimpinan berkenan, kehadiran saya akan digantikan karyawan yang lain.
2. Jangan pernah berpikir bahwa kamu akan gagal sebelum mencoba.
3. Apotek terlengkap di kota ini menyediakan jenis obat-obatan generik hingga obat-obatan langka.
4. Ibu membeli cenderamata sebagai bukti pernah mengunjungi suatu tempat.
5. Karier yang dipilih memang tidak sejalan dengan jurusan kuliah. Tapi, hal itu bukan masalah besar selama bisa memberikan kontribusi.
6. Bulan November tahun depan kakak akan menikah.
7. Sekretaris perusahaan menunjukkan peningkatan performa signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
8. Kiai terkenal di daerahku sudah berhasil mendidik banyak santri.
9. Memaafkan kesalahan orang lain adalah perbuatan mulia.
10. Meskipun hanya sekadar memberi saran, penyampaiannya perlu diperhatikan.

Contoh Kalimat Menggunakan Kata Tidak Baku

1. Aku nggak suka sama sikapnya yang seenaknya sendiri.
2. Harga cabe saat ini naik nggak tanggung-tanggung.
3. Sejak tadi ambulan yang lewat di jalan raya bikin pengendara motor bingung.
4. Antri di minimarket waktu malam minggu lebih panjang daripada antri di hari biasa.
5. Belom apa-apa kok udah nyerah. Masa nggak malu sama diri sendiri.
6. Anak muda jaman now suka dengan hal baru, tapi kadang nggak mikirin orang lain yang khawatir.
7. Nasehat orang tua memang selalu terpakai entah saat ini atau entah di masa depan.
8. Ibu nyuruh beli balsem di apotik, tapi mahal banget.
9. Suhu ekstrim di Indonesia sekarang mungkin karena pengaruh global warming.
10. Hakekat orang hidup sebenarnya untuk apa, sih?

Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Dari A Sampai Z

Berikut ini merupakan contoh kata-kata baku yang sering digunakan. Pada tabel, kolom kiri menunjukkan kata baku, sedangkan kolom kanan menunjukkan tidak baku.

Kata Baku – Kata Tidak Baku

  1. Abjad – Abjat
  2. Advokat – Adpokat
  3. Afdal – Afdol
  4. Aktif – Aktip
  5. Aktivitas – Aktifitas
  6. Ambeien – Ambeyen
  7. Al Quran – Alquran
  8. Andal – Handal
  9. Apotek – Apotik
  10. Asas – Azas
  11. Astronaut – Astronot
  12. Atlet – Atlit
  13. Atmosfer – Atmosfir
  14. Baut – Baud
  15. Baterai – Baterei
  16. Berpikir – Berfikir
  17. Besok – Esok
  18. Biosfer – Biosfir
  19. Bujet – Budjet
  20. Bus – Bis
  21. Cabai – Cabe
  22. Cedera – Cidera
  23. Cendekiawan – Cendikiawan
  24. Cengkeram – Cengkram
  25. Cenderamata – Cinderamata
  26. Daftar – Daptar
  27. Debitur – Debitor
  28. Dekret – Dekrit
  29. Definisi – Difinisi
  30. Depot – Depo
  31. Detail – Detil
  32. Diagnosis – Diagnosa
  33. Diesel – Disel
  34. Dipersilakan – Dipersilahkan
  35. Diskotek – Diskotik
  36. Drainase – Drainage
  37. Dolar – Dollar
  38. Durian – Duren
  39. Ekspor – Eksport
  40. Ekstrem – Ekstrim
  41. Ekuivalen – Ekwivalen
  42. Embus – Hembus
  43. Esai – Esei
  44. Faksimile – Faksimil
  45. Februari – Pebruari
  46. Film – Filem
  47. Fisik – Phisik
  48. Fondasi – Pondasi
  49. Formal – Formil
  50. Foto – Photo
  51. Frekuensi – Frekwensi
  52. Gizi – Gisi
  53. Gladi – Geladi
  54. Griya – Gria
  55. Gubuk – Gubug
  56. Hafal – Hapal
  57. Hak – Haq
  58. Hakikat – Hakekat
  59. Hektare – Hektar
  60. Hierarki – Hirarki
  61. Hipotesis – Hipotesat
  62. Ijazah – Ijasah
  63. Ikhlas – Ihlas
  64. Imbau – Himbau
  65. Indera – Indra
  66. Insaf – Insyaf
  67. Isap – Hisap
  68. Islamiah – Islamiyah
  69. Istri – Isteri
  70. Izin – Ijin
  71. Jadwal – Jadual
  72. Jenazah – Jenasah
  73. Jenderal – Jendral
  74. Junior – Yunior
  75. Justru – Justeru
  76. Kaidah – Kaedah
  77. Karier – Karir
  78. Kategori – Katagori
  79. Kedelai – Kedelei
  80. Koboi – Koboy
  81. Komplet – Komplit
  82. Konferensi – Konperensi
  83. Kongres – Konggres
  84. Konkret – Konkrit
  85. Korsleting – Konsleting
  86. Kreatif – Kreative
  87. Kreativitas – Kreatifitas
  88. Kualifikasi – Kwalifikasi
  89. Kualitatif – Kwalitatif
  90. Kuantitatif – Kwantitatif
  91. Kualitas – Kwalitas
  92. Kuarsa – Kwarsa
  93. Kuitansi – Kwitansi
  94. Kiai – Kyai
  95. Lubang – Lobang
  96. Maaf – Ma’af
  97. Makhluk – Mahluk
  98. Manajemen – Managemen
  99. Manajer – Manager
  100. Mantra – Mantera
  101. Mencolok – Menyolok
  102. Menerjemahkan – Menterjemahkan
  103. Mengesampingkan – Menyampingkan
  104. Merek – Merk
  105. Meterai – Meterei
  106. Metode – Metoda
  107. Mesti – Musti
  108. Museum – Musium
  109. Motif – Motip
  110. Motivasi – Motifasi
  111. Nasihat – Nasehat
  112. November – Nopember
  113. Napas – Nafas
  114. Objek – Obyek
  115. Organisasi – Organisir
  116. Orisinal – Orisinil
  117. Paham – Faham
  118. Paspor – Pasport
  119. Pikir – Fikir
  120. Praktik – Praktek
  121. Produktivitas – Produktifitas
  122. Provinsi – Propinsi
  123. Risiko – Resiko
  124. Rezeki – Rejeki
  125. Sah – Syah
  126. Saksama – Seksama
  127. Saraf – Syaraf
  128. Sekadar – Sekedar
  129. Sekretaris – Sekertaris
  130. Semifinal – Semi Final
  131. Seprai – Seprei
  132. Silakan – Silahkan
  133. Sistem – Sistim
  134. Subjek – Subyek
  135. Sutera – Sutra
  136. Syukur – Sukur
  137. Tafsir – Tapsir
  138. Teladan – Tauladan
  139. Teknik – Tehnik
  140. Tenteram – Tentram
  141. Trofi – Tropi
  142. Teoretis – Teoritis
  143. Terampil – Trampil
  144. Urgen – Urgent
  145. Ustaz – Ustad / Ustadz
  146. Utang – Hutang
  147. Varietas – Varitas
  148. Vila – Villa
  149. Wali Kota – Walikota
  150. Wujud – Ujud
  151. Yudikatif – Judikatip
  152. Yurisdiksi – Jurisdiksi
  153. Zamzam – Zam-Zam
  154. Zaman – Jaman
  155. Zona – Zone

Demikian informasi mengenai kata baku dan tidak baku yang dapat Mamikos berikan. Pastikan kamu tidak salah dalam membedakan kata baku dan tidak baku. Banyak-banyaklah membaca buku agar kemampuan membedakanmu terasah. Semakin sering kamu menghadapi bacaan dengan kata-kata beragam, semakin mudah pula kamu bisa membedakan kedua kata tersebut.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta