Advertisement
Source : canva.com/@voiletkaipa

8 Cerpen Anak Sekolah Singkat dan Menarik yang Penuh Makna dan Pesan Moral

Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang paling digemari. Simak cerpen anak sekolah singkat dan menarik yang penuh makna dan pesan moral dari Mamikos, yuk!

8 Oktober 2024 Citra

3. Mulai Menulis

Menulis cerpen pada umumnya sama dengan menulis novel atau puisi. Kamu perlu meluangkan waktu untuk menuliskannya baik-baik.

Perbedaannya mungkin hanya ada di lamanya kamu menulis. Dalam menulis cerpen, waktu yang kamu habiskan untuk menuliskannya tidak akan selama saat kamu menulis novel.

Selama kamu sudah menuliskan jalan ceritanya dalam sebuah bagan atau kerangka, maka kamu akan semakin cepat menulis cerpen.

4. Editing atau Koreksi

Kamu bisa membaca kembali cerpen yang sudah kamu tulis dengan tujuan untuk menemukan kesalahan tulis atau detail-detail yang keliru.

Apabila kamu menemukan kesalahan dalam ceritamu, kamu bisa menambahkan atau menghapus bagian-bagian yang kamu rasa perlu.

7 Cerpen Karya Putu Wijaya Berbagai Judul dan Sinopsisnya

Cerpen Singkat Anak Sekolah tentang Hantu di Kelas Terbengkalai

Di sekolah Erlin belangan beredar desas-desus adanya hantu korban kecelakaan yang menghantui sekolah mereka.

Beberapa anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hingga sore sering mendengar suara krasak-krusuk dari kelas terbengkalai di belakang sekolah yang sudah lama tidak terpakai.

“Benar, itu hantu. Ingat kecelakaan yang terjadi di depan sekolah kita bulan lalu? Waktunya sama persis dengan terdengarnya suara-suara aneh itu.” Erlin meyakinkan teman-temannya.

“Masa sih?” Heru meragukan.

“Bisa jadi sih, soalnya kelas itu lama terbengkalai. Kata ibuku, kalau bangunan udah 40 hari terbengkalai nanti dihuni jin,” komentar Anna.

“Ya udah, nanti kita cek aja! Uji nyali! Gimana?” tawar Erlin.

Mereka pun sepakat berkumpul pada malam hari di sekolah dengan memanjat pagar bagian belakang.

Berbekal satu senter, Erlin dan teman-temannya bersembunyi di semak-semak dekat kelas terbengkalai.

Setelah tengah malam, benar saja ada suara ribut terdengar dari kelas terbengkalai. Dengan cepat Erlin menyalakan senter.

Bukannya hantu yang terlihat, justru hewan berbulu putih yang larinya cukup cepat. Mereka memutuskan untuk mendekat ke arah terakhir kali hewan itu terlihat.

Saat ditemukan gundukan tanah yang terhalang papan tripleks di sana mereka terkejut.

“Ternyata ada sarang kelinci dan anak-anaknya di sini,” seru Erlin pada teman-temannya yang tidak kalah terkejut.

“Besok kita buatkan kandang untuk mereka, kasihan kalau ada predator.” Semua orang setuju dengan saran Heru.

Halaman:

Advertisement