9 Macam-macam Gaya Bahasa, Penjelasan dan Contoh Lengkapnya

Macam-macam gaya bahasa semakin umum digunakan dalam berbagai proses penulisan karena bisa memberikan penekanan makna tertentu dari penggunaan sebuah bahasa.

Penggunaan gaya bahasa atau yang juga sering disebut dengan majas merupakan salah satu cara terbaik yang bisa digunakan untuk mengolah bahasa sehingga bisa memberikan kesan yang berbeda.

Bahasa majas pada umumnya cenderung menunjukkan makna yang tidak sesuai dengan kondisi realitas sebenarnya.

Sebab, pada dasarnya bahasa yang digunakan dalam majas merupakan bahasa imajinatif sehingga membutuhkan interpretasi agar bisa memahami makna dari gaya bahasa tersebut secara tepat.

Pengertian Macam-macam Gaya Bahasa yang Perlu Kamu Ketahui

unsplash.com

Sebelum membahas secara lebih lanjut terkait dengan berbagai jenis gaya bahasa yang umum digunakan dalam berbagai tulisan atau karya sastra, tidak akan lengkap rasanya jika tidak mengulas terlebih dahulu tentang pengertian dari majas itu sendiri.

Dilansir dari Wikipedia, majas atau gaya bahasa merupakan suatu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk bisa memperoleh efek-efek tertentu yang akan membuat sebuah karya sastra menjadi semakin hidup.

Keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan baik secara lisan atau tertulis.

Majas pada umumnya digunakan dalam penulisan karya sastra baik itu berupa puisi ataupun juga prosa.

Dalam karya sastra, majas menjadi bahasa kiasan yang dapat menghidupkan sebuah karya sastra dan bisa memberikan konotasi atau makna tertentu di dalam karya tersebut.

Secara umum, tujuan dari penggunaan majas adalah digunakan untuk membuat para pembaca ataupun penikmat suatu karya seni agar bisa merasakan emosi atau perasaan dari suatu karya jenis karya lewat penggunaan berbagai macam jenis gaya bahasa yang digunakan oleh para penulis.

Macam-macam Gaya Bahasa yang Umum Digunakan

Secara umum terdapat cukup banyak jenis gaya bahasa atau majas.

Sebagai informasi, berikut ini adalah beberapa jenis majas yang relatif cukup umum digunakan dalam berbagai kaidah penulisan

1. Majas Personifikasi

Salah satu jenis majas yang relatif cukup banyak digunakan dalam penulisan sejumlah karya sastra adalah personifikasi.

Majas personifikasi adalah sebuah gaya bahasa yang seolah-olah menjadikan benda mati menjadi suatu benda hidup.

Salah satu ciri yang umum digunakan pada majas ini adalah menyematkan sifat atau kata kerja yang umum dimiliki oleh makhluk hidup kepada benda mati.

Sehingga pada akhirnya benda mati tersebut dapat melakukan aktivitas seperti makhluk hidup kebanyakan.

Contoh Majas Personifikasi

  1. Penulis itu membiarkan pulpen yang dipegangnya menari-nari di atas kertas untuk menghasilkan tulisan yang menawan.
  2. Daun-daun yang tertiup oleh angin itu bergoyang-goyang layaknya orang-orang merdeka yang tidak memiliki masalah.
  3. Tiang listrik itu berdiri tegap penuh kesigapan meski harus menahan sengatan sinar mentari yang menusuk kulit.

Kata kerja menari-nari, bergoyang-goyang, berdiri tegap yang digunakan pada beberapa contoh di atas, tentunya benda-benda mati tersebut tidak akan benar-benar melakukan aktivitas tersebut karena itu adalah sesuatu yang mustahil dilakukan.

Penggunaan kata kerja tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi benda mati tersebut seolah-olah menyerupai benda hidup.

2. Majas Metafora

Macam macam gaya bahasa  yang juga cukup banyak digunakan dalam sejumlah kesempatan adalah majas Metafora.

Majas metafora merupakan salah satu jenis gaya bahasa yang menggunakan benda atau objek tertentu untuk menggambarkan sifat yang ingin diutarakan oleh si penulis.

Contoh Majas Metafora :

  1. Meskipun Nina adalah anak emas dari Pak Lurah, namun ia tidak pernah bersikap manja kepada orang tuanya.
  2. Warga yang ketahuan melanggar peraturan dan norma adat, biasanya akan menjadi buah bibir orang-orang di sekitarnya.

Anak emas dan buah bibir tentu bukanlah istilah yang merujuk pada istilah sebenarnya.

Anak emas tidak merujuk pada anak yang terbuat dari emas dan buah bibir tidak diartikan sebagai buah yang berbentuk bibir.

nak emas tidak merujuk pada anak yang terbuat dari emas dan buah bibir tidak diartikan sebagai buah yang berbentuk bibir.

Anak emas dimaknai sebagai anak kesayangan dan buah bibir dimaknai sebagai bahan perbincangan.

3. Macam macam gaya bahasa Berupa Majas Asosiasi

Jenis majas yang berikutnya adalah majas Asosiasi. Secara sederhana, majas asosiasi adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua buah objek berbeda yang dianggap memiliki kesamaan.

Sebagai majas perbandingan, gaya bahasa ini banyak menggunakan kata : seperti, bagaikan, dan ataupun juga bak.

Contoh Majas Asosiasi :

  1. Wajah kedua kakak itu itu sangat mirip bagaikan pinang dibelah dua.
  2. Kamu tidak akan bisa membuat keputusan dengan bijak kalau pendirianmu bak air di atas daun talas.

Bagaikan pinang dibelah dua artinya wajah kedua kakak itu sangat mirip sehingga diibaratkan seperti pinang yang dibelah dua.

Sementara itu, pendirian bak air di atas daun talas merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendirian seseorang yang selalu berubah-ubah.

4. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah sebuah gaya bahasa yang umum digunakan untuk mengungkapkan segala sesuatu dengan cara melebih-lebihkan hal tersebut dan terkadang membuatnya terkesan tidak masuk akal.

Penggambaran secara berlebih-lebihan ini bisa dalam bentuk makna yang positif atau penuh kebaikan dan bisa juga dalam artian yang sebaliknya yakni makna majas yang penuh dengan konotasi negatif.

Contoh Penggunaan Majas Hiperbola

  1. Pak Tani itu membanting tulang dari pagi hingga petang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
  2. Suara pria itu ketika bernyanyi bisa membuat seluruh kota menjadi luluh lantah.

Membanting tulang dalam penggalan contoh majas di atas maksudnya adalah bekerja dengan sangat keras.

Sedangkan pada contoh yang kedua adalah majas hiperbola yang maknanya bahwa suara pria itu  sangatlah buruk seolah bisa menghancurkan kota.

5. Jenis Majas Eufemisme

Macam macam gaya bahasa  yang juga tidak kalah sering digunakan dalam sejumlah kesempatan adalah Eufemisme.

Majas eufemisme adalah sebuah majas yang digunakan untuk menghaluskan makna kalimat agar menjadi lebih etis atau sopan ketika didengar atau dibaca oleh orang lain.

Contoh Penggunaan Majas Eufemisme

  1. Penyandang tuna rungu tetap bisa mengakses layanan perpustakaan di kampus.
  2. Para tuna wisma itu kemudian dibawa ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penangan yang lebih tepat dan manusiawi.

Penggunaan kata tuna rungu dan tuna wisma dalam dua contoh yang telah disebutkan diatas berfungsi sebagai cara untuk mengungkapkan kesopanan atau memperhalus makna.

Tuna rungu adalah bentuk halus untuk penyebutan dari orang-orang yang mengalami masalah gangguan pendengaran. Sedangkan tunawisma adalah orang-orang yang tidak memiliki rumah.

6. Majas Paradoks

Selain jenis majas perbandingan, majas pertentangan juga menjadi jenis majas yang cukup umum digunakan dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah gaya bahasa paradoks.

Majas paradoks adalah majas yang membandingkan situasi sebenarnya dengan kondisi fakta yang sebaliknya.

Jadi makna yang dinyatakan berlawanan dengan kalimat dalam penggunaan majas tersebut.

Contoh Penggunaan Majas Paradoks

  1. Ani sering terlihat murung, ia sering kali merasa kesepian di tengah keramaian.
  2. Badan Budi memang kecil, tapi tenaganya sangat kuat.

Penggunaan dua kata yang bertentangan dalam satu kalimat merupakan ciri utama yang dimiliki oleh majas paradoks.

7. Majas Litotes

Jenis majas Litotes adalah suatu bentuk gaya bahasa yang digunakan untuk merendahkan kondisi diri meski keadaan fakta yang sebenarnya bisa saja berlawanan dengan apa yang diungkapkan tersebut.

Bisa dibilang majas ini merupakan kebalikan dari majas hiperbola.

Jika majas hiperbola menyangatkan makna, maka majas litotes adalah merendahkan makna kalimat yang dimiliki.

Contoh Penggunaan Majas Litotes

  1. Jika berkunjung ke Jogja, jangan sungkan untuk mampir ke gubuk kami yang kecil.
  2. Mohon menikmati hidangan ini, semoga Anda berkenan dengan sajian yang ala kadarnya.

Gubuk yang dimaksud tentu saja adalah rumah atau hunian dan bukan gubuk yang sebenarnya.

Penggunaan gubuk di sini untuk merendahkan bahwa rumah yang dimiliki sederhana. Namun bisa saja kondisi yang sebenarnya berbeda dari yang diungkapkan.

8. Majas Ironi Untuk Menyindir

Majas ironi adalah salah satu jenis majas yang digunakan untuk mengungkapkan kondisi yang bertentangan dengan fakta sebenarnya.

Biasanya majas ini seolah-olah memberi pujian namun makna yang sebenarnya adalah sebuah sindiran karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi atau fakta yang sebenarnya.

Contoh Penggunaan Majas Ironi

  1. Sebagai seorang perempuan, kamu terbilang sangat rajin. Baru jam 12 siang sudah bangun.
  2. Badan mu harum sekali. Sudah berapa hari tidak mandi?

Kedua contoh di atas merupakan bentuk pengungkapan dari majas ironi atau sindiran.

Contoh pertama adalah sindiran karena jam 12 siang baru bangun tapi dikatakan rajin.

Tentu makna yang ingin disampaikan dari majas tersebut adalah si perempuan tersebut adalah pemalas karena sudah siang baru bangun.

9. Majas Sarkasme

Sarkasme menjadi salah satu dari sekian macam macam gaya bahasa  yang juga umum digunakan untuk menyindir karena tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Majas sarkasme merupakan jenis majas sindiran yang menggunakan ungkapan atau kata-kata kasar dalam pengungkapannya.

Jika ingin menggunakan majas ini, kamu perlu berhati-hati sebab bisa melukai perasaan orang lain.

 Contoh Penggunaan Majas Sarkasme

  1. Kamu sebaiknya pergi dari tempat ini. Kamu itu hanyalah sampah masyarakat yang bahkan tidak berguna dan hanya merusak pemandangan saja.
  2. Permasalahan seperti ini saja tidak bisa kamu selesaikan. Benar-benar otak udang.

Penggunaan kata sampah masyarakat dan juga otaku dang merupakan bentuk sindiran yang sangat kasar.

Sampah masyarakat berarti orang-orang yang tidak berguna sedangkan otaku dang adalah ungkapan yang bermakna terlalu bodoh.

Mengingat bahwa sarkasme adalah majas sindiran dengan gaya bahasa yang kasar, sebaiknya kamu perlu hati-hati jika menggunakannya untuk berbicara.

Penggunaan majas atau gaya bahasa merupakan hal yang sangat umum ditemukan dalam berbagai hal mulai dari penulisan dan bahkan diucapkan secara lisan ketika dalam suatu perbincangan.

Mengingat bahwa sebenarnya ada cukup banyak gaya bahasa maka pastikan kamu memilih yang sesuai dengan kondisi yang ingin digambarkan.

Itulah pembahasan mengenai macam macam gaya bahasa   yang harus kamu ketahui.

Kini dengan adanya pembahasan tersebut kamu bisa memahami lebih banyak kekayaan bahasa melalui pemilihan dan penggunaan jenis majas-majas yang tepat.

Hal ini akan membuat susunan rangkaian tulisan ataupun kalimat yang kamu buat bisa menjadi semakin menawan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta