Source : pixabay.com

11 Cara Survive Sebagai Anak Rantauan, Begini Caranya

Anak rantau wajib belajar bertahan hidup dan mewujudkan tujuannya ketika merantau.

7 September 2026 Lailla
Ringkasan Artikel
  • Kembangkan kepercayaan diri dan keterampilan sosial: berani bertanya, belajar berbaur dengan adat setempat, serta menjalin komunikasi baik dengan pemilik kost, tetangga, teman kuliah/kerja.
  • Kelola kehidupan praktis: atur keuangan (alokasi sewa, makan, tabungan darurat), manajemen waktu, belajar memasak, rutin berolahraga, dan hemat lewat barang secondhand atau tinggal kost.
  • Pertahankan sikap tangguh dan proaktif: kurangi mengeluh, terus belajar dan berjuang demi tujuan merantau agar bisa membanggakan orang tua.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tantangan hidup bagi anak rantau yang jauh dari orang tua bisa dikatakan berat. Apalagi bagi anak rantau yang baru pertama kali merasakan pengalaman jauh dari rumah. Selain harus berusaha keras beradaptasi, anak rantau juga wajib belajar bertahan hidup dan mewujudkan tujuannya ketika merantau.

Cara Bertahan Hidup Anak Rantau

pixabay.com

Jika kamu membayangkan cara survive anak rantau hanya bisa dilakukan dengan banyak uang, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Uang tidak akan menjamin anak rantau tetap bertahan ketika mendapatkan masalah.

Terlebih lagi jika masalah tersebut menyangkut hubungan dengan orang lain atau masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan uang. Lalu, bagaimana cara agar anak rantau dapat bertahan hidup? Berikut tipsnya.

Kehidupan Anak Kost, Dibalik Prihatin Ada Keseruan yang Sulit Dilupakan

1. Percaya Diri

pixabay.com

Ketika kamu sudah memutuskan akan menjadi anak rantau, hilangkan sikap pemalu yang kamu miliki. Sebab, di tempat yang baru nanti kamu perlu berkomunikasi dengan banyak orang.

Jika tidak percaya diri, kamu akan kesepian dan tidak bisa berbaur dengan lingkungan. Ditambah lagi apabila teman di perantauan adalah orang yang senang bergaul dan nongkrong.

Sikap percaya diri dapat kamu tunjukkan ketika berkenalan dengan orang baru dan ketika berbicara. Kamu memang tidak perlu menyebutkan seluruh kemampuan yang dikuasai, tetapi ada kalanya kamu bisa menceritakan pengalaman mengesankan.

Sikap percaya diri juga berperan penting untuk membuatmu sukse menempuh studi dan bekerja di tanah rantau. Percayalah bahwa kamu memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan berkompetisi dengan orang lain.

2.Tidak Malu Bertanya

pixabay.com

Jangan pernah malu bertanya jika kamu ingin mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan. Terkadang, anak rantau merasa sungkan atau malu ketika harus bertanya pada orang baru. Padahal, anak rantau belum banyak mengetahui seluk beluk lokasi tempatnya tinggal.

Ketika kamu mendapati kesulitan untuk mencari tempat membeli barang dengan harga terjangkau, bertanyalah pada pemilik kost atau orang di sekitarmu. Mereka akan dengan senang hati memberikan informasi untuk bisa membantumu.

Bertanya arah jalan atau lokasi tempat yang kamu cari pun bisa dilakukan. Sebab, tidak semua lokasi di sekitar bisa ditemukan dengan peta online dan internet. Terkadang informasi yang diberikan warga lokal justru lebih lengkap dan membantu.

Catat informasi yang mereka berikan pada kertas atau pada catatan di ponsel. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, terlebih lagi jika kamu adalah orang yang pelupa.

3. Mau Belajar

pixabay.com

Berada di tanah rantau berarti siap untuk belajar hal baru. Pelajari cara berbaur dengan masyarakat lokal karena ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Kamu dapat berjalan-jalan di sekitar lokasi tempat tinggal dan mencatat tempat-tempat penting.

Pelajari adat kebiasaan masyarakat sekitar, seperti harus menunduk jika melewati orang yang lebih tua, mengucapkan salam, dan sebagainya. Kamu akan dihargai di tanah rantau jika kamu bisa menghargai orang lain pula.

4. Menjalin Komunikasi dengan Baik

pixabay.com

Selektif dalam memilih teman memang penting. Namun, kamu tetap harus menjalin komunikasi dengan siapa pun agar tidak memiliki musuh. Sebagai perantau, jalin komunikasi dengan pemilik tempat tinggal dan tetangga sekitar. Hal ini sangat penting karena suatu hari nanti kamu akan membutuhkan mereka.

Menjalin komunikasi yang baik dengan teman kost dan teman kuliah atau rekan kerja pun wajib kamu lakukan. Hindari berbicara dengan kata kasar atau kalimat yang kurang pantas sekalipun kamu sudah akrab. Selain itu, kamu juga perlu menjaga diri agar tidak membicarakan keburukan orang lain.

5. Mengelola Keuangan

pixabay.com

Masalah keuangan yang dialami anak rantau sudah bukan hal yang aneh lagi. Ketika mendapatkan kiriman dari orang tua, anak rantau yang tidak bisa mengelola keuangan akan langsung membelanjakannya.

Tidak jarang anak rantau akan membeli barang-barang yang tidak diperlukan dan tidak bisa menghasilkan pemasukan.

Cara mengelola keuangan untuk anak rantau bervariasi tergantung aktivitas utama yang dijalani. Saran Mamikos, mulailah dengan mengalokasikan dana untuk membayar biaya sewa tempat tinggal. Bisa dibayangkan jika anak rantau tidak memiliki tempat berteduh dan tempat tinggal, pasti akan kesulitan.

Selanjutnya, alokasikan uang untuk membayar biaya studi dan biaya makan. Sesekali anak rantau bisa mencicipi makanan enak atau makan di luar. Namun, untuk menghemat pengeluaran, makan di kost atau memasak sendiri bisa menjadi solusi.

Jangan lupa menyisihkan sebagian uang kiriman untuk ditabung. Kamu perlu menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi adanya keperluan mendadak.

Waktu sakit, kehilangan barang, ujian mendadak, dan masalah mendadak lainnya tentu perlu ditangani dengan cepat menggunakan dana darurat. Jika kamu boros, kamu akan mengalami kesulitan apabila harus terus mengandalkan orang tua.

Halaman: