Contoh-Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang beserta Tujuan dan Manfaatnya

Contoh-Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang beserta Tujuan dan Manfaatnya – Komputer sudah menjadi kebutuhan bagi dunia modern sekarang ini.

Cara berpikir komputasional pun ternyata bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Apa saja contoh berpikir komputasional berbagai bidang? Baca artikel ini untuk mendapatkan jawabannya!

Ini Contoh Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang

https://pexels.com/@StartupStockPhotos

Berpikir komputasional atau Computational thinking merupakan sebuah kerangka atau proses berpikir penting yang membantu individu untuk memahami satu masalah dengan cara memformulasikannya guna mencari solusi serta langkah eksekusinya.

Berpikir komputasional bisa membantu setiap orang untuk memecahkan masalah hingga pada detail kecil.

Dalam kurikulum Merdeka, berpikir komputasional hadir dan terintegrasi dalam beberapa mata pelajaran.

Hal ini dimaksudkan agar sejak dini, semua individu penerus bangsa bisa dengan mudah memahami masalah, mencari solusi, dan mengeksekusi solusi yang telah ditemukan.

Dengan menguasai cara berpikir komputasional, masalah tidak hanya dipikirkan namun juga diselesaikan.

Computational thinking akan membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah atau problem solving individu maupun kelompok.

Lalu, apa tujuan dan manfaat dari berpikir komputasional? Baca di bagian selanjutnya, ya!

Tujuan dan Manfaat Berpikir Komputasional

Satu penemuan diciptakan tentunya karena memiliki tujuan yang ingin dicapai dan juga karena ada manfaatnya. Berikut beberapa hal yang menjadi tujuan dan manfaat dari berpikir komputasional: 

  1. Computational thinking bisa meringankan individu untuk menyelesaikan sebuah masalah yang sulit sekalipun melalui cara yang efektif dan efisien.
  2. Berpikir komputasional juga mempermudah manusia dalam hal melakukan pengamatan masalah dan dalam penemuan solusi dari masalah tersebut.
  3. Computational thinking bisa juga dipakai sebagai media untuk melatih otak dalam hal pengaksesan berbagai informasi secara logis, terstruktur, terpola, matematis, dan tentunya secara kreatif.
  4. Dengan berpikir komputasional, pembelajaran tidak lagi membosankan karena akan membuat kegiatan di kelas menarik karena jadi lebih kreatif sehingga lebih bermakna bagi semua siswa.
  5. Computational thinking mampu meningkatkan keahlian problem solving berbagai masalah yang ditemui di kehidupan sehari-hari maupun masalah yang lebih kompleks.
  6. Dengan belajar keahlian berpikir komputasional, diharapkan murid bisa terdorong dalam meningkatkan prestasi akademik karena memang computational thinking diintegrasikan pada kegiatan pembelajaran.
  7. Computational thinking menjadi alat agar siswa mampu berpikir secara terstruktur, logis, sistematis, dan logis dalam menganalisa masalah dan menemukan solusinya.

Demikianlah beberapa tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dengan adanya berpikir komputasional pada kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh Mendikbud.

Intinya, memang computational thinking akan bermanfaat bagi siswa dalam menjalankan kewajibannya belajar dan juga untuk di masa depan.

4 Pondasi Berpikir Komputasional

Sebelum melihat apa saja contoh berpikir komputasional berbagai bidang, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu 4 pondasi computational thinking.

Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapan berpikir komputasional:

1. Dekomposisi

Langkah pertama pondasi berpikir komputasional adalah dekomposisi. Dalam dekomposisi, satu masalah diperinci menjadi bagian-bagian kecil sehingga nantinya akan lebih mudah diatur.

Langkah pembagian masalah ke dalam unit-unit kecil spesifik ini akan mampu membuat pengelolaan selanjutnya lebih mudah.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengamati, lalu mengidentifikasi masalah, memisahkan unsur pembentuknya, membuat rencana eksekusi, dan mengeksekusi masing-masing unit kecil dengan solusi yang sudah ada.

Contoh dari dekomposisi misalnya adalah sebuah perusahaan kesusahan dalam melakukan penggajian secara adil. Ada yang sering telat tapi mendapat upah tinggi dan ada yang rajin namun upah rendah.

Maka dari itu, masalah akan diperinci dari mulai apa jabatannya, berapa menit telatnya, hari apa saja telatnya, penghambat telat, kondisi keluarga, dan masih banyak lagi.

2. Pengenalan Pola

Tahap kedua dari berpikir komputasional adalah pengenalan pola. Pada tahapan ini individu mencari apa persamaan dan perbedaan dari berbagai pola. Dua hal ini bisa diaplikasikan pada data dan dilihat efeknya.

Efek dari pengaplikasian pola pada data bisa berupa sebuah prediksi, regulasi, dan memungkinkan untuk menjadi solusi bagi masalah serupa.

Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara observasi, melihat kecocokan situasi dengan pola dan data yang ada. Bila satu pola cocok dengan satu kondisi, maka selanjutnya bisa dilakukan pengaplikasian.

Contoh dari tahapan pengenalan pola misalnya adalah waktu pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir. Perlu diketahui bahwa susu formula hanya bisa bertahan selama 3 jam dari penyeduhannya. 

Maka dari itu perlu dilihat terlebih dulu bagaimana pola tidur si bayi. Dengan demikian Ibu bisa menyiapkan beberapa botol yang disesuaikan dengan jadwal tidur sang bayi.

3. Abstraksi

Tahapan ketiga dari berpikir komputasional adalah abstraksi. Tahapan ini pada dasarnya adalah mempertahankan berbagai komponen yang berkaitan erat dengan masalah dan menghilangkan yang tidak penting.

Dengan demikian, individu bisa fokus hanya pada komponen penting yang akan membuat penyelesaian masalah lebih efektif. Komponen yang dipilih adalah yang benar-benar dibutuhkan atau solusi yang paling tepat.

Misal, sebuah perusahaan penjualan tiket pesawat ingin mulai masuk ke dunia digital marketing.

Dengan luasnya dunia digital marketing, maka fokusnya bisa dipersempit disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan dana yang tersedia, ketersediaan staff, dan juga infrastruktur yang mendukung.

4. Algoritma

Langkah terakhir dalam computational thinking adalah algoritma. Pada tahapan ini individu menuliskan solusi langkah demi langkah dalam menyelesaikan masalah.

Dalam praktiknya, algoritma dimulai dari menemukan definisi masalah, mengembangkan model masalah, menuliskan spesifikasi detail, menyusun algoritma, melakukan pengujian, dan terakhir analisis.

Contoh sederhana langkah algoritma adalah pembuatan program monitoring lahan parkir.

Programnya bisa dimulai dari kendaraan masuk pintu lahan parkir, mendapatkan tiket, masuk dan parkir, kendaraan keluar lahan parkir, dan terakhir membayar tiket.

Itulah empat pondasi langkah berpikir komputasional berikut contohnya di berbagai bidang yang sederhana.

Bila belum puas dengan contoh berpikir komputasional berbagai bidang tersebut, kamu bisa lanjut baca ke bagian berikutnya, ya!

Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang

Untuk lebih bisa memahami satu hal, maka contoh selalu bisa membantu. Berikut ini beberapa contoh berpikir komputasional berbagai bidang:

1. Bidang Ekonomi

Contoh berpikir komputasional berbagai bidang yang pertama adalah pada ranah ekonomi.

Misal, sebuah perusahaan telah berkembang sehingga memiliki karyawan yang banyak namun kapasitas gedung sudah terlalu pas.

Dekomposisi: Dilakukan pencarian jumlah semua karyawan, prediksi penambahan karyawan dalam beberapa bulan ke depan, divisi apa yang bisa dilakukan perampingan, cari data divisi yang sering pergantian staf, dll.

Pengenalan pola: Melihat berbagai solusi dari kasus nyata perusahaan yang berkembang, melihat apakah pindah ke kantor lebih besar adalah solusi, melihat apakah pengadaan shift bisa jadi solusi, dll.

Abstraksi: Memilih solusi paling tepat yang bisa menjawab kebutuhan dari masalah yaitu pindah ke gedung kantor yang baru.

Algoritma: perusahaan mencari gedung kantor baru, melakukan survey, mengecek berbagai fasilitasnya, melihat kecocokan kantor dengan kebutuhan, perusahaan membuat jadwal pindahan bagi karyawan, karyawan melakukan packing, pindahan dilakukan, setting ulang ruangan di kantor baru, selesai.

2. Bidang Teknologi

Contoh berpikir komputasional berbagai bidang yang pertama adalah bidang teknologi. Misal, sebuah perusahaan mengalami serangan virus pada komputer para stafnya.

Dekomposisi: File disembunyikan, kapasitas harddisk tiba-tiba penuh, karyawan tidak bisa login ke komputer, ada penggandaan file, dll.

Pengenalan pola: komputer yang tersambung dengan internet secara langsung terkena oleh serangan virus.

Abstraksi: mengisolasi komputer yang terkena virus, melakukan pemindaian virus, update anti virus.

Algoritma: Komputer yang terkena diisolasi, memutuskan koneksi internet dari komputer tersebut, diinstall antivirus terbaru, diupdate antivirusnya, dilakukan pemindaian, pemindaian selesai, dan komputer bisa bergabung ke jaringan lagi.

3. Bidang Kreatif

Contoh computational thinking dalam bidang kreatif, misalnya seorang pencipta lagu tidak bisa bermain alat musik.

Dekomposisi: pencipta lagu tak pandai alat musik, pencipta lagu tak tahu nada, pencipta lagu perlu bantuan produser, pencipta lagu tak bisa bernyanyi dengan baik, pencipta lagu menulis dari lirik, pencipta lagu sulit mengerti tempo.

Pengenalan pola: penulis lagu akan lebih mudah menciptakan lagu bila bisa bermain minimal satu alat musik, pencipta lagu bisa menciptakan melodi dari imajinasinya, pencipta lagu bisa mengawali penciptaan dari lirik lalu ke melodi.

Abstraksi: pencipta lagu belajar satu alat musik populer, pencipta lagu bekerja dengan produser

Algoritma: pencipta lagu memilih satu alat musik, pencipta lagu belajar memainkan alat musik, pencipta lagu mengenal kunci-kunci dan nada, pencipta lagu mulai mengenal nada, pencipta lagu mulai menulis lagu dari nada terlebih dahulu.

4. Bidang Pendidikan

Contoh berpikir komputasional berbagai bidang yang keempat adalah bidang pendidikan. Misalnya, perpustakaan di satu sekolah grafik pengunjungnya tidak stabil.

Dekomposisi: koleksi buku sedikit, koleksi buku kurang update, petugas perpustakaan kurang ramah, pengkategorian buku tidak rapih, banyak buku yang hilang, tidak ada denda untuk kehilangan buku, peminjaman tanpa aturan batas waktu.

Pengenalan pola: pengunjung sebuah perpustakaan bertambah dengan koleksi buku baru, pengunjung sebuah perpustakaan bertambah dengan kegiatan menarik terjadwal di perpustakaan, pengunjung perpustakaan bertambah dengan desain yang estetik.

Abstraksi: grafik pengunjung stabil dengan diadakannya kegiatan menarik terjadwal di perpustakaan.

Algoritma: petugas membuat daftar kegiatan di perpustakaan, petugas membuat jadwalnya, petugas menempel jadwal kegiatan di depan perpustakaan, petugas menyiapkan kegiatan pertama, kegiatan pertama berlangsung, petugas melakukan evaluasi dari kegiatan pertama, petugas bersiap untuk kegiatan selanjutnya.

Itulah berbagai contoh dari pengimplementasian berpikir komputasional di berbagai bidang. 

Ciri-ciri dan Karakteristik Berpikir Komputasional

Computational thinking merupakan sebuah keahlian. Orang yang memiliki atau sudah mampu berpikir dengan proses komputasional akan memiliki ciri-ciri dan karakteristik seperti di bawah ini:

  1. Tidak hanya mampu mendapatkan informasi, namun juga mahir mengelompokkan informasi. Selain itu juga ahli melakukan analisa data yang telah didapat dengan tepat.
  2. Memiliki kemampuan dalam melakukan presentasi data dengan metode abstrak, memberikan model, demo atau simulasi.
  3. Mampu memformulasikan atau merumuskan masalah dan menyelesaikannya dengan bantuan berbagai perangkat digital seperti komputer, gadget, maupun telepon genggam.
  4. Individu dengan keahlian berpikir komputasional akan mampu melakukan generalisasi solusi masalah untuk berbagai masalah lain yang berbeda.
  5. Mampu melakukan penyusunan dan analisa dari solusi untuk suatu masalah mendetail hingga ke langkah atau prosedur yang tepat, efisien, dan efektif.

Demikianlah beberapa ciri-ciri dan karakteristik dari individu yang telah mampu menerapkan keahlian berpikir komputasional.

Bagi mereka satu masalah selalu bisa diselesaikan dengan berbagai metode, langkah terstruktur, dan solusi yang tepat.

Kesimpulan

Itulah beberapa contoh berpikir komputasional berbagai bidang. Ternyata memang benar adanya bahwa ilmu berpikir dari bidang komputerisasi bisa diimplementasikan dalam berbagai bidang. 

Penerapan berpikir komputasional sungguh bisa merubah mental para pelajar dalam menghadapi berbagai masalah baik dalam pelajaran di kelas maupun nanti di masa depan.

Semoga ulasan contoh berpikir komputasional berbagai bidang ini memberikanmu ilmu baru, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta