7 Contoh Teks Hikayat Singkat beserta Struktur dengan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya
Teks hikayat merupakan jenis teks yang tersebar di semenanjung Malaka. Menjadi media tutur fiksi sejarah yang penuh ajaran moral. Baca selengkapnya di sini.
7 Contoh Teks Hikayat Singkat beserta Struktur dengan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya – Menurut KBBI, hikayat merupakan karya prosa lama yang memuat cerita, hukum, dan silsilah, dengan isi yang bisa berupa rekaan, sejarah, biografi, atau keagamaan, dan diwariskan secara turun-temurun.
Teks hikayat umumnya menyajikan kisah kepahlawanan, keajaiban, dan kehebatan tokoh yang dilengkapi kesaktian atau kekuatan luar biasa. Cerita-cerita ini sering berfungsi sebagai hiburan, sekaligus sarana pendidikan moral dan pengajaran nilai sosial kepada masyarakat pada masanya.
Teks hikayat memiliki struktur dan unsur intrinsik serta ekstrinsik yang bisa kamu pelajari melalui ulasan berikut. 📖😊✨
Daftar Isi
Apa Saja Struktur pada Teks Hikayat?

Teks hikayat mempunyai 6 struktur yang terdiri dari abstraksi (pengantar), orientasi (latar, waktu, suasana), komplikasi (sebab-akibat hingga masalah muncul), evaluasi (penilaian peristiwa), resolusi (penyelesaian), serta koda (pesan moral/penutup).
1. Abstraksi
Abstraksi merupakan ringkasan atau gambaran umum dari isi cerita. Dalam penulisan hikayat, penggunaan abstraksi bersifat opsional.
Perlu diketahui bahwa abstraksi menjadi suatu awal yang cukup penting dalam membangun cerita hikayat yang solid.
2. Orientasi
Orientasi merupakan struktur bagian contoh teks hikayat yang berisi tentang latar waktu, tempat, dan suasana. Umumnya, orientasi yang terdapat dalam sebuah cerita disusun secara dramatis.
Hal ini dilakukan dengan harapan agar pembaca bisa ikut merasakan situasi yang ada dalam cerita. Jadi, walaupun cerita hikayat disampaikan secara turun temurun, namun inti kisahnya masih tetap sama.
3. Komplikasi
Komplikasi adalah struktur dalam contoh hikayat Melayu pendek yang berisikan tentang rangkaian peristiwa yang dihubungkan dengan sebab-akibat.
Selain itu, dalam komplikasi juga bisa ditemukan karakteristik tokoh dengan berbagai jenis keunikannya.
4. Evaluasi
Evaluasi adalah bagian dari hikayat yang menampilkan konflik mulai menemukan titik terang atau resolusi penyelesaian. Struktur ini menunjukkan perkembangan masalah dan indikasi menuju penyelesaian.
Evaluasi dilakukan oleh tokoh-tokoh yang mempunyai peran sentral dalam cerita tersebut. Evaluasi bisa memberikan dampak yang baik pada akhir cerita.
5. Resolusi
Resolusi memuat penyelesaian konflik atau masalah yang dialami tokoh. Resolusi dapat ditampilkan melalui tindakan, keputusan, atau pemikiran tokoh serta perspektif penulis.
6. Koda
Koda adalah bagian penutup hikayat yang memuat kesimpulan dan hikmah. Struktur ini berfungsi memberikan pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil pembaca dari keseluruhan cerita.
Apa Saja Unsur Teks Hikayat?
Teks hikayat terdiri dari dua unsur, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Adapun penjelasan mengenai kedua unsur tersebut yaitu sebagai berikut.
Apa Saja yang Termasuk Unsur Intrinsik dalam Teks Hikayat?
Unsur intrinsik merupakan unsur yang menciptakan cerita dari dalam. Unsur ini bisa diidentifikasi dengan membaca karya hikayat itu sendiri. Jenis-jenis unsur intrinsik ada tema, latar, tokoh, alur, dan sudut pandang. Berikut penjelasan rincinya.
- Tema merupakan gagasan yang melatarbelakangi suatu cerita. Tidak jarang, tema tersirat di dalam judul prosa atau di dalam perilaku tokoh.
- Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana yang terangkum dalam sebuah cerita.Â
Dalam karya sastra lama, larat adalah unsur yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari daerah asal karya tersebut.
- Tokoh merupakan pemeran di dalam suatu cerita. Bisa dibilang, unsur ini termasuk unsur utama dalam suatu cerita hikayat.
- Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam suatu cerita. Alur pada contoh teks hikayat singkat beserta struktur kisahnya terdiri dari dua jenis, yakni alur maju dan alur mundur
- Sudut pandang merupakan teknik yang dipilih oleh pencerita dalam mengemukakan gagasannya.Â
Sudut pandang terdiri dari dua jenis, yakni sudut pandang orang pertama dan juga orang ketiga.
- Amanat merupakan pesan atau amanat yang terkandung dalam suatu cerita
- Gaya bahasa merupakan cara penulis dalam menyajikan cerita dengan memakai unsur-unsur keindahan dalam tutur katanya.
- Penokohan merupakan bentuk penyajian citra atau watak tokoh. Fungsinya yaitu untuk membedakan antara tokoh utama dan tokoh figuran. Jika dilihat dari tema, tokoh dibedakan menjadi dua jenis, yakni tokoh protagonis dan antagonis.
Apa Saja yang Termasuk Unsur Ekstrinsik dalam Teks Hikayat?
Unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang ikut membangun alur suatu kisah. Unsur-unsur ekstrinsik dalam karya hikayat umumnya berkaitan dengan latar belakang cerita.
Contohnya seperti latar belakang adat, agama, budaya, dan lain sebagainya. Sejatinya, tidak ada karya sastra yang lahir secara otonom, begitu juga dengan hikayat.
Setiap karya sastra selalu berkaitan dengan unsur ekstrinsik. Sebagian besar contoh teks hikayat singkat beserta struktur yang dimilikinya berasal dari faktor kemasyarakatan.
Dengan begitu, maka bisa dikatakan bahwa unsur ekstrinsik merupakan unsur pembentuk contoh teks hikayat dari luar.
Agar bisa membangun unsur ekstrinsik, maka perlu bantuan dari ilmu-ilmu lain seperti filsafat, psikologi, sosiologi, dan lain-lain.
Contoh Teks Hikayat Singkat beserta Struktur
Di bawah ini adalah beberapa contoh teks hikayat singkat beserta struktur yang populer di kalangan masyarakat. Setiap contoh teks hikayat di bawah ini dicuplik dari cerita-cerita lokal.
1. Hikayat Si Miskin
Alkisah, Si Miskin dan istrinya menjalani hidup di dalam pembuangan di dunia akibat memperoleh kutukan dari Batara Indera.
Usai memperoleh putra bernama Marakarmah, kemudian mereka juga mendapatkan kekayaan.
Pada akhirnya, Si Miskin menjadi raja yang memiliki gelar Maharaja Indra Angkasa. Putra keduanya bernama Nila Kesuma. Ia adalah seorang putri yang cantik jelita.
Dikarenakan percaya dengan ramalan para ahli nujum yang menjadi kaki tangan Maharaja Indera Dewa yang iri dengannya, Marakarmah dan istrinya diusir dari istananya sendiri.
Setelah peristiwa itu, akhirnya Maharaja Indera Angkasa kembali menjadi orang miskin. Dalam pengusiran tersebut, Marakarmah berjumpa dengan putri Cahaya Khairani yang selanjutnya dikawinnya.
Nila Kesuma ada di dalam hutan dan dipersunting oleh Putra Mahkota Mengindra Sari yang berasal dari Kerajaan Pelinggam Cahaya.
Di istana itulah kakak beradik tersebut bertemu kembali usai melakukan pengembaraan yang penuh rintangan.
Marakarmah juga berhasil mengembalikan kebesaran milik ayah ibunya dengan bantuan para-sahabatnya. Marakarmah juga bisa menghancurkan kerajaan Maharaja Indera Dewa.
Abstraksi
Si Miskin yang awalnya hidup serba kekurangan bisa menjadi seseorang yang memiliki kedudukan dan kekayaan. Namun, kekayaan tersebut tidak abadi karena ia memperoleh kutukan dari batara Indera.
Meskipun jatuh miskin, namun Si Miskin dikaruniai dua orang anak yang bernama marakarmah dan Putri Nila Kesuma.
Kedua anaknya tersebut menikah dengan para bangsawan yang pada akhirnya mampu mengangkat derajat orang tuanya.
Orientasi
Orientasi pada cerita hikayat Si Miskin merujuk pada waktu, tempat, dan suasana di dalam cerita. Orientasi hikayat Si Miskin yaitu sebagai berikut:
Waktu: Pagi, siang, sore, malam (tidak dijelaskan secara detail)
Tempat: Kerajaan dan hutan
Suasana: Sedih, dan penuh haru
Komplikasi
Komplikasi pada hikayat Si Miskin adalah ia dan istrinya memperoleh kutukan dari Batara Indera. Padahal, hidupnya baru saja mengalami kemujuran karena dapat tinggal di istana bersama keluarganya.
Namun, kebahagiaan tersebut sirna karena Si Miskin dan keluarganya kembali miskin dan hidup serba kekurangan.
Evaluasi
Kemiskinan yang diderita oleh keluarga Si Miskin rupanya tidak bertahan lama karena Marakarmah dan Nila Kesuma berhasil menikah dengan para bangsawan.Â
Hal ini secara tidak langsung juga ikut mengangkat nama baik dan derajat orang tuanya, sehingga tidak lagi dikucilkan.
Resolusi
Marakarmah menikah dengan putri Cahaya Khairani, sedangkan Nila Kesuma dinikahi oleh Putra Mahkota Mengindra Sari.Â
Setelah berhasil menikah dengan para bangsawan, kedua kakak dan adik tersebut akhirnya bertemu kembali setelah melakukan pengembaraan yang jauh.
Koda
Koda atau amanat yang ingin disampaikan penulis dalam hikayat Si Miskin adalah kesengsaraan dan kesedihan tidak akan selamanya terjadi. Sebab, roda kehidupan selalu berputar.
Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah tetap berbuat baik kepada sesama manusia tanpa pamrih. Dengan begitu, kebaikan yang lain juga akan datang ke dalam hidup kita.
2. Hikayat Dua Bersaudara
Syahdan adalah dua raja bersaudara bernama Raja Ahmad dan Raja Muhammad. Raja Muhammad mendapatkan seorang anak putri yang cantik parasnya dalam sebatang bambu di tengah hutan.
Putri itu diberikan nama putri Betong. Begitu pula dengan Raja Ahmad yang beroleh seorang anak laki-laki. Anak itu dibawakan oleh seekor gajah dan dinamakan Merah Gaja.
Merah Gajah dikawinkan bersama dengan Putri Betong dan beroleh dua anak laki-laki tampan, yakni Merah Silu dan Merah Hasum.
Setelah orang tuanya meninggal, ibunya lenyap karena sehelai rambutnya berwarna putih perak dicerabut oleh ayahnya (Merah Gajah).
Akhirnya, ayahnya mati terbunuh dan Merah Silu menjadi orang yang kaya raya karena bisa mengubah banyak gelang menjadi emas.
Kemudian, dia berpindah tempat tinggal dan membangun kerajaan. Setelah masuk Islam, ia mendapatkan gelar Sultan Malikul Saleh. Kerajaannya disebut dengan.
Putranya bernama Malikul Tahir juga membangun Kerajaan Pasai yang diselaraskan dengan anjingnya yang mati di tempat itu.
Ia mendapatkan dua orang putra yang bernama Malikul Mahmud dan juga Malikul Mansur. Saat Pasai dihabisi oleh Siam, Malikul Mahmud menjadi pemimpin peperangan untuk melawannya.
Siam pun akhirnya kalah. Malikul Mahmud kemudian menggantikan ayahnya untuk menjadi Raja Pasai. Namun, Malikul Mansur yang merupakan adiknya diasingkan karena dianggap sebagai musuh.
Pada akhirnya Sultan Malikul Mahmud menyesali perbuatannya dan merasa pilu sat mendengar kabar bahwa adiknya sudah meninggal di dalam pengasingan.
Ia jatuh sakit dan kemudian mangkat, Ialu terganti oleh Sultan Ahmad yang berkuasa secara mutlak.
Putranya sebanyak lima orang, yaitu Tun Beraim Bapa, Tun Abdul Fazil, Tun Abdul Jalil, Tun Madim, dan Tun Takiah Dara.
Tun Beraim Bapa menghalangi niat Sultan Ahmad yang ingin mempersunting putrinya sendiri denga cara membunuhnya
Demikian pula dengan Tun Abdul Jalil yang dibunuhnya karena Sultan Ahmad menginginkan Putri Gemerancang untuk jadi calon istrinya.
Begitu tahu kekasihnya dibunuh, Putri Gemerancang melenyapkan nyawanya sendiri dengan terjunke lautan. Raja Majapahit sangat murka atas berita duka tersebut.
Kerajaan Pasai akhirnya diserang dan dikalahkan. Sultan Ahmad akhirnya melarikan diri dari kerajaannya. Majapahit akhirnya melakukan ekspansi ke Jambi, Ujong Tanah, dan Palembang.
Kemenangan didapatkannya di mana-mana. Hanya saja, nasib Majapahit tidak terlalu mujur di Suatang (Minangkabau). Usai kalah beradu kerbau, laskar Majapahit dihabisi oleh laskar Suatang.
Halaman:



