Source : canva.com/@89Stocker

15 Ciri-Ciri KPR Disetujui Bank dan Penyebab Umum Pengajuan Ditolak

Sedang mengajukan KPR dan khawatir tak disetujui? Tenangkan dirimu dan baca ciri-ciri KPR disetujui Bank di artikel ini!

15 Mei 2026 Uyo Yahya

7. Adanya Perubahan Status Permohonan KPR

Ciri terakhir dari KPR yang disetujui Bank adalah adanya perubahan status KPR. Hal ini dilakukan oleh pihak Bank dan bisa dilihat di aplikasi dan juga website resmi bank tempat pengajuan KPR.

Maka dari itu, pastikan kamu tahu website atau aplikasi KPR milik Bank tempat mengajukan agar informasi status ini bisa dilihat secara real time.

Itulah ciri-ciri KPR disetujui Bank. Bagaimana, apakah dari ketujuh ciri-ciri tersebut mayoritasnya kamu temui pada pengajuanmu? Apabila ditolak, tentu saja ada penyebabnya.

Kamu bisa lihat apa saja penyebab umum penolakan KPR dan solusinya di bawah ini.

3 Contoh Kwitansi Jual Beli Rumah yang Sah Baik DP Atau Lunas

Penyebab Umum KPR Ditolak Bank dan Solusinya

Pengajuan KPR ditolak? Berikut ini beberapa penyebab umum yang membuat pengajuan ditolak lengkap dengan solusinya:

1. Skor Kredit Buruk

Riwayat kredit yang buruk merupakan salah satu penyebab umum pengajuan KPR mengalami penolakan. Bank memeriksa data ini melalui SLIK OJK atau yang dulu dikenal dengan nama BI Checking.

Adanya tunjakan atau kredit macet bisa menjadi penyebab utama pengajuan ditolak oleh pihak Bank karena merupakan tanda bahwa keadaan finansial sedang tidak baik.

Solusinya, pastikan bahwa riwayat kredit selama 6-12 bulan ke belakang ada dalam keadaan baik. Bayarlah tagihan tepat waktu, lunasi tunggakan, dan jangan ada lagi pinjaman baru saat mengajukan KPR.

2. Keadaan Finansial Tidak Memungkinkan

Bukan rahasia lagi bahwa pihak Bank memiliki aturan sendiri mengenai rasio cicilan dibanding income debitur. Pengaju KPR cicilannya wajib tidak melebihi 30-40% dari total penghasilan bulanan.

Katakanlah gajimu 10 juta, maka besaran cicilan bulanan yang masuk akal ada di angka 3-4 juta. Melebihi angka tersebut, maka akan dinilai tidak mampu menjalankan cicilan.

Solusinya jelas, pastikan bahwa pilihan besaran cicilan yang kamu inginkan ada di angka 30-40% dari total besarnya penghasilan bulanan.

3. Pekerjaan Tidak Stabil

Salah satu penyebab gagalnya pengajuan KPR adalah status pekerjaan yang tidak stabil. Misal, kamu baru saja menjadi karyawan kontrak di sebuah perusahaan yang bahkan belum setahun.

Hal ini akan memberatkan pengajuan karena kestabilan pekerjaan mempengaruhi finansial dalam waktu panjang. Maka dari itu, pastikan kamu telah memiliki status kepegawaian yang baik seperti sudah karyawan tetap. 

Sementara bagi pengusaha, kestabilan keuangan perusahaan, laporan keuangan yang rapih, dan mutasi yang baik akan menjadi tolak ukur kestabilan penghasilan.

4. Dokumen Tidak Lengkap atau Bermasalah

Pastikan bahwa semua dokumen persyaratan pengajuan KPR telah terpenuhi dengan lengkap seperti KTP, NPWP, slip gaji, dan lain sebagainya. Dengan dokumen yang lengkap sudah pasti pengajuan akan lancar. 

Selain itu, pastikan bahwa semua dokumen yang kamu kumpulkan keotentikannya bisa dipertanggungjawabkan agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari.

5. Usia Pengaju KPR Tak Memenuhi Syarat

Bank memiliki aturan batas usia bagi pengaju KPR. Minimal usia pengaju adalah 21 tahun dan maksimalnya ada di angka 55 hingga 60 tahun (beda Bank, bisa beda aturan.

Solusinya, pastikan kamu berusia di antara 21 tahun hingga 60 tahun. Apabila kamu masih terbilang muda, pilih tenor yang panjang. Apabila sudah termasuk kategori tidak muda lagi, pilihlah tenor yang bisa kamu lunasi sebelum masa pensiun tiba.

Halaman: