15 Contoh Cara Menghitung Rasio Keuangan dan Pembahasannya Lengkap
Masih bingung bagaimana cara menghitung rasio keuangan? Yuk, simak penjelasan mudah di artikel berikut ini!
- Rasio keuangan memberi gambaran kinerja perusahaan yang lebih mendalam—meliputi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi—sehingga bisa mendeteksi potensi masalah yang tidak terlihat hanya dari laba/rugi.
- Ada 15 contoh perhitungan rasio seperti cash ratio, quick ratio, current ratio, cash turnover, inventory turnover, TATO, TIE, DSO, CCC, dan lainnya.
- Hasil rasio berguna untuk pengambilan keputusan bisnis (evaluasi kinerja, pengajuan pinjaman, menarik investor) dan dilengkapi tautan sumber serta panduan lanjutan untuk belajar lebih jauh.
Dalam dunia bisnis, laporan keuangan kerap menjadi bahan utama untuk mengambil keputusan penting. Mulai dari evaluasi kinerja, pengajuan pinjaman, hingga menarik minat investor.
Oleh karena itu, diperlukan cara tertentu agar data keuangan bisa dipahami dengan lebih sederhana dan relevan dengan kondisi perusahaan.
Di artikel ini, Mamikos telah menyusun berbagai contoh cara menghitung rasio keuangan dan pembahasannya yang mudah untuk dipelajari. 🧮📖✨
Menghitung Rasio Keuangan

Menilai kesehatan finansial sebuah perusahaan tidak bisa hanya bertumpu pada besar kecilnya laba atau rugi. Meski laba kerap dijadikan tolok ukur utama, angka ini belum cukup untuk menjelaskan kondisi bisnis secara keseluruhan.
Di sinilah rasio keuangan berperan sebagai alat bantu analisis yang memberi gambaran lebih dalam tentang kinerja perusahaan.
Rasio keuangan digunakan untuk membandingkan pos-pos tertentu dalam jenis laporan keuangan. Tujuannya untuk memudahkan investor, kreditor, maupun manajemen dalam membaca efisiensi operasional, kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, hingga tingkat keuntungan yang dihasilkan.
Melalui rasio ini, potensi masalah keuangan dapat dikenali lebih awal, termasuk apakah pengelolaan aset sudah berjalan optimal atau justru menimbulkan risiko di kemudian hari.
Nah, agar lebih mudah dipahami, yuk, pelajari 15 contoh cara menghitung rasio keuangan dan pembahasannya secara lengkap. Termasuk berbagai aspek penting dalam analisis keuangan perusahaan, mulai dari likuiditas, solvabilitas, hingga profitabilitas.
Contoh Cara Menghitung Rasio Keuangan dan Pembahasannya
1. Sebuah perusahaan manufaktur menyajikan laporan keuangan dengan data sebagai berikut:
- Kas dan setara kas: Rp128.540.000.000
- Total kewajiban jangka pendek: Rp512.160.000.000
Berdasarkan data tersebut, tentukan rasio kas yang dimiliki perusahaan.
Pembahasan:
Rasio kas digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan kas perusahaan dalam menutup kewajiban jangka pendeknya.
Rumus Rasio Kas:
Rasio Kas = Kas dan Setara Kas / Utang Lancar
Perhitungan:
Rasio Kas = 128.540.000.000 / 512.160.000.000
Rasio Kas = 0,251
Kesimpulan:
Nilai rasio kas perusahaan adalah 0,251 atau 25,1%. Artinya, kas yang tersedia saat ini hanya mampu menutupi sekitar 25,1% dari total utang lancar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan belum sepenuhnya likuid jika hanya mengandalkan kas, sehingga perlu dukungan dari aset lancar lainnya untuk melunasi kewajiban jangka pendek.
2. Perusahaan Y memiliki laporan keuangan dengan informasi sebagai berikut:
- Total aset lancar: Rp1.320.850.000.000
- Persediaan: Rp345.270.000.000
- Total utang lancar: Rp475.300.000.000
Hitunglah rasio cepat perusahaan Y berdasarkan data tersebut.
Pembahasan:
Rasio cepat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, karena persediaan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicairkan menjadi kas.
Rumus Rasio Cepat:
Rasio Cepat = (Aset Lancar − Persediaan) / Utang Lancar
Perhitungan:
Rasio Cepat = (1.320.850.000.000 − 345.270.000.000) / 475.300.000.000
Rasio Cepat = 975.580.000.000 / 475.300.000.000
Rasio Cepat = 2,05
Kesimpulan:
Nilai rasio cepat perusahaan Y sebesar 2,05 kali. Ini berarti setiap Rp1 kewajiban jangka pendek dijamin oleh Rp2,05 aset lancar selain persediaan. Rasio ini menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan tergolong sangat baik, karena perusahaan mampu melunasi utang lancarnya tanpa harus menjual persediaan.
3. Sebuah perusahaan dagang melaporkan kondisi keuangan sebagai berikut:
- Total aset lancar: Rp1.280.750.000.000
- Total utang lancar: Rp450.260.000.000
Berdasarkan data tersebut, tentukan rasio lancar perusahaan.
Pembahasan:
Rasio lancar digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan seluruh aset lancarnya.
Rumus Rasio Lancar:
Rasio Lancar = Total Aset Lancar / Total Utang Lancar
Perhitungan:
Rasio Lancar = 1.280.750.000.000 / 450.260.000.000
Rasio Lancar = 2,84
Kesimpulan:
Nilai rasio lancar perusahaan adalah 2,84 kali. Artinya, setiap Rp1 utang lancar dijamin oleh Rp2,84 aset lancar. Angka ini menunjukkan bahwa kondisi likuiditas perusahaan tergolong baik, karena perusahaan memiliki aset lancar yang cukup besar untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya.
4. Berdasarkan laporan arus kas dan laporan laba rugi suatu perusahaan, diperoleh data berikut:
- Kas awal tahun: Rp72.480.000.000
- Kas akhir tahun: Rp118.920.000.000
- Penjualan bersih selama satu tahun: Rp3.980.450.000.000
Hitunglah rasio perputaran kas perusahaan tersebut.
Pembahasan:
Langkah pertama adalah menghitung rata-rata kas.
Rumus Rata-Rata Kas:
Rata-Rata Kas = (Kas Awal Tahun + Kas Akhir Tahun) / 2
Perhitungan:
Rata-Rata Kas = (72.480.000.000 + 118.920.000.000) / 2
Rata-Rata Kas = 191.400.000.000 / 2
Rata-Rata Kas = 95.700.000.000
Setelah itu, hitung rasio perputaran kas.
Rumus Rasio Perputaran Kas:
Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih / Rata-Rata Kas
Perhitungan:
Rasio Perputaran Kas = 3.980.450.000.000 / 95.700.000.000
Rasio Perputaran Kas = 41,59
Kesimpulan:
Rasio perputaran kas perusahaan sebesar 41,59 kali. Artinya, selama satu tahun, kas perusahaan berputar sekitar 41 kali melalui aktivitas penjualan. Nilai ini menandakan bahwa proses konversi aset lancar menjadi kas berlangsung cukup cepat dan efisien.
5. Sebuah perusahaan memiliki data keuangan sebagai berikut:
- Total aset lancar: Rp1.420.600.000.000
- Persediaan: Rp395.800.000.000
- Total utang lancar: Rp520.450.000.000
Berdasarkan data tersebut, tentukan rasio persediaan modal kerja bersih.
Pembahasan:
Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar porsi persediaan dalam modal kerja bersih perusahaan.
Rumus Rasio Persediaan Modal Kerja Bersih:
Rasio = Persediaan / (Total Aset Lancar − Total Utang Lancar)
Perhitungan:
Modal Kerja Bersih = 1.420.600.000.000 − 520.450.000.000
Modal Kerja Bersih = 900.150.000.000
Rasio Persediaan Modal Kerja Bersih = 395.800.000.000 / 900.150.000.000
Rasio = 0,44
Kesimpulan:
Nilai rasio persediaan modal kerja bersih sebesar 0,44 atau 44%. Maka 44% dari modal kerja bersih perusahaan tertanam dalam bentuk persediaan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dana operasional perusahaan masih berbentuk stok barang, sehingga pengelolaan persediaan perlu diperhatikan agar tidak mengganggu likuiditas.
6. Sebuah perusahaan distribusi mencatat data keuangan berikut:
• Total aset lancar: Rp965.420.000.000
• Total utang lancar: Rp372.150.000.000
Berdasarkan informasi tersebut, hitung rasio lancar perusahaan.
Pembahasan:
Rasio lancar digunakan untuk melihat sejauh mana aset lancar yang dimiliki perusahaan mampu menutup kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi.
Rumus Rasio Lancar:
Rasio Lancar = Total Aset Lancar / Total Utang Lancar
Perhitungan:
Rasio Lancar = 965.420.000.000 / 372.150.000.000
Rasio Lancar = 2,59
Kesimpulan:
Rasio lancar perusahaan sebesar 2,59 kali. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp1 utang lancar didukung oleh Rp2,59 aset lancar. Dengan nilai tersebut, perusahaan berada pada kondisi likuid yang relatif aman dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
7. Berdasarkan laporan keuangan tahunan sebuah perusahaan, diperoleh data sebagai berikut:
• Kas awal periode: Rp64.350.000.000
• Kas akhir periode: Rp102.870.000.000
• Penjualan bersih selama satu tahun: Rp3.245.680.000.000
Hitung rasio perputaran kas perusahaan tersebut.
Pembahasan:
Langkah pertama adalah menentukan rata-rata kas yang digunakan perusahaan selama satu periode.
Rumus Rata-Rata Kas:
Rata-Rata Kas = (Kas Awal Periode + Kas Akhir Periode) / 2
Perhitungan:
Rata-Rata Kas = (64.350.000.000 + 102.870.000.000) / 2
Rata-Rata Kas = 167.220.000.000 / 2
Rata-Rata Kas = 83.610.000.000
Selanjutnya, rasio perputaran kas dihitung dengan membandingkan penjualan bersih terhadap rata-rata kas.
Rumus Rasio Perputaran Kas:
Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih / Rata-Rata Kas
Perhitungan:
Rasio Perputaran Kas = 3.245.680.000.000 / 83.610.000.000
Rasio Perputaran Kas = 38,82
Kesimpulan:
Rasio perputaran kas sebesar 38,82 kali menunjukkan bahwa kas perusahaan mengalami perputaran yang relatif cepat sepanjang tahun. Hal ini mencerminkan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan kas untuk mendukung aktivitas penjualan dan operasional.
8. Suatu perusahaan mencatat posisi keuangan dengan rincian berikut:
• Total aset lancar: Rp1.365.920.000.000
• Persediaan: Rp318.450.000.000
• Total kewajiban jangka pendek: Rp487.300.000.000
Berdasarkan data tersebut, hitung rasio persediaan terhadap modal kerja bersih perusahaan.
Pembahasan:
Rasio persediaan terhadap modal kerja bersih digunakan untuk mengetahui seberapa besar dana operasional perusahaan yang tertahan dalam bentuk persediaan dibandingkan dengan modal kerja bersih yang tersedia.
Rumus Rasio Persediaan Modal Kerja Bersih:
Rasio = Persediaan / (Total Aset Lancar − Total Utang Lancar)
Perhitungan:
Modal Kerja Bersih = 1.365.920.000.000 − 487.300.000.000
Modal Kerja Bersih = 878.620.000.000
Rasio Persediaan Modal Kerja Bersih = 318.450.000.000 / 878.620.000.000
Rasio = 0,36
Kesimpulan:
Nilai rasio persediaan modal kerja bersih sebesar 0,36 atau 36%. Artinya, sekitar 36% dari modal kerja bersih perusahaan digunakan untuk membiayai persediaan.
Kondisi ini menunjukkan struktur modal kerja yang relatif sehat, karena porsi dana yang tertanam dalam stok masih berada pada tingkat yang wajar dan tidak terlalu membebani likuiditas.
9. Sebuah perusahaan ritel memiliki data keuangan sebagai berikut:
- Harga pokok penjualan (HPP): Rp1.560.000.000.000
- Rata-rata persediaan: Rp260.000.000.000
Berdasarkan data tersebut, hitunglah rasio perputaran persediaan perusahaan.
Pembahasan:
Rasio perputaran persediaan digunakan untuk mengukur seberapa cepat persediaan berputar atau terjual dalam satu periode.
Rumus Perputaran Persediaan:
Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan / Rata-Rata Persediaan
Perhitungan:
Perputaran Persediaan = 1.560.000.000.000 / 260.000.000.000
Perputaran Persediaan = 6
Kesimpulan:
Nilai perputaran persediaan perusahaan adalah 6 kali. Nilai tersebut memperlihatkan selama satu tahun persediaan perusahaan berputar sebanyak 6 kali. Semakin tinggi rasio ini, semakin efisien perusahaan dalam mengelola stok barang agar tidak terlalu lama tersimpan di gudang.
10. Suatu perusahaan memiliki laporan keuangan dengan data sebagai berikut:
- Penjualan bersih: Rp3.250.000.000.000
- Total aset: Rp2.600.000.000.000
Hitunglah Total Asset Turnover (TATO) perusahaan tersebut.
Pembahasan:
Total Asset Turnover digunakan untuk menilai efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aset untuk menghasilkan penjualan.
Rumus TATO:
Total Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aset
Perhitungan:
TATO = 3.250.000.000.000 / 2.600.000.000.000
TATO = 1,25
Kesimpulan:
Nilai Total Asset Turnover perusahaan sebesar 1,25 kali. Sehingga, setiap Rp1 aset mampu menghasilkan penjualan sebesar Rp1,25. Rasio ini menunjukkan bahwa pemanfaatan aset perusahaan tergolong cukup efisien dalam mendukung aktivitas operasional.
11. Sebuah perusahaan grosir mencatat informasi keuangan berikut selama satu periode:
• Harga pokok penjualan (HPP): Rp1.845.000.000.000
• Rata-rata persediaan: Rp315.000.000.000
Berdasarkan data tersebut, hitung rasio perputaran persediaan perusahaan.
Pembahasan:
Rasio perputaran persediaan digunakan untuk mengetahui seberapa efektif perusahaan dalam mengelola stok barang hingga akhirnya terjual kepada konsumen.
Rumus Perputaran Persediaan:
Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan / Rata-Rata Persediaan
Perhitungan:
Perputaran Persediaan = 1.845.000.000.000 / 315.000.000.000
Perputaran Persediaan = 5,86
Kesimpulan:
Nilai perputaran persediaan perusahaan sebesar 5,86 kali. Artinya, sepanjang satu tahun, persediaan berhasil berputar hampir enam kali. Hal ini menunjukkan bahwa proses penjualan dan pengelolaan stok berjalan cukup efisien, sehingga risiko penumpukan barang di gudang dapat ditekan.
12. Sebuah perusahaan jasa melaporkan kinerja keuangan sebagai berikut:
• Penjualan bersih selama satu tahun: Rp4.080.000.000.000
• Total aset perusahaan: Rp3.200.000.000.000
Berdasarkan data tersebut, hitung Total Asset Turnover (TATO) perusahaan.
Pembahasan:
Total Asset Turnover digunakan untuk melihat seberapa optimal seluruh aset perusahaan dimanfaatkan dalam menghasilkan pendapatan dari aktivitas operasional.
Rumus Total Asset Turnover:
Total Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aset
Perhitungan:
TATO = 4.080.000.000.000 / 3.200.000.000.000
TATO = 1,28
Kesimpulan:
Nilai Total Asset Turnover perusahaan sebesar 1,28 kali. Artinya, setiap Rp1 aset yang dimiliki mampu menghasilkan penjualan sebesar Rp1,28. Rasio ini mencerminkan bahwa penggunaan aset perusahaan sudah berjalan cukup efektif dalam mendukung kinerja operasional.
13. Sebuah perusahaan pembiayaan mencatat kinerja keuangan sebagai berikut:
- Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT): Rp560.000.000.000
- Beban bunga selama satu tahun: Rp140.000.000.000
Berdasarkan data tersebut, tentukan Times Interest Earned (TIE) perusahaan.
Pembahasan:
Rasio Times Interest Earned digunakan untuk menilai seberapa kuat kemampuan perusahaan dalam membayar beban bunga dari laba operasionalnya.
Perhitungan:
TIE = Laba Sebelum Bunga dan Pajak / Beban Bunga
TIE = 560.000.000.000 / 140.000.000.000
TIE = 4
Kesimpulan:
Nilai TIE sebesar 4 kali menunjukkan bahwa laba operasional perusahaan mampu menutup beban bunga sebanyak empat kali. Kondisi ini menandakan struktur pendanaan perusahaan relatif aman dari risiko gagal bayar bunga.
14. Sebuah perusahaan distribusi memiliki data berikut:
- Penjualan kredit selama satu tahun: Rp2.160.000.000.000
- Rata-rata piutang usaha: Rp180.000.000.000
Hitunglah rata-rata periode penagihan piutang (Average Collection Period) perusahaan.
Pembahasan:
Langkah pertama adalah menghitung perputaran piutang.
Perputaran Piutang = Penjualan Kredit / Rata-Rata Piutang
Perputaran Piutang = 2.160.000.000.000 / 180.000.000.000
Perputaran Piutang = 12 kali
Selanjutnya, hitung periode penagihan.
Average Collection Period = 360 / Perputaran Piutang
Average Collection Period = 360 / 12
Average Collection Period = 30 hari
Kesimpulan:
Rata-rata periode penagihan piutang perusahaan adalah 30 hari.
Artinya, perusahaan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mengubah piutang menjadi kas. Semakin singkat periode ini, semakin sehat arus kas perusahaan.
15. Sebuah perusahaan perdagangan memiliki informasi keuangan berikut:
- Days Inventory Outstanding (DIO): 55 hari
- Days Sales Outstanding (DSO): 32 hari
- Days Payable Outstanding (DPO): 40 hari
Berdasarkan data tersebut, tentukan Cash Conversion Cycle (CCC) perusahaan.
Pembahasan:
Cash Conversion Cycle menunjukkan lamanya waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah pengeluaran kas menjadi penerimaan kas kembali.
Perhitungan:
CCC = DIO + DSO − DPO
CCC = 55 + 32 − 40
CCC = 47 hari
Kesimpulan:
Nilai Cash Conversion Cycle sebesar 47 hari berarti perusahaan membutuhkan waktu 47 hari sejak kas dikeluarkan untuk operasional hingga kas kembali diterima dari pelanggan. Semakin pendek siklus ini, semakin efisien pengelolaan modal kerja perusahaan.
Penutup
Itulah tadi 15 contoh cara menghitung rasio keuangan dan pembahasannya yang bisa dipelajari di rumah. Selanjutnya, kalau kamu masih mencari materi terkait rasio keuangan, jangan lupa mampir ke blog Mamikos! 🌻
Referensi:
5 Contoh Soal Rasio Keuangan dan Kunci Jawabannya [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/kabar-harian/5-contoh-soal-rasio-keuangan-dan-kunci-jawabannya-1yLvD35QkNV
Cara Menghitung Rasio Keuangan Perusahaan dengan Accurate Online [Daring]. Tautan: https://accurate.id/tips-tutorial/cara-hitung-rasio-keuangan-di-accurate/
Cara Menghitung Rasio Keuangan: Panduan Lengkap untuk Analisis Finansial [Daring]. Tautan: Cara Menghitung Rasio Keuangan: Panduan Lengkap untuk Analisis Finansial
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




