Contoh Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi Singkat Dilengkapi Strukturnya
Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi berfungsi sebagai media rekreasi, edukasi, inspirasi, instruksi. Misalnya biografi, catatan sejarah, novel, legenda.
Jenis-jenis Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah yang banyak kita jumpai terdiri dari dua jenis, yaitu fiksi dan non fiksi. Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi dapat dibedakan menjadi sub-sub kelompok.
Untuk memahami lebih dalam, simak penjelasan berikut.
1. Cerita Sejarah Fiksi
Sesuai namanya, jenis karangan cerita sejarah ini bersifat fiktif, rekaan, dan tidak sepenuhnya berdasarkan fakta-fakta kejadian. Sebagian peristiwa yang tergambar di dalamnya didasarkan pada kejadian riil.Â
Sedangkan sebagian lainnya adalah rekaan penulis, misalnya adanya karakter fiktif hasil karangan sendiri. Karangan fiksi identik dengan karangan imajinatif yang membangkitkan daya khayal pembaca.Â
Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, untuk jenis fiksi terdapat beberapa macam karangan, diantaranya:
- Novel, yaitu karangan fiksi prosa yang ditulis secara imajinatif dan naratif. Biasanya dalam bentuk buku yang tebalnya bisa mencapai ratusan halaman. Salah satu novel sejarah terkenal Indonesia adalah Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer.Â
- Cerpen, yaitu karangan cerita pendek berbentuk prosa naratif. Cerpen diceritakan secara padat dan langsung ke tujuan. Karangan ini relatif pendek dengan jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata.
- Legenda, adalah contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi dalam bentuk prosa. Sebagian masyarakat mempercayai bahwa legenda adalah cerita yang benar-benar terjadi.Â
Legenda yang berkembang di masyarakat kebanyakan disebarkan secara tradisional, yaitu dari mulut ke mulut. Contoh legenda yaitu asal usul Tangkuban Perahu, asal usul Danau Toba, dan sebagainya.Â
- Roman, merupakan jenis karya sastra fiksi yang berbentuk prosa naratif. Yang membedakan roman dengan karya sastra lainnya yaitu berisi kisah percintaan antara karakter dalam cerita.
2. Cerita Sejarah Non Fiksi
Adapun contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, jenis non fiksi didefinisikan sebagai teks yang ditulis berdasarkan fakta kejadian sebagaimana adanya.
Teks sejarah non fiksi tidak mengandung rekaan penulis seperti pada karangan fiksi.Â
Cerita sejarah non fiksi murni menceritakan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lalu tanpa dibumbui narasi imajinatif.
Penulis berangkat dari fakta-fakta sejarah sehingga jenis tulisan ini lebih menekankan pada peristiwa, bukan menonjolkan penceritaan.
Seperti halnya historical fiction, karangan jenis ini juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu:
- Biografi, yaitu teks yang menceritakan sejarah kehidupan seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain. Misalnya biografi Gus Dur yang ditulis oleh Greg Barton, dan sebagainya.Â
- Autobiografi, yaitu teks sejarah hidup seorang tokoh yang ditulis sendiri oleh tokoh tersebut. Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi jenis teks autobiografi misalnya autobiografi Mahatma Gandhi, autobiografi Alex Ferguson, dan sebagainya.Â
- Cerita perjalanan, adalah teks yang menceritakan peristiwa-peristiwa selama melakukan perjalanan. Contoh karangan cerita perjalanan misalnya buku The Naked Traveler karya Trinity, Titik Nol Makna Sebuah Perjalanan karya Agustinus Wibowo.Â
- Catatan sejarah, yaitu teks yang berisi peristiwa masa lalu berdasarkan fakta yang nantinya menjadi latar belakang hal bersejarah. Misalnya buku Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie, Hari-Hari Terakhir Che Guevara, dan sebagainya.
Perbedaan Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi
Setelah membaca penjelasan mengenai jenis-jenis teks ini, kamu tentu mengetahui bahwa terdapat sejumlah perbedaan antara contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, diantaranya:
- Teks sejarah non fiksi menceritakan peristiwa-peristiwa maupun tokoh-tokoh sebenarnya secara murni, tidak mengandung rekaan sama sekali. Sedangkan, jenis fiksi mengandung sedikit rekaan imajinatif dengan tujuan menambah daya tarik ceritanya.Â
- Judul pada teks non fiksi sifatnya lebih eksplisit yang memberikan penjelasan secara gamblang kepada pembaca. Sedangkan, judul pada teks fiksi seperti pada novel, roman, atau cerpen sifatnya cenderung implisit.
- Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi juga berbeda dalam isi orientasi. Pada teks non fiksi, orientasi berisi pengantar, tujuan, dan pendahuluan. Sedangkan pada tulisan fiksi, bagian orientasi lebih menekankan kepada pengenalan tokoh serta latar cerita.Â
- Pengembangan teks sejarah non fiksi menerapkan pendekatan gradual yang berangsur-angsur, sementara pengembangan cerita historical fiction menerapkan pendekatan yang lebih bersifat hierarkis.Â
- Teks jenis non fiksi ditutup dengan kesimpulan, biasanya berisi pandangan atau komentar penulis tentang objek yang dibahas. Sedangkan pada jenis teks fiksi, bagian reorientasi berisi resolusi, yakni penyelesaian konflik.Â
- Teks non fiksi menekankan pada penjelasan peristiwa di masa lalu secara kronologis dengan runtut. Sedangkan, teks fiksi lebih menonjolkan unsur penceritaan.
Cara Membuat Cerita Fiksi Sejarah
Setelah memahami perbedaan contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, selanjutnya kamu perlu memperhatikan bagaimana cara menuliskannya. Jika kamu tertarik membuat novel sejarah, simak tips berikut ini.
1. Perhatikan Strukturnya
Ada sedikit perbedaan antara struktur penulisan teks sejarah non fiksi dan fiksi. Jika pada teks non fiksi strukturnya adalah orientasi, urutan peristiwa, reorientasi, maka struktur untuk teks fiksi yaitu:
- Orientasi, berisi pengenalan karakter (tokoh), latar waktu, tempat, sudut pandang.Â
- Pengungkapan peristiwa, yaitu bagian yang menceritakan peristiwa yang kemudian menimbulkan suatu konflik.Â
- Rising action, pada contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, ini adalah bagian dimana konflik semakin meningkat, intensif, dan rumit.Â
- Komplikasi, adalah bagian dimana konflik semakin memuncak sampai pada tahap klimaks.Â
- Resolusi, yakni bagian penyelesaian yang juga menjadi akhir cerita.
- Kembangkan Konsep Cerita
Peristiwa bersejarah menjadi sumber inspirasi penting untuk mengembangkan konsep cerita.
Untuk mengembangkan konsep contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi khususnya jenis fiksi, ada beberapa pendekatan yang bisa kamu terapkan, antara lain:
- Menceritakan kisah nyata namun dalam versi fiksinya. Tujuannya untuk mengeksplorasi peristiwa nyata dan tokoh sejarah yang menekankan pada akurasinya.Â
- Menceritakan kisah nyata sebenar-benarnya tanpa memalsukan kunci sejarah. Kamu bisa memanfaatkan celah-celah dalam catatan histori untuk menambahkan detail-detail tambahan.Â
- Menggunakan kisah nyata sebagai latar belakang cerita fiksi.Â
- Menggunakan kisah nyata sebagai inspirasi untuk mengembangkan kreativitas. Misalnya dengan cara mendasarkan tokoh fiksi pada tokoh sungguhan, mengambil episode sejarah yang menarik, atau lainnya.Â
- Lakukan Riset
Setelah mendapatkan konsep contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi untuk novel kamu, langkah berikutnya adalah melakukan riset.
Pelajari sebanyak mungkin tentang peristiwa-peristiwa penting pada periode sejarah atau tokoh-tokoh yang ingin dimunculkan.Â
Halaman:
