104 Contoh Asesmen Diagnostik Non Kognitif Jenjang SD, Lengkap!
Dapatkan referensi contoh asesmen diagnostik non kognitif jenjang SD pada artikel berikut ini.
Asesmen Diagnostik Non Kognitif untuk Mengukur Sosial-Emosional
Instruksi: lingkari pernyataan yang sesuai dengan dirimu (ya/ kadang-kadang/ tidak)
- Aku mempunyai teman yang bisa diajak bicara saat sedih dan senang.
- Aku merasa diterima oleh teman-teman di kelas.
- Aku percaya bisa belajar di SD (nama sekolah) dengan baik.
- Aku tahu apa yang dilakukan kalau sedang kecewa.
- Aku bisa mengenali perasaanku sendiri.
- Aku bisa meminta maaf kalau aku berbuat salah.
- Aku bisa menenangkan diri kalau sedang marah.
- Aku merasa dihargai saat menyampaikan pendapat.
- Aku merasa bersemangat saat ikut pelajaran tertentu.
- Aku percaya saya bisa sukses kalau berusaha.
Asesmen Diagnostik Non Kognitif Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka berikut dapat ditanyakan untuk mengenal murid lebih dalam.
Instruksi: Pada asesmen diagnostik non kognitif berupa pertanyaan terbuka yang reflektif dan eksploratif, siswa dapat menjawab soal dengan kalimat singkat. Jika belum memungkinkan, guru dapat membimbing siswa secara lisan.
- Apa yang paling kamu suka dari sekolah di SD (nama sekolah)? Apa alasannya?
- Apa yang membuat kamu semangat belajar hari ini?
- Ceritakan satu hal yang membuatmu bangga sekolah di di SD (nama sekolah) minggu ini.
- Jika ada teman yang membentakmu, apa yang biasanya kamu lakukan?
- Siapa teman yang sering membuatmu merasa sedih di sekolah? Apa alasannya?
- Apa yang kamu lakukan kalau kamu merasa bosan atau sedang malas belajar?
- Pelajaran apa yang menurutmu paling sulit? Apa yang kamu rasakan saat mengikutinya?
- Pelajaran apa yang menurutmu paling mudah? Apa yang kamu rasakan saat mengikutinya?
- Apa impianmu ketika besar nanti? Apa alasannya?
- Kapan terakhir kali kamu membantu temanmu? Ceritakan.
- Apa yang kamu lakukan ketika merasa lelah belajar?
- Ceritakan momen saat kamu merasa kecewa atau mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan. Lalu, bagaimana kamu menghadapi momen tersebut?
- Apa yang biasanya kamu lakukan saat mendapatkan tugas kelompok, tapi ternyata temanmu tidak mau diajak bekerja sama?
- Bagaimana perasaanmu saat mendapat nilai yang tidak sesuai harapanmu, padahal kamu sudah belajar tekun?
- Apa hal yang membuatmu bangga terhadap dirimu sendiri?
- Apa yang kamu harapkan dari guru di SD (nama sekolah) tahun inii?
- Hal apa yang membuatmu kehilangan semangat belajar?
- Siapa orang yang kamu jadikan teladan? Apa alasannya?
- Kapan kamu merasa menjadi teman yang baik?
- Bayangkan jika kamu bisa mengubah satu hal di kelas ini, hal apa yang ingin kamu ubah?
- Bagaimana caramu menenangkan diri saat marah atau sedih?
Contoh Asesmen Diagnostik Non Kognitif Pertanyaan Reflektif Pilihan Ganda
1. Jika aku tidak paham materi, aku akan…
a) Diam saja
b) Menyalin materi teman
c) Bertanya pada guru
d) Pulang dan mengeluh pada orang tua
2. Kalau aku bertengkar dengan teman, aku akan…
a) Membalas dengan marah
b) Menangis
c) Diam dulu, kemudian meminta maaf
d) Lapor pada guru dan orang tua
3. Saat guru menjelaskan, aku biasanya…
a) Mendengarkan dengan fokus
b) Berbicara pelan dengan teman
c) Melamun
d) Bermain-main
4. Kalau temanku melakukan kesalahan, maka aku…
a) Tertawa
b) Membantu
c) Marah
d) Diam saja
5. Aku merasa paling senang saat…
a) Bermain
b) Belajar kelompok
c) Mengerjakan tugas sendiri
d) Mengerjakan tugas dibantu orang tua
Pada asesmen simulasi pilihan, siswa diberikan contoh situasi-situasi sosial untuk mengetahui responnya.
- Sahabatmu menjatuhkan buku kesayanganmu secara tidak sengaja. Apa yang kamu lakukan?
- Guru memberi tugas kelompok, tapi sebenarnya kamu ingin mengerjakannya sendiri. Apa yang kamu lakukan?
- Kamu merasa tidak diajak bermain. Bagaimana perasaanmu?
- Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan di depan kelas saat diminta guru. Apa yang kamu rasakan?
- Temanmu terus-menerus mengejekmu, apa respons terbaik yang bisa kamu lakukan?
Contoh Asesmen Diagnostik Non Kognitif Refleksi Siswa
Asesmen diagnostik non kognitif juga bisa diberikan dalam bentuk refleksi harian atau mingguan yang diisi siswa. Refleksi tersebut dapat berupa jurnal sederhana.
- Hari ini aku merasa… (senang, sedih, marah, bingung, semangat)
- Hal terbaik yang terjadi padaku hari ini adalah…
- Hal yang membuatku kesal hari ini adalah…
- Hari ini aku belajar tentang…
- Besok aku ingin lebih baik dalam hal…
- Aku bangga karena aku sudah…
- Teman yang paling membantuku hari ini adalah…
- Aku merasa lelah ketika…
- Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada…
- Alasanku ingin belajar lebih giat karena…
Halaman:

