Pengertian Majas Metafora, Jenis, Tujuan dan Contohnya

Posted in: Edukasi
Tagged: Majas Metafora

Pengertian Majas Metafora, Jenis dan Contohnya -Jika Anda sering membaca karya sastra, maka pastinya sering juga membaca berbagai jenis majas dalam kalimat yang dipakai di dalamnya. Majas biasanya banyak digunakan di pembuatan novel atau cerpen untuk membuatnya lebih memiliki nilai seni sehingga tak membosankan. 

Jenis majas sendiri ada beberapa macam, dari mulai majas simile, hiperbola, litotes, personifikasi, majas metafora dan lain sebagainya. Berbagai jenis majas yang digunakan memiliki tujuan penggunaan dalam kalimat masing-masing. 

Pengertian Majas Metafora

unsplash.com

Salah satu jenis majas yang banyak digunakan di tulisan karya sastra adalah majas jenis metafora. Penggunaan majas sendiri dipakai untuk mempertegas serta memperjelas kesan yang ingin disampaikan oleh penulis pada pembaca melalui karya sastra yang ditulisnya. 

Majas ini biasanya disebut majas persamaan atau perbandingan. Adalah jenis majas yang menggunakan pemakaian kata atau kelompok kata yang mana bukan dengan arti kata yang sebenarnya, melainkan dipakai sebagai kiasan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. 

Penggunaan majas jenis metafora banyak dipakai dalam penulisan karya sastra yang memiliki tujuan untuk mengungkapkan makna tertentu dengan menggunakan penekanan pada kesan yang ditimbulkan. 

Mengetahui Tujuan Penggunaan Majas Jenis Metafora dalam Karya Sastra

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pembuatan majas jenis metafora ini tak membutuhkan keberadaan kata penghubung. Namun akan langsung menggunakan kata kiasan yang memiliki sifat dan arti yang sama. 

Adapun tujuan dari pembuatan majas  metafora diantaranya adalah sebagai berikut. 

1. Atasi keterbatasan kata

Penggunaan majas jenis metafora dipakai  untuk mengatasi adanya keterbatasan pilihan kata serta menjadi bentuk ekspresi dari penulis karya sastra. 

 2.  Daya tarik karya sastra

Pemakaian majas jenis metafora juga bisa membuat sebuah karya sastra terlihat memiliki rangkaian kata yang lebih hidup dan menarik sehingga lebih memiliki daya tarik untuk disimak. Banyak yang menggunakan majas jenis metafora untuk membuat karya sastra tersebut lebih  dinikmati banyak orang. 

3. Untuk mempermudah pemahaman pembaca

Penggunaan majas jenis metafora juga bertujuan untuk membuat ide dan konsep yang dimiliki oleh seorang penulis menjadi lebih mudah untuk dipahami pembaca. 

Jika penulis kerap menggunakan kata atau ungkapan yang rumit sekalipun, majas jenis metafora juga akan sangat membantu pembaca untuk memahami isi karya sastra dengan baik dan benar. 

 4.  Memberikan pengetahuan baru

Dan penggunaan majas  metafora juga bisa memberikan pengetahuan baru bagi pembaca terutama tentang penulisan kalimat yang ada di dalam karya sastra tersebut. 

Adapun untuk ciri majas jenis metafora ada beberapa yang bisa Kita kenali dengan mudah. Ciri yang pertama adalah dimana majas ini tak menggunakan kata penghubung dalam kelompok kata atau kalimat di dalamnya. Kata perbandingan yang dipakai biasanya berbentuk kiasan secara langsung. 

Ciri yang kedua adalah penggunaan majas ini  membuat perbandingan sebuah objek atau kondisi dalam kalimat secara langsung tanpa menggunakan kata perbandingan. Menggunakan kata atau frasa yang bersifat kiasan untuk membandingkan atau menyamakan suatu kondisi dengan kondisi lainnya. 

Jika Anda menemukan satu teks yang memiliki ciri yang disebutkan di atas maka Anda baru saja membaca teks kalimat yang memiliki majas jenis metafora di dalamnya. 

Para ahli bahasa sendiri menetapkan majas jenis metafora menjadi ratunya majas di dalam bahasa Indonesia. Penyebabnya adalah karena ada banyak sekali majas yang bentukan awalnya berasal dari majas jenis metafora. 

Jenis Majas Metafora dan Contoh Kalimat dalam Karya Sastra

Jenis majas metafora  ini terbagi menjadi dua jenis, hal ini diketahui secara umum dalam pengetahuan bahasa Indonesia. 

1. Metafora in Prasetia

Jenis yang pertama adalah metafora in Prasetia. Yaitu jenis majas yang digunakan dalam sebuah kalimat dimana tujuan penggunaannya adalah agar supaya makna yang terkandung dalam kalimat bisa lebih eksplisit. Penggunaan majas dalam kalimat ini biasanya memiliki struktur dimana objek yang hendak dibandingkan bersamaan dengan objek perbandingannya. 

Contoh : Kinanti adalah kembang desa yang berhasil mencuri perhatian banyak lelaki di desa Sukamaju. Kata kembang desa adalah majas jenis metafora yang memiliki arti gadis yang paling cantik di desa tersebut. 

2. Metafora in Absentia

Jenis yang kedua adalah jenis Metafora in Absentia. Yaitu jenis majas yang digunakan untuk mengungkapkan suatu hal melalui sebuah kalimat secara implisit. 

Berbeda dengan jenis majas yang pertama, penggunaan majas jenis metafora in Absentia cukup banyak membuat pembaca kebingungan dengan maksud yang dimiliki oleh penulis. Pasalnya penulis banyak menggunakan perbandingan tak langsung yang ditujukan pada objek yang dibicarakannya. 

Tak jarang karena banyak terjadi penyimpangan makna maka hal itu menyebabkan pembaca karya sastra pun memiliki kesalahan penafsiran yang dilakukan. Banyak juga yang kemudian akhirnya merasa tak bisa memahami isi karya sastra sehingga tak bisa menangkap apa pesan yang terkandung di dalamnya. 

Contoh: Banyak lelaki di desa Sukamaju yang ingin mempersunting bunga desa yang banyak mencuri perhatian tersebut. 

Dalam kalimat tersebut, yang dimaksud bunga desa adalah gadis yang paling cantik di desa tersebut. 

Contoh Majas Metafora dalam Kehidupan Sehari-hari dan Artinya

a. Arif dan Isma sangat menyayangi buah hati mereka. 

Dalam kalimat tersebut buah hati memiliki arti anak kesayangan. 

b. Tikus berdasi itu seakan tak pernah jera untuk melakukan korupsi, meski mengetahui hukuman korupsi sangat berat

Ungkapan tikus berdasi dalam kalimat tersebut  memiliki arti koruptor. 

c. Dia menjadi anak emas di dalam keluarganya karena baik dan memiliki segudang prestasi

Dalam kalimat tersebut terdapat ungkapan anak emas berarti anak kesayangan. 

Sedangkan ungkapan segudang prestasi berarti banyak sekali prestasi yang didapatkan. 

d. Pencuri itu mati kutu saat dipergoki warga dalam aksi pencurian yang dilakukannya

Ungkapan mati kutu memiliki arti tak bisa berkutik lagi setelah ketahuan dipergoki warga setelah mencuri. 

e. Lintah darat itu mendatangi rumah Bu Surya hampir setiap hari. 

Lintah darat dalam kalimat tersebut memiliki arti rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi. 

f. Ayah membawa buah tangan saat baru pulang dari perjalanan dinas. 

Ungkapan buah tangan memiliki arti oleh-oleh baik berupa makanan atau cinderamata. 

g. Pak Andi menjadi tangan kanan bos di tempat kerjanya. 

Tangan kanan adalah sebuah kiasan yang memiliki arti orang yang sangat dipercaya. 

h. Firman anak yang kutu buku sehingga dikenal sangat pintar

Kutu buku mempunyai arti senang membaca berbagai jenis buku. 

Fungsi dari penggunaan majas jenis metafora ada beberapa. Diantaranya adalah untuk memberikan kesenangan dengan daya imajinatif yang tinggi pada sebuah karya sastra. Selain itu majas ini juga dipakai untuk memberikan unsur puitis dalam karya sastra sehingga lebih menarik untuk disimak. 

Majas jenis metafora juga banyak digunakan untuk memberikan imaji tambahan sehingga isi karya sastra bisa dengan mudah dipahami dengan baik oleh berbagai kalangan pembaca. Fungsi yang terakhir adalah untuk membantu mengekspresikan perasaan dengan ungkapan singkat melalui penggunaan majas metafora dalam sebuah kalimat karya sastra.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah