Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Baku? Pengertian, Ciri & Contoh Kalimat Baku




Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Baku? Pengertian, Ciri & Contoh Kalimat Baku – Kalimat baku bahasa Indonesia berfungsi yang penting dalam penyusunan kalimat.

Kalimat ini biasa digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah dan lain-lain. Tidak hanya digunakan untuk tulis menulis, berbicara dengan kalimat yang baku bisa memberikan citra berwibawa dan terkesan lebih formal.

Namun, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih salah dalam menulis maupun mengucapkan kalimat yang baku. Karena itu, artikel ini hadir untuk mengupas mulai dari pengertian, fungsi, ciri, serta contoh dari kalimat jenis ini. Ikuti penjelasannya berikut ini.

Pengertian Kalimat Baku

unsplash.com/@noemieke



Kalimat baku adalah sejenis kalimat yang memiliki susunan kata sesuai dengan acuan dan kaidah yang berlaku. Acuan yang menjadi penentu baku atau tidaknya suatu kalimat adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Untuk menulis kalimat baku, kalimat perlu disusun dengan struktur yang benar dan efektif. Mulai dari segi ejaan, diksi atau pilihan kata, serta tanda baca. Dengan kalimat yang efektif, informasi atau gagasan yang ingin disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca atau pendengar.

Sementara arti kalimat tidak baku sendiri adalah kebalikannya, yaitu kalimat yang susunan katanya tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku dalam EYD.

Perbedaan Kalimat Baku dan Tidak Baku

Berdasarkan pengertian di atas, kalimat baku dan kalimat tidak baku ditentukan berdasarkan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini, misalnya mengacu pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). 

Kalimat yang mengikuti kaidah penulisan tersebut adalah kalimat yang dapat dikatakan baku. Sebaliknya, kalimat yang tidak mengikuti kaidah penulisan dikatakan sebagai kalimat tidak baku.




Fungsi dari Kalimat yang Baku

Kalimat baku biasanya digunakan dalam dalam penulisan formal untuk memberikan kesan tertentu, serta menyampaikan maksud dengan jelas dan detail. Kalimat ini juga digunakan oleh para pejabat, peneliti maupun kaum intelektual lainnya saat menyampaikan sesuatu.

Adapun fungsi dari kalimat jenis ini adalah sebagai berikut:

  1. Dipakai untuk menulis surat maupun dokumen resmi, misalnya surat dinas, surat keterangan, niaga, dan lain-lain.
  2. Dipakai untuk menyampaikan informasi di depan umum, misalnya orasi, pidato atau ceramah.
  3. Dipakai untuk penulisan karya tulis, misalnya penulisan buku pelajaran, laporan resmi, proposal resmi, dan jurnal.

Ciri-ciri Kalimat Baku

Ada beberapa ciri dari kalimat baku yang patut diketahui, diantaranya sebagai berikut:

  1. Penggunaan huruf kapital sesuai dengan kaidah penulisan.
  2. Penggunaan ejaan huruf yang tepat.
  3. Peletakan tanda baca di tempat yang sesuai.
  4. Efisien atau tidak boros kata.
  5. Membentuk kalimat yang padu antara gagasan dan struktur.
  6. Kalimat memiliki struktur yang jelas dan benar.
  7. Informasi disampaikan dengan jelas dan tidak menimbulkan ambiguitas.
  8. Mengandung struktur kalimat paralel atau kesejajaran.

Syarat Kalimat yang Baku

Kalimat dapat dikatakan baku apabila memenuhi persyaratan kaidah yang berlaku. Berikut adalah syarat-syarat kalimat baku beserta contohnya:

1. Menggunakan Tanda Baca yang Sesuai

Tanda baca sangat penting dalam penulisan. Penggunaan tanda baca dapat menjadi penentu baku atau tidaknya suatu kalimat. Tanda baca yang sering digunakan meliputi titik, koma, tanda seru, tanda tanya, titik dua, tanda petik dan lain-lain.

Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Perhatikan dua kalimat berikut sebagai contoh:




Ibu berpesan, “Jangan lupa belikan sayur dan buah saat pulang dari kantor”. – Tidak Baku

Ibu berpesan, “Jangan lupa belikan sayur dan buah saat pulang dari kantor.” – Baku

2. Menggunakan Ejaan yang Sesuai Kaidah

Ejaan adalah tata cara menulis suatu kata. Kalimat yang baku memiliki ejaan yang tepat. Berikut adalah contoh kalimat dengan ejaan yang tepat:

Ani tidak mau mengantri saat membeli tiket kereta. – Tidak Baku




Ani tidak mau mengantre saat membeli tiket kereta. – Baku

3. Memiliki Tata Bahasa yang Jelas

Tata bahasa atau struktur memiliki peran untuk memberikan kejelasan kalimat. Taa bahasa meliputi unsur subjek, predikat, objek hingga kata keterangan. Di bawah ini adalah contoh kalimat dengan tata bahasa yang tepat:




Dia tidak membawa buku lupa. – Tidak Baku

Dia lupa tidak membawa buku. – Baku

4. Memiliki Struktur yang Paralel

Struktur paralel adalah struktur kalimat untuk menyatakan kesejajaran suatu kata atau lebih hingga kalimat dalam suatu rangkaian kalimat. Contoh kalimat struktur paralel adalah sebagai berikut:

Ana membeli radio, memutarnya ke stasiun tertentu dan didengar. – Tidak Baku




Ana membeli radio, memutarnya ke stasiun tertentu, dan mendengarkannya.  – Baku

5. Tidak Boros Kata

Kalimat yang baku adalah kalimat yang tidak berbelit, alias tidak boros kata. Contoh kalimat yang tidak boros kata:




Para ibu-ibu berkumpul di lapangan untuk melaksanakan senam pagi. – Tidak Baku

Para ibu berkumpul di lapangan untuk melaksanakan senam pagi. – Baku

6. Menggunakan Huruf Kapital Sesuai

Penggunaan huruf kapital harus disesuaikan dan diperhatikan. Huruf kapital hanya digunakan untuk nama orang, negara, tempat, hingga huruf di awal kalimat. Berikut ini adalah contoh penggunaan huruf kapital yang tepat:

Kota yogyakarta dikenal dengan makanan khasnya berupa Gudeg, Krecek, dan lain-lain. – Tidak Baku

Kota Yogyakarta dikenal dengan makanan khasnya berupa gudeg, krecek, dan lain-lain. – Baku

7. Memiliki Gagasan yang Padu

Kalimat baku memiliki susunan kata yang efektif, serta memiliki gagasan yang padu. Kalimat yang padu ditandai dengan struktur kalimat dan gagasan yang saling mendukung. Contoh dari kalimat yang memiliki gagasan padu adalah:

Berdasarkan laporan tahun ini, Tasya anak paling boros dalam hal keuangan. – Tidak Baku

Tasya adalah anak yang boros dalam hal keuangan berdasarkan laporan tahun ini.  – Baku

8. Tidak Menimbulkan Ambiguitas

Mungkin kamu pernah membaca atau mendengar kalimat yang menimbulkan dua makna alias ambigu. Itu yang disebut sebagai kalimat tidak baku. Sehingga, kalimat yang baku adalah kalimat yang informasinya mudah diterima dengan jelas.

Jenazah itu diloncati kucing hidup. – Tidak Baku

Jenazah itu diloncati oleh kucing hidup. – Baku

Contoh Lain Kalimat yang Baku

Selain contoh-contoh yang telah disebutkan di atas, berikut adalah berbagai contoh kalimat baku agar kamu lebih paham. Berikut diantaranya:

  1. Hati-hati melangkah di atas lantai basah. 
  2. Sampah botol plastik menyumbat saluran air.
  3. Buah tomat itu diambil langsung dari kebun.
  4. Akuarium itu didapatkan sebagai hadiah dari ibunya.
  5. Ia mencatat kejadian tadi siang dengan detail.
  6. Para tamu diminta untuk mengenakan pakaian terbaik.
  7. Adinda memiliki karir yang cemerlang sebagai guru.
  8. Anggita masih mengingat musibah yang melanda desanya.
  9. Ibu-ibu yang sudah membantu akan diberikan upah.
  10. Dengarkan nasihat orang tua kalau ingin selamat.
  11. Ia membidikkan pistol ke arah rusa yang diam.
  12. Putri membeli sepatu baru berwarna putih.
  13. Yuni memiliki koleksi buku novel dan komik.
  14. Hidroponik adalah sistem pertanian yang menggunakan media air.
  15. Semalam ikan koi yang dibelinya mati.
  16. Kucing berbulu hitam itu milik teman Anya.
  17. Aku melihat pedagang bakso di kantin sekolah pagi ini.
  18. Ayah selalu mematikan lampu kamar sebelum beranjak tidur.
  19. Menurutku, hantu paling menyeramkan bersembunyi di kegelapan.
  20. Aku tidak diperbolehkan untuk pulang malam tanpa didampingi teman.

Tabel Kata Baku dan Tidak Baku

Berikut ini adalah tabel kata baku dan tidak baku yang sering salah digunakan oleh masyarakat. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa mengecek di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Dari tabel kata baku di atas, apakah ada kata yang kamu kira baku namun ternyata tidak baku? Sebelum masuk ke kata baku atau tidak baku, pastikan kamu sudah memahami dasar-dasar kalimat baku, mulai dari syarat hingga ciri-cirinya. Seringlah berlatih untuk memperluas kamus kata baku kamu.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah