14 Ciri Bioteknologi Konvensional dan Modern beserta Perbedaannya
Mengetahui perbedaan bioteknologi konvensional dan modern ternyata dapat dilakukan melalui pengenalan ciri-cirinya. Simak penjelasannya di artikel ini!
3. Tahu
Produk kedelai yang dihasilkan dengan cara menggumpalkan protein kedelai melalui pemberian zat penggumpal yang berasal dari mikroorganisme seperti kapang.
4. Tapai
Tapai menjadi produk dengan ciri-ciri bioteknologi konvensional melalui fermentasi.
Bahan bakunya terbuat dari ketan atau singkong yang diproses melalui fermentasi oleh kapang atau ragi.
Tapai sering digunakan dalam berbagai hidangan dan minuman tradisional.
5. Acar dan Asinan
Acar dan asinan merupakan contoh produk bioteknologi konvensional yang melibatkan fermentasi sayuran.
Pemberian bakteri asam laktat dimaksudkan untuk memberikan rasa asam dan karakteristik yang unik.
6. Kimchi
Salah satu hidangan khas Korea yang terbuat dari sayuran yang difermentasi, seperti kubis, dengan tambahan bumbu dan rempah-rempah.
Proses fermentasinya juga menggunakan bakteri asam laktat.
7. Keju
Keju adalah produk susu yang melibatkan fermentasi oleh bakteri asam laktat dan enzim pengurai dalam susu.
Proses ini membuat keju memiliki berbagai tekstur dan rasa yang berbeda.
8. Yoghurt
Produk ini dihasilkan dari fermentasi susu oleh bakteri asam laktat yang membuatnya memiliki tekstur kental dan rasa asam.
9. Miso
Miso juga merupakan hidangan khas Jepang yang diproduksi melalui proses fermentasi.
Proses fermentasinya melibatkan ragi, bakteri, dan jamur.
10. Cuka Apel
Cuka apel dihasilkan melalui fermentasi jus apel oleh bakteri asam asetat dan jamur.
Cuka apel sering digunakan sebagai bumbu atau bahan dalam berbagai masakan.
Contoh Produk Bioteknologi Modern
Ciri-ciri bioteknologi modern yang sudah Mamikos bahas sebelumnya juga tergambar dari beberapa contoh produk di bawah ini.
1. Insulin Rekombinan
Insulin rekombinan adalah hormon insulin yang diproduksi dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika.
Biasanya dihasilkan melalui bakteri atau sel-sel khamir yang dimodifikasi genetik untuk memproduksi insulin manusia.
2. Vaksin Genetik
Vaksin modern sering kali melibatkan rekayasa genetika untuk menghasilkan antigen yang dapat merangsang respons kekebalan tubuh.
Contohnya adalah vaksin COVID-19 yang menggunakan teknologi mRNA atau vektor viral untuk mengajarkan sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan virus.
3. Enzim Deterjen
Beberapa enzim yang digunakan dalam deterjen modern diproduksi melalui teknologi rekayasa genetika.
Enzim-enzim ini membantu dalam membersihkan noda dan memperbaiki kinerja deterjen.
Halaman:

