8 Cerpen Anak Sekolah Singkat dan Menarik yang Penuh Makna dan Pesan Moral
Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang paling digemari. Simak cerpen anak sekolah singkat dan menarik yang penuh makna dan pesan moral dari Mamikos, yuk!
Ivan yang baru sampai gerbang sekolah dikejutkan dengan kedatangan sebuah mobil BMW yang masuk pelataran sekolah.
Anak-anak lain dibuat terkagum-kagum dengan harga mobil itu. Dari pintu penumpang tampak Bara turun.
Semua orang lebih terkejut lagi saat melihat siapa yang turun dari kursi sopir dengan seragam khas sopir yaitu ayah Ivan. Semua orang tahu itu ayah Ivan karena muka mereka mirip.
“Ivan, kamu udah sampai? Tadi harusnya bareng aja,” kata ayahnya saat melihat Ivan.
Ivan yang merasa sangat malu karena ayahnya bekerja sebagai sopir, apalagi menjadi sopir Bara pun langsung lari tanpa merespons ucapan ayahnya.
Sejak itu Ivan menjadi bahan gunjingan di sekolah karena terkena tulah akibat sering mengatai orang lain miskin, kini dia sendiri yang jatuh miskin.
Cerpen Singkat Anak Sekolah tentang Tawuran
Rian tergabung dalam geng anak-anak nakal di sekolahnya. Kemarin mereka tawuran dengan geng sekolah sebelah.
Rian tidak ingat kenapa dia bisa ada di rumah sakit. Begitu sadar, Rian sudah dikelilingi orangtua serta teman-teman sekelas.
“Kenapa kalian menangis?” tanya Rian yang keheranan karena semua orang malah berurai air mata.
“Diki, Anas, Billy di mana, Bu? Kenapa mereka tidak ada di sini?” tanya Rian.
Mendengar pertanyaan Rian, salah satu teman sekelasnya menangis histeris.
Ayahnya mengusap lengan Rian yang masih terbaring. “Sabar ya, Nak. Mereka sudah dikebumikan kemarin,” jawab ayahnya.
Rian syok. “Ma-maksudnya, mereka meninggal, Yah?”
Ayahnya mengangguk. Hati Rian perih menerima kenyataan itu. Dia jadi menyesal mengajak sahabat-sahabatnya ikut tawuran karena akhirnya justru nyawa mereka yang melayang.
Rian hendak bangkit untuk mengecek kebenaran berita itu, tapi Rian baru sadar kakinya tidak bisa digerakkan.
“Yah, kakiku!” seru Rian saat menyibak selimut dan mendapati kaki kanannya diamputasi.
“Ikhlasnya, Nak. Kamu kemarin tertabrak truk saat tawuran, kakimu terlindas. Satu-satunya pilihan hanya amputasi,” pungkas sang ayah.
Cerpen Singkat Anak Sekolah tentang Salat Jumat
Azis selalu malas jika diajak salat Jumat oleh Usman. Azis sering beralasan capek setelah sekolah atau panas karena jarak masjid untuk salah Jumat sangat jauh dari rumah mereka.
Padahal, Usman sering mengajak Azis berangkat ke masjid dengan naik sepedanya agar bisa lebih cepat sampai.

