Advertisement
Source : Pexels/Mahmoud Yahyaoui

25 Contoh Cerita Hikayat Pendek beserta Nilai yang Terkandung di Dalamnya

Cerita hikayat biasanya penuh dengan nilai moral yang mendidik. Berikut beberapa contoh cerita hikayat pendek yang dilengkapi nilainya.

30 September 2025 Fajar Laksana

7. Contoh Cerita Hikayat Pendek Malim Dewa

Alkisah, hiduplah seorang putra raja bernama Malim Dewa. Ia ditunjuk untuk menggantikan ayahnya yang sedang pergi untuk menunaikan haji di Mekkah.

Malim Dewa memiliki tunangan sebanyak tiga. Mereka semua adalah para putri yang berhasil didapatkan dari penelusuran seekor burung nuri.

Para putri itu bernama Nilam Cahaya, Andam Dewi, dan Gondan Gentasari. Namun, Andan Dewi juga dipinang oleh raja lainnya.

Dikarenakan pinangan itu tidak disetujui oleh raja tersebut, maka ia dibuat sakit secara misterius dengan ilmunya. Bahkan, wilayah kekuasaan Andam Dewi juga dihancurkannya.

Andam Dewi dan ibunya terpaksa harus bersembunyi. Malim Dewa tetap mencari Andam Dewi dan mengawininya. 

Namun, akibat perkawinan tersebut ia dibunuh oleh raja yang pinangannya telah ditolak. Malim Dewa akhirnya dihidupkan lagi oleh Nilam Cahaya.

Akhirnya, ia kawin dengan Gondan Gentasari. Berkat kemenangannya dalam peperangan, Malim Dewa berhasil mengawini dua putri lainnya.

Perkawinan terakhirnya adalah dengan putri Nilam Cahaya yang digelar di negeri kayangan.

Nilai yang terkandung di dalam Contoh Cerita Hikayat Pendek Malim Dewa:

Nilai yang terkandung di dalam contoh cerita hikayat pendek Malim Dewa adalah kesetiaan adalah harga yang mahal untuk dibayar.

Meskipun sangat mencintai seseorang, tidak selayaknya seseorang menghilangkan nyawa saingannya untuk bisa bersama dengan orang yang dicintainya.

8. Contoh Cerita Hikayat Pendek Antu Ayek

Dahulu kala, hiduplah seorang gadis di wilayah Sumatera Selatan. Gadis yang bernama Juani tersebut berasal dari keluarga yang sederhana.

Meskipun menjadi gadis kampung, Juani ialah gadis yang elok rupawan, memiliki kulit cerah, dan rambut yang lebat hitam.

Keelokan wajahnya sangat terkenal di kalangan masyarakat. Wajar jika banyak lelaki bujang yang berharap untuk bisa duduk di pelaminan dengannya.

Namun apalah daya, Juani tidak kunjung menentukan pilihan hati dari kampungnya.

Hingga suatu hari, bapak Juani akhirnya menerima pinangan dari Bujang Juandan karena terjerat hutang dengan keluarganya.

Bujang Juandan ialah pemuda yang berasal dari keluarga kaya raya. Sayangnya, yang menjadi masalah ialah Bujang Juandan bukan seorang pemuda yang tampan.

Bukan hanya sekadar kurang rupawan, tapi pemuda itu menderita penyakit kulit di tubuhnya sehingga dijuluki sebagai Bujang Kurap.

Mengetahui kabar tersebut, Juani sangat bersedih dan berusaha untuk menolak. Namun, ia tidak kuasa menahan iba kepada bapaknya. Hari-hari ia habiskan untuk meratapi nasibnya yang sangat malang.

Apa hendak dikata, pernikahan pun sudah dirancang dan dipersiapkan. Warga sekampung juga ikut sibuk mempersiapkan upacara pernikahan Juani dan Juandan.

Pada malam perkawinan tersebut, Juani dirias dan mengenakan gaun pengantin. Ia menangis di dalam kamar tidurnya, masih dengan menggunakan gaun.

Ketika seluruh anggota keluarga menyambut kedatangan rombongan Juandan, hati Juani semakin sedih. Ia pun tidak memutuskan untuk kabur melalui pintu belakang dan pergi menuju sungai.

Dengan berurai air mata, Juani memutuskan terjun ke sungai untuk mengakhiri hidupnya.

Kematiannya yang dipenuhi derita membuatnya menjadi arwah penunggu sungai yang hingga saat ini disebut sebagai Antu Ayek. Hantu ini senang bergentayangan untuk mencari korban anak-anak.

Nilai yang terkandung di dalam Contoh Cerita Hikayat Pendek Antu Ayek:

Jangan terlalu memilih-milih pasangan karena memiliki kriteria yang terlalu tinggi. Sejatinya, tidak ada seseorang yang sempurna di dunia ini.

Orang tua juga harus memahami bahwa seorang anak yang tidak ingin dijodohkan, tidak selayaknya dipaksa. Sebab, hak tersebut bisa menimbulkan dampak yang fatal, salah satunya bunuh diri.

Contoh Cerita Hikayat dan Isi Pokoknya Singkat dalam Bahasa Indonesia

9. Contoh Cerita Hikayat Pendek Putri Tujuh

Dahulu kala, di daerah Riau, hiduplah seorang raja yang adil dan bijaksana. Ia sangat dicintai rakyatnya karena selalu memimpin dengan penuh kasih sayang. Raja tersebut memiliki tujuh orang putri yang sangat cantik. Kecantikan mereka terkenal hingga ke negeri seberang, sehingga banyak pangeran dan bangsawan yang ingin meminang.

Namun, pada suatu hari, negeri tersebut diserang oleh musuh dari kerajaan tetangga. Sang raja berusaha melindungi rakyatnya dengan sekuat tenaga. Namun, ia juga khawatir tujuh putrinya akan ditangkap musuh dan dijadikan tawanan. Dengan berat hati, sang raja memerintahkan seorang prajurit setia untuk membawa ketujuh putrinya ke sebuah gua rahasia di dalam hutan.

Ketujuh putri patuh kepada ayah mereka, meski hati kecil mereka merasa takut. Mereka pun tinggal di dalam gua dengan bekal seadanya, menunggu kabar dari ayahnya. Namun, perang berlangsung lama dan pintu gua tertutup oleh batu besar akibat longsor. Ketujuh putri tidak dapat keluar lagi, dan akhirnya mereka meninggal di dalam gua itu.

Rakyat yang mengetahui kisah tragis ini merasa sangat sedih. Mereka percaya bahwa arwah ketujuh putri tersebut masih berada di sekitar gua. Sejak saat itu, tempat itu dikenal dengan sebutan Bukit Tujuh Putri, dan hingga kini masyarakat sekitar masih menghormati kisahnya.

Nilai yang terkandung dalam Hikayat Putri Tujuh:

Kisah ini mengajarkan tentang kesetiaan, pengorbanan, dan cinta keluarga. Seorang pemimpin rela melakukan apa saja demi melindungi anak-anaknya, meskipun harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.

Selain itu, cerita ini juga memberi pesan agar kita selalu menghormati sejarah dan tidak melupakan jasa orang-orang yang telah berkorban.

10. Contoh Cerita Hikayat Pendek Si Lancang

Dahulu kala di daerah Riau, hiduplah seorang pemuda miskin bernama Si Lancang. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah gubuk sederhana di tepi sungai. Kehidupan mereka serba kekurangan, namun sang ibu selalu berusaha keras agar anak semata wayangnya tetap bisa makan dan bersekolah.

Saat dewasa, Si Lancang merantau ke negeri seberang. Berkat kerja kerasnya, ia menjadi saudagar kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang, pakaian mewah, dan harta yang melimpah. Namun, seiring kekayaannya bertambah, hatinya semakin sombong. Ia melupakan asal usulnya dan tidak pernah lagi mengingat ibunya.

Suatu hari, Si Lancang pulang ke kampung halamannya dengan kapal besar dan rombongan megah. Ibunya yang sudah tua renta datang menyambut dengan penuh haru. Namun, di hadapan istri bangsawan dan para pengawalnya, Si Lancang merasa malu. Ia tidak mau mengakui perempuan miskin itu sebagai ibunya. Bahkan, ia mengusir ibunya dengan kasar.

Hati sang ibu hancur. Dengan berlinang air mata, ia berdoa kepada Tuhan agar anaknya diberi pelajaran. Tiba-tiba langit mendung, angin topan datang, dan petir menyambar kapal Si Lancang. Kapal megah itu hancur berkeping-keping, dan seluruh hartanya berhamburan di sungai. Si Lancang sendiri tenggelam, tidak pernah muncul lagi.

Masyarakat percaya, setiap benda yang terapung di Sungai Kampar adalah sisa harta Si Lancang yang terlupakan. Hingga kini, kisahnya tetap dikenang oleh masyarakat Riau.

Nilai yang terkandung dalam Hikayat Si Lancang:

Cerita ini mengajarkan agar kita tidak melupakan asal usul dan jasa orang tua. Kesombongan hanya akan membawa petaka. Sebaliknya, kerendahan hati dan bakti kepada orang tua akan membawa kebahagiaan sejati.

11. Contoh Cerita Hikayat Pendek Asal Usul Danau Toba

Di Tanah Batak, Sumatera Utara, hiduplah seorang pemuda yang rajin bekerja sebagai petani. Suatu hari, ia memancing ikan di sungai. Betapa terkejutnya ia ketika mendapatkan seekor ikan emas besar. Saat dibawa pulang, ikan itu tiba-tiba berubah menjadi seorang gadis cantik.

Gadis itu berkata bahwa ia sebenarnya jelmaan ikan yang terkena kutukan. Pemuda itu jatuh hati padanya dan akhirnya menikahinya. Mereka hidup bahagia dan memiliki seorang anak laki-laki. Namun, sang istri memberi syarat sejak awal: ia tidak boleh mengungkit asal usulnya sebagai ikan.

Beberapa tahun kemudian, anak mereka tumbuh menjadi anak yang nakal. Suatu hari, ia membuat kesalahan besar, dan sang ayah marah dengan emosi. Ia tanpa sadar menyebut anaknya “anak ikan.” Saat itu juga, sang istri berubah kembali menjadi ikan emas dan menghilang ke dalam sungai bersama anaknya.

Tak lama kemudian, air meluap deras dari sungai dan menenggelamkan seluruh lembah. Tempat itu berubah menjadi danau besar yang kini dikenal sebagai Danau Toba. Pulau kecil di tengah danau dipercaya sebagai tempat tinggal anaknya yang hilang.

Nilai yang terkandung dalam Hikayat Asal Usul Danau Toba:

Janji adalah sesuatu yang sakral dan harus dijaga. Sekali janji dilanggar, akibatnya bisa fatal. Cerita ini juga mengajarkan agar kita mampu menahan emosi, karena ucapan yang keluar dari mulut bisa membawa penyesalan seumur hidup.

Halaman:

Advertisement