25 Contoh Cerita Hikayat Pendek beserta Nilai yang Terkandung di Dalamnya
Cerita hikayat biasanya penuh dengan nilai moral yang mendidik. Berikut beberapa contoh cerita hikayat pendek yang dilengkapi nilainya.
19. Contoh Cerita Hikayat Pendek Asal Usul Gunung Bromo
Di Jawa Timur, hiduplah pasangan Roro Anteng dan Joko Seger. Mereka lama menikah tetapi belum dikaruniai anak. Mereka berdoa di gunung hingga akhirnya dianugerahi banyak anak.
Namun, mereka harus menepati janji: mengorbankan salah satu anaknya ke kawah gunung. Ketika tiba saatnya, mereka menolak. Namun, tiba-tiba gunung berguncang hebat dan anak bungsu mereka, Kesuma, terjatuh ke kawah.
Dari dalam kawah terdengar suara Kesuma yang meminta keluarganya hidup rukun dan melakukan upacara setiap tahun untuk mengingat pengorbanannya. Hingga kini, masyarakat Tengger melakukan Yadnya Kasada di Gunung Bromo.
Nilai moral dalam Cerita Hikayat Gunung Bromo:
Janji harus ditepati. Pengorbanan juga bagian dari cinta sejati, dan kita harus belajar ikhlas melepaskan sesuatu demi kebaikan bersama.
20. Contoh Cerita Hikayat Pendek Legenda Nyi Roro Kidul
Dahulu kala, di Jawa, ada seorang putri raja yang cantik jelita. Namun, ia dikutuk hingga menderita penyakit kulit yang aneh. Karena malu, ia diusir dari keraton.
Putri itu mengembara hingga ke tepi laut selatan. Ia berdoa dan menyerahkan diri kepada kekuatan gaib. Tiba-tiba ombak besar datang, membawanya masuk ke laut. Ia tidak tenggelam, melainkan berubah menjadi penguasa gaib Laut Selatan, yang dikenal sebagai Nyi Roro Kidul.
Masyarakat Jawa percaya bahwa Nyi Roro Kidul adalah ratu laut selatan yang sangat dihormati. Hingga kini, banyak orang yang memberikan sesaji di pantai selatan sebagai penghormatan.
Nilai moral dalam Cerita Hikayat Nyi Roro Kidul:
Kisah ini mengajarkan bahwa penderitaan bisa mengubah nasib seseorang. Selain itu, ada pesan agar manusia menghargai alam dan kekuatan gaib yang dipercaya oleh masyarakat setempat.
21. Contoh Cerita Hikayat Pendek Legenda Banyuwangi
Dahulu kala di Jawa Timur, hiduplah seorang raja bernama Prabu Menak Prakoso dan permaisurinya yang cantik, Dewi Sri Tanjung. Mereka hidup damai sampai muncul fitnah dari seorang patih iri hati. Patih itu menuduh Dewi Sri Tanjung berselingkuh.
Sang raja yang murka tanpa berpikir panjang menjatuhkan hukuman. Dewi Sri Tanjung dibawa ke tepi sungai untuk dibunuh. Sebelum ajal tiba, ia bersumpah: bila dirinya tidak bersalah, maka air sungai akan menjadi harum.
Setelah ia meninggal, tiba-tiba air sungai mengeluarkan bau harum wangi. Prabu Menak Prakoso menyesal, namun segalanya sudah terlambat. Sejak saat itu, daerah tersebut dinamakan Banyuwangi, yang berarti โair yang wangi.โ
Nilai moral dalam Cerita Hikayat Banyuwangi:
Cerita ini mengajarkan agar kita tidak mudah percaya pada fitnah. Keadilan harus ditegakkan dengan bukti, bukan hanya prasangka.
22. Contoh Cerita Hikayat Pendek Legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan
Jaka Tarub adalah seorang pemuda tampan yang tinggal di pedesaan. Suatu hari, ia melihat tujuh bidadari turun dari kayangan untuk mandi di telaga. Jaka Tarub menyembunyikan selendang salah satu bidadari bernama Nawang Wulan, sehingga ia tidak bisa kembali ke langit.
Akhirnya Nawang Wulan menikah dengan Jaka Tarub. Mereka hidup bahagia dan memiliki seorang anak. Namun, Nawang Wulan memiliki kebiasaan unik: setiap kali memasak nasi, hanya dengan sebutir padi sudah cukup untuk sekeluarga.
Suatu hari, Jaka Tarub melanggar larangan istrinya dan mengintip. Karena rahasianya terbongkar, kekuatan Nawang Wulan hilang. Ia kembali hidup sebagai manusia biasa. Hingga akhirnya, ia menemukan selendangnya dan kembali ke kahyangan, meninggalkan suami dan anaknya.
Nilai moral dalam Cerita Hikayat Jaka Tarub:
Cerita ini mengajarkan pentingnya menjaga kepercayaan dalam sebuah hubungan. Rasa ingin tahu yang berlebihan bisa menghancurkan kebahagiaan.
23. Contoh Cerita Hikayat Pendek Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi
Sangkuriang adalah anak Dayang Sumbi yang tidak tahu bahwa ibunya masih muda jelita karena kutukan. Ia jatuh cinta pada ibunya sendiri. Dayang Sumbi pun mencari cara agar pernikahan tidak terjadi.
Ia memberi syarat Sangkuriang untuk membuat danau besar dengan perahu raksasa hanya dalam satu malam. Dengan kesaktiannya, Sangkuriang hampir berhasil. Dayang Sumbi lalu menipu dengan kain putih yang membuat ayam berkokok, tanda pagi telah tiba.
Marah karena merasa dikhianati, Sangkuriang menendang perahu yang dibuatnya hingga terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Nilai moral dalam Cerita Hikayat Sangkuriang (versi lain):
Kisah ini memberi pesan tentang pentingnya menjaga batas norma keluarga, serta bahwa tipu daya tidak selalu menyelesaikan masalah dengan baik.
24. Contoh Cerita Hikayat Pendek Asal Usul Pulau Komodo
Di Nusa Tenggara Timur, hiduplah seorang putri yang melahirkan sepasang anak: satu manusia bernama Gerong, dan satu lagi seekor naga yang kemudian menjadi komodo. Meskipun berbeda, sang ibu merawat keduanya dengan penuh kasih.
Ketika dewasa, Gerong pergi berburu dan melihat hewan besar menyerupai naga. Ia hampir membunuhnya, tetapi ibunya datang dan melarang. Ibunya berkata bahwa hewan itu adalah saudara kembarnya.
Sejak saat itu, manusia dan komodo hidup berdampingan di pulau tersebut. Pulau itu kini dikenal sebagai Pulau Komodo.
Nilai moral dalam Cerita Hikayat Pulau Komodo:
Cerita ini mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dengan alam dan tidak serakah dalam berburu. Semua makhluk memiliki hak hidup.
25. Contoh Cerita Hikayat Pendek Asal Usul Candi Sewu
Di Jawa Tengah, hidup seorang raksasa bernama Prabu Boko yang memiliki putri cantik. Setelah ia dikalahkan, Bandung Bondowoso jatuh cinta pada sang putri. Namun, sang putri menolak dan meminta syarat mustahil: membangun seribu candi dalam satu malam.
Dengan bantuan jin, Bandung Bondowoso hampir berhasil. Sang putri panik dan menipu dengan menumbuk padi agar jin mengira hari sudah pagi. Bandung hanya menyelesaikan 999 candi. Karena marah, ia mengutuk sang putri menjadi arca terakhir untuk melengkapi candi ke-1000.
Candi itu kini dikenal sebagai Candi Sewu, yang berarti seribu candi, meski jumlahnya tidak benar-benar seribu.
Nilai moral dalam Cerita Hikayat Candi Sewu:
Kejujuran adalah kunci. Penipuan hanya akan membawa penderitaan bagi diri sendiri.
Penutup
Contoh cerita hikayat pendek di atas mengandung nilai moral secara tersirat.
Dengan kata lain, pembaca contoh cerita hikayat pendek perlu memahami makna implisit yang terkandung di dalamnya.
Jadi karya sastra berupa contoh cerita hikayat pendek ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran tentang makna kehidupan.๐๐
Halaman:


