3 Contoh Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung pada Perusahaan
Bagi kamu yang saat ini bercita-cita untuk bekerja di sebuah perusahaan atau ingin mendirikan perusahaan sendiri, penting untuk mengetahui contoh dari biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung.
Contoh Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
Memahami pengertian sekaligus contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung menjadi salah satu hal yang mutlak bagi kelangsungan sebuah perusahaan ataupun bisnis.
Pada dasarnya, setiap perusahaan telah mengklasifikasikan atau mengelompokkan biaya langsung atau tidak langsung berdasarkan apa yang digunakan.
Baik itu untuk menghasilkan sebuah barang ataupun jasa. Sementara itu, biaya tenaga kerja langsung atau indirect labor cost merupakan biaya yang tidak bisa dihubungkan maupun dibebankan secara langsung dengan unit yang perusahan produksi.
Selain memahami apa saja contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung, kamu juga perlu mengetahui penjelasan mengenai tenaga kerja tidak langsung atau indirect labor.
Tenaga kerja tidak langsung merupakan tenaga kerja pegawai yang tidak terlibat secara langsung dalam proses produksi.
Kemudian, tenaga kerja atau pegawai yang bisa dimasukkan ke dalam tenaga kerja tidak langsung ini, seperti karyawan yang bekerja dalam departemen pembantu.
Misalnya saja departemen-departemen pembangkit tenaga listrik, uap, bengkel hingga departemen gudang.
Kemudian, tenaga kerja tidak langsung lainnya, karyawan tertentu yang bekerja dalam sebuah departemen produksi, seperti kepala departemen produksi, mandor, hingga karyawan administrasi pabrik.
Sama seperti contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebelumnya. Setidaknya, ada tiga contoh biaya tenaga kerja tidak langsung, berikut ini penjelasannya.
1. Biaya Tidak Terduga
Berbicara mengenai contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung, maka kamu akan menemukan biaya tidak terduga.
Biaya tidak terduga merupakan contoh biaya tenaga kerja tidak langsung yang disiapkan perusahaan untuk karyawan karena kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Biaya tidak terduga ini umumnya bisa perusahaan perkirakan sendiri. Kisaran biaya tidak terduga antara 0,5 hingga 5% dari biaya total proyek.
Selain itu, contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti ketidakpastian objektif hingga terjadinya kesalahan.
Ketidakpastian objektif ini, merupakan ketidakpastian yang perusahaan perlukan atau tidaknya suatu pekerjaan. Biasanya, hal ini ditentukan oleh objek di luar kemampuan manusia.
Misalnya saja, tenaga kerja yang tidak bisa melakukan pemasangan sheet pile untuk pondasi yang ditentukan oleh tinggi rendahnya permukaan air tanah.
Kemudian, faktor yang mempengaruhi contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung ini adalah terjadinya kesalahan.
Kesalahan yang mungkin saja terjadi, tenaga kerja, karyawan, atau buruh yang melakukan sebuah kesalahan dalam suatu pekerjaan tertentu.
2. Biaya Overhead
Contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung yang tak kalah penting, yakni biaya overhead.
Biaya overhead merupakan contoh biaya tenaga kerja tidak langsung yang bisa kamu sebut sebagai manufacturing overhead cost.
Biaya overhead adalah biaya produksi yang tidak masuk ke dalam biaya bahan baku dan juga biaya tenaga kerja secara langsung.
Contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung ini juga berkaitan dengan departemen-departemen lain di luar departemen produksi.
Sehingga, semua biaya yang terjadi dalam departemen pembantu tersebut, termasuk ke dalam biaya tenaga kerjanya. Dengan begitu, bisa kamu kategorikan sebagai biaya overhead pabrik.
Contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung ini terdiri dari beberapa jenis. Salah satunya yang paling sering terjadi yakni biaya variabel.
Biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya selalu berubah-ubah sesuai dengan hasil produksi.
Bila perusahaan tersebut memiliki hasil produksi yang lebih besar, maka akan semakin besar pula biaya variabelnya.
Sebagai contoh, semakin banyak jumlah produk yang perusahaan hasilnya, upah tenaga kerja bisa semakin besar.
3. Profit atau Bonus
Profit atau bonus termasuk ke dalam salah satu contoh biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Selain tiu, profit atau bonus ini merupakan semua hasil yang perusahaan dapatkan dari sebuah proyek.
Bonus ini tidak sama dengan gaji, pasalnya dalam profit atau bonus terdiri atas usaha, keahlian, dan faktor lainnya.
Sebagai contoh, jika tenaga kerja memiliki keahlian khusus, maka upah kerjanya bisa semakin banyak, dan begitu pula sebaliknya.
Halaman:

