Advertisement
Source : disdikbud.acehtengahkab.go.id

Contoh Biografi Ki Hajar Dewantara Lengkap dari Lahir Sampai Wafat

Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberi kamu informasi tentang biografi lengkap tentang Ki Hajar Dewantara. Yuk, cek selengkapnya dalam artikel berikut!

27 Maret 2024 Zuly Kristanto

Tulisan Ki Hajar Dewantara ini membuat pihak kolonial Belanda merasa berang. Selain itu dalam tulisannya kali ini pihak kolonial Belanda menganggap tulisan Ki Hajar Dewantara berbeda dari biasanya.

Sehingga, pihak kolonial Belanda menganggap ada sosok lain yang memiliki campur tangan dalam lahirnya tulisan tersebut.

Sejumlah pejabat Belanda menganggap bahwa dua rekan Ki Hajar Dewantara yakni Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo terlibat.

Akibat dari tulisan itu Ki Hajar Dewantara dan kedua rekannya diasingkan ke Belanda pada kisaran tahun 1913.

Selama dalam pengasingan Ki Hajar Dewantara aktif melakukan kegiatan organisasi bersama para pelajar Indonesia yang berada di Belanda.

Selain mendirikan kantor berita Indonesia di Belanda.

Ki Hajar Dewantara juga mulai terpikat dengan beberapa tokoh pendidikan Barat yang kemudian dijadikannya dasar dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.

Contoh Teks Biografi RA Kartini beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaannya Lengkap

Awal Pendirian Taman Siswa

Ki Hajar Dewantara pulang ke Indonesia di tahun 1919. Sepulang dari pengasingan Ki Hajar Dewantara kemudian bergabung dengan sekolah yang dibina saudaranya sendiri.

Pengalamannya mengajar di Belanda digunakannya sebagai landasan dalam menciptakan cara mengajarnya sendiri.

Selama mengajar di sekolah binaan saudaranya inilah muncul cita-cita Ki Hajar Dewantara untuk mendirikan sebuah sekolah yang telah lama dicita-citakannya.

Pada tanggal 3 Juli 1922, usia Ki Hajar Dewantara tepat 40 tahun dalam perhitungan jawa. Bertepatan dengan itu Ki Hajar Dewantara menanggalkan namanya yang lama.

Gelar kebangsawanannya tidak digunakannya lagi. Hal ini dikarenakan Ki Hajar Dewantara lebih dekat dengan rakyat.

Selain mengganti nama, Ki Hajar Dewantara juga mendirikan sekolah yang bernama Taman Siswa di Yogyakarta.

Sekolah yang didirikan Ki Hajar Dewantara ini memiliki tiga semboyan yakni ing ngarso sung tuladha (Di depan memberi contoh), ing madya mangun karsa (Di tengah memberi semangat), Tut wuri handayani, (Di belakang memberi dorongan).

Taman Siswa didirikan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi kaum pribumi. Berkat adanya Taman Siswa tingkat buta huruf yang ada di masyarakat dapat sedikit berkurang.

Selain ajarannya di bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara juga meninggalkan pesan yang sangat balk diteladani.

Pesan tersebut kini dapat dilihat pada Museum Sumpah Pemuda di JI. Kramat Raya, Jakarta. “Aku hanya orang biasa yang Bekerja untuk bangsa lndonesia dengan cara Indonesia.

Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara.

Halaman:

Advertisement