13 Cara Merawat Tanaman yang Baik Agar Tumbuh Subur Cocok untuk Pemula

13 Cara Merawat Tanaman yang Baik Agar Tumbuh Subur Cocok untuk Pemula – Bagaimana cara merawat tanaman untuk pemula? Memang jika sebelumnya tidak pernah berkebun, merawat tanaman sendiri di rumah bukan perkara mudah. Mulai dari masalah tanaman mati, kering, terserang hama hingga tidak dapat tumbuh dengan subur.

Butuh ketelatenan cara merawat tanaman bagi pemula agar tumbuh dengan baik. Apalagi setiap jenis tumbuhan memiliki ciri dan karakteristik berbeda-beda. Ada yang membutuhkan kelembaban tinggi, sinar matahari cukup, dan lain-lain. 

Di tengah pandemi seperti ini dimana mengharuskan masyarakat untuk mengurangi aktivitas bepergian sehingga banyak yang mulai suka berkebun di rumah. Kamu salah satunya? Tapi masih selalu gagal saat mencoba merawat tanaman sendiri?

Berikut kami ingin berbagi tips merawat tanaman untuk pemula agar dapat tumbuh dengan subur. Mari simak, jangan biarkan tanaman kamu mati sia-sia dan tidak terawat. 

Tips dan Cara Merawat Tanaman untuk Pemula

unsplash.com/@prudenceearl

Tren bercocok tanam di rumah saat ini tengah menjadi salah satu kegemaran masyarakat. Bahkan tidak sedikit yang ingin mencoba mengoleksi berbagai varietas seperti dari kelompok monstera, lidah mertua, calathea dan lain sebagainya. 

Tumbuhan juga merupakan jenis makhluk hidup yang membutuhkan perawatan dengan baik agar dapat tumbuh dan berkembang. Beberapa cara merawat tanaman untuk pemula yang bisa kamu terapkan diantaranya sebagai berikut:

1. Memilih Jenis Tumbuhan yang Tepat

Saat ini ada banyak jenis tumbuhan yang bisa kamu tanam untuk mempercantik hunian. Tips pertama, kamu harus memilih jenis yang sesuai dengan kondisi tempat tinggal, apakah cenderung beriklim dingin atau panas. 

Cara merawat tanaman untuk pemula dengan menentukan juga apakah ingin menanam secara indoor atau outdoor. Menggunakan media tanam berupa tanah atau hidroponik. Tentu setiap cara penanaman tersebut akan membutuhkan teknik perawatan khusus berbeda-beda.

Silahkan saja memilih jenis yang memang kamu sukai, asalkan sesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan waktu kamu untuk merawat. Namun sebagai pemula, disarankan untuk memilih jenis tumbuhan yang bisa bertahan di suhu ruangan sekitar 25°C. 

Beberapa varietas paling cocok untuk pemula dan mudah dalam perawatannya seperti lidah mertua, aglaonema, monstera, kaktus, peace lily, lili paris dan sirih gading.

2. Memilih Tempat untuk Menanam

Selanjutnya, tentukan tempat atau media tanamnya. Misalnya apakah akan menanam di pot, polybag atau di tanahnya secara langsung. Menentukan jenis tempat tanam bertujuan agar tidak salah dalam cara perawatannya, terutama pemberian air dan pupuk.

Cara merawat tanaman untuk pemula yang benar adalah dengan menyesuaikan dengan media tanamannya. Untuk pemula akan lebih mudah bertanam di pot karena dapat mengatur komposisi media tanam serta penggunaan pupuknya. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan saat memilih media tanam diantaranya:

  • Sesuaikan dengan jenis dan sifat tanamannya
  • Perhatikan kondisi lingkungan
  • Indoor atau outdoor
  • Pertimbangkan potensi penyakit
  • Usia pakai media tanam
  • Media tanam sintetis atau alami

3. Memberi Sinar Matahari yang Cukup

Baik tumbuhan indoor maupun outdoor sama-sama membutuhkan sinar matahari cukup untuk berfotosintesis sebagai sumber makanan mereka. Tanpa asupan sinar matahari cukup akan membuat cepat layu bahkan mati.

Untuk jenis outdoor bisa ditempatkan di tempat yang memang memperoleh sinar matahari langsung. Sementara untuk indoor, kamu bisa mengeluarkan tumbuhan tersebut ketika pagi hari agar memperoleh sinar matahari. 

Penting juga untuk mengetahui jenis tanaman kamu tersebut membutuhkan berapa banyak sinar matahari setiap hari, rata-rata antara 4-7 jam. Gejala tumbuhan kekurangan sinar matahari ditandai dengan daun menguning, batang panjang tapi lemah dan tidak terlihat sehat. 

Meskipun begitu, jangan sampai berlebihan terpapar matahari karena justru akan menyebabkan layu dan mati. Itulah mengapa sangat penting mengetahui kebutuhan jenis tanaman kamu sebelum menentukan cara perawatannya. 

4. Penyiraman dengan Teknik Tepat

Cara merawat tanaman untuk pemula selanjutnya yakni melakukan penyiraman dengan teknik tepat. Sama pentingnya dengan asupan sinar matahari, air bagi tumbuhan tidak boleh kurang maupun berlebihan, apalagi sampai menggenang.

Kamu bisa menyirami setiap pagi dan sore secara merata. Jangan hanya bagian tanahnya saja, tapi juga dedaunan dan batangnya. Untuk jenis tumbuhan pendek bisa menggunakan bantuan alat semprot agar lebih efektif menyirami dan tidak terlalu banyak. Beberapa dampak tanaman kelebihan air diantaranya:

  • Tanah atau media tanam terlalu basah ketika disentuh
  • Daun-daun menguning, termasuk daun baru
  • Ada bintik-bintik cokelat pada daun
  • Batang lembut & licin
  • Tumbuhan akan mudah diserang oleh hama

Lalu bagaimana cara merawat tanaman untuk pemula dengan mengetahui apakah sudah cukup persediaan air atau belum? Sebenarnya cukup menggunakan feeling, jangan biarkan tanahnya terlalu kering maupun basah. 

5. Mengatur Suhu dan Kelembaban

Ketahui juga berapa suhu dan kelembaban ideal untuk jenis tanaman kamu. Misalnya seperti golongan tumbuhan hias, berbunga, berbuah dan sayur-sayuran hanya dapat tumbuh dengan baik jika suhu serta kelembabannya terjaga.

Salah satu solusi cara merawat tanaman untuk pemula, kamu bisa memakai air humidifier untuk menjaga kelembaban lingkungan sekitar tumbuhan. Perhatikan juga suhunya, jika terlalu rendah maupun tinggi bisa menyebabkan tumbuhan kehilangan kemampuannya seperti respirasi, transpirasi, fotosintesis, nutrisi dan absorpsi air. 

6. Memastikan Bebas dari Serangan Hama

Cara merawat tanaman untuk pemula paling penting lainnya, pastikan tumbuhan kamu terhindar dari hama dan penyakit. Caranya dengan memberikan asupan nutrisi, menjaga kualitas tanah, memangkas rumput liar serta pindahkan secara rutin. 

Beberapa jenis hama yang kerap menyerang tumbuhan hias rumahan seperti belalang, kutu putih, ulat hama, tungau, cacing liang, tungau laba-laba, kutu tanaman dan tikus. Serangan dari berbagai hama tersebut berpotensi menyebabkan tumbuh kembang tanaman terhambat, bahkan berisiko terserang penyakit. 

Namun sebaiknya tidak menggunakan jenis insektisida sintetis. Meskipun efektif mengusir hama, tapi kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. Kamu bisa menggunakan insektisida alami seperti penggunaan minyak sayur, air bawang putih, air daun tomat, air nimba dan lainnya.

7. Memotong Bagian Kering/Mati

Bagian yang kering atau mati bisa menjadi penyebab tanaman hias rusak. Jadi, segera pangkas jika kamu melihat ada bagian yang mati atau kering agar tidak menyebar ke bagian lain. 

Memangkas bagian tidak sehat tersebut juga menjadi cara merawat tanaman untuk pemula yang harus kamu lakukan. Pemangkasan juga bertujuan agar seluruh bagian tanaman lain dapat memperoleh matahari cukup karena tidak tertutupi bagian rusak.

Bahkan sesekali kamu perlu memotong juga bagian yang sehat untuk meremajakan dan memperpanjang usia tumbuhan. Mengurangi kerimbunan daun dapat mengurangi penguapan air agar tidak terlalu cepat. 

8. Menggunakan Pupuk Alami

Cara merawat tanaman hias agar cepat berbunga adalah dengan pemberian pupuk alami seperti kompos, pupuk kandang, pupuk daur ulang dan pupuk organik agar dapat tumbuh dengan subur. 

Apalagi jika kamu menanam jenis sayuran atau buah-buahan dengan harapan bisa dikonsumsi, sebaiknya menghindari penggunaan pupuk kimia. Berikut beberapa manfaat penggunaan pupuk alami sebagai salah satu cara merawat tanaman untuk pemula:

  • Dapat mengurangi pencemaran lingkungan
  • Membantu dalam memperbaiki struktur serta ekosistem tanah
  • Membantu tumbuhan menyerap air lebih mudah
  • Dapat meningkatkan aktivitas biologi dalam tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman
  • Sebagai sumber nutrisi penting untuk tumbuhan 

9. Pemberian Nutrisi

Cara agar tanaman tumbuh subur di rumah selanjutnya, kamu harus memastikan kecukupan nutrisi nya. Beberapa jenis nutrisi yang wajib terpenuhi seperti fosfor, potassium, kalsium, sulfur dan magnesium. 

Nutrisi sebenarnya bisa didapatkan secara alami dalam tanah, tapi seiring berjalannya waktu bisa menipis dan menghilang. Pemberian nutrisi bisa secara terpisah atau dengan rutin mengganti tanah. Jika tumbuhan kekurangan nutrisi tersebut, umumnya memiliki gejala-gejala berikut ini:

  • Kekurangan nitrogen: daun bagian bawah menguning karena klorofil berkurang
  • Kekurangan fosfor: daun tua menjadi keunguan atau cenderung kelabu, tepi daun berwarna cokelat, pertumbuhan daun cenderung kecil, rontok, pertumbuhan batang lambat dan tumbuhan tampak kerdil.
  • Kekurangan kalium: daun paling bawah kering dan biasanya terdapat bercak hangus, daun tampak seperti terbakar dan akhirnya gugur.
  • Kekurangan magnesium: muncul bercak-bercak kuning pada permukaan daun tua, daun tua lemah dan mudah terserang penyakit, khususnya embun tepung (powdery mildew).
  • Kekurangan kalsium: gejala berupa daun mengeriting, titik tumbuh lemah, kecil, daun rontok, tanaman tinggi tidak tumbuh baik dan produksi bunga terhambat
  • Kekurangan belerang: menyebabkan terhambatnya proses klorosis dan kekurangan nitrogen

10. Rutin Mengganti Pot

Cara merawat tanaman untuk pemula lainnya, kamu harus sesekali mengganti pot. Seringkali tips ini disepelekan karena sayang kalau harus mengganti pot, tapi ternyata juga memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman loh. 

Tanaman akan tumbuh semakin besar sehingga ukuran pot harus disesuaikan. Tujuannya agar tumbuhan tersebut memiliki ruang cukup dan bisa berkembang dengan baik. 

Bukan hanya ganti pot-nya saja, tapi juga mengganti media tanamnya. Sebenarnya tidak harus diganti sepenuhnya, kamu bisa mencampurkan sebagian media tanam lama dengan yang baru dimana telah dilengkapi dengan unsur hara.

Hal tersebut bertujuan agar pertumbuhan akar lebih baik, tumbuh anakan baru, tumbuh tajuk baru serta tanaman tampa lebih indah dan segar. Apalagi jika kamu menanam jenis bunga-bungaan, tips ini wajib dilakukan. 

11. Membersihkan Daun Tanaman

Kalau kamu punya cukup waktu luang, sempatkan sesekali membersihkan daun tanaman dengan menggunakan lap bersih. Meskipun cara merawat tanaman untuk pemula kedengarannya sepele, tapi ternyata dapat membantu tumbuh kembang lebih baik.

Terutama untuk jenis indoor yang ditempatkan di dalam rumah, wajib sering-sering membersihkan bagian daunnya. Kotoran dan debu yang menempel tidak hanya mengganggu pemandangan tapi juga bisa menjadi sumber penyakit bagi tumbuhan. 

12. Memangkas Rumput Liar

Cara merawat tanaman untuk pemula selanjutnya, jangan biarkan rumput liar tumbuh di sekitar tanamanmu. Rumput liar tersebut bisa menjadi sumber dan sarang penyakit yang akan menghambat pertumbuhan. 

13. Menjaga Kebersihan

Terakhir, kamu harus rajin dalam menjaga kebersihan area sekitar tanaman atau pot. Jangan biarkan ada tumpukan sampah seperti kaleng, plastik atau lainnya di sekitar tempat tumbuh tanaman, terutama jika ditanam langsung pada tanah. 

Selain itu, jangan biasakan membuang puntung rokok dalam pot karena dapat merusak kesuburannya. Pada dasarnya, cara merawat tanaman bagi pemula sangat mudah, asalkan kamu telaten dan rajin melakukan beberapa tips di atas.

Kamu bisa memilih jenis tumbuhan yang tidak membutuhkan perawatan ekstra. Seperti sudah kami jelaskan sebelumnya, tanaman aglaonema, lidah mertua, monstera, kaktus, lili paris, peace lily, dan sirih gading bisa jadi pilihan tepat untuk menghiasi rumah kamu. Mudah sekali bukan cara merawat tanaman untuk pemula?


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah