Advertisement
Source : unsplash.com/thenathanaguirre

5 Contoh Cerpen tentang Bullying di Sekolah dan Lingkungan Rumah Singkat

Merupakan singkatan dari cerita pendek, cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Simak contoh cerpen bertemakan bullying di dalam artikel ini.

5 Oktober 2025 Bella Carla

4. Contoh Cerpen tentang Bullying karena Perbedaan Ekonomi

Judul: Seragam Kusam di Sudut Kelas

Namaku Rafi, siswa kelas sepuluh di SMA swasta terkenal di kota ini. Tapi jangan salah, aku bukan anak orang kaya seperti kebanyakan teman-temanku. Ayahku hanya seorang sopir angkot, dan ibuku menjual gorengan di depan rumah.

Seragamku tidak seputih milik teman-teman lain. Sepatuku sedikit robek di ujung, dan tasku sudah usang. Itu cukup untuk membuatku jadi sasaran ejekan.

Setiap hari, kelompok anak populer di kelas, terutama Reza, selalu punya bahan lelucon tentangku. “Fi, kamu nggak bosan pake tas itu terus? Ganti dong, biar matching sama sepatu bolongnya,” katanya disambut tawa.

Aku pura-pura tidak peduli, tapi setiap ucapan itu seperti pisau yang perlahan mengiris.

Suatu siang, saat pelajaran olahraga, aku lupa membawa sepatu ganti. Reza langsung berkomentar keras, “Wah, sepatu Rafi kayaknya bisa dijadiin museum nih!” Semua tertawa. Termasuk beberapa teman yang biasanya diam.

Aku tidak tahan. Setelah pulang sekolah, aku menangis di kamar. Aku sempat berpikir untuk berhenti sekolah. Tapi ketika melihat Ibu menghitung uang hasil jualan gorengan, aku sadar, aku tidak boleh menyerah.

Keesokan harinya, aku mencoba fokus belajar. Aku duduk paling depan dan mulai aktif bertanya. Lama-kelamaan, guru memperhatikan usahaku. Nilai-nilaiku naik drastis, bahkan aku menjadi salah satu siswa terbaik di kelas.

Bulan berikutnya, sekolah mengadakan lomba inovasi bisnis kecil. Aku mengusulkan ide jualan gorengan online dengan sistem pre-order. Awalnya ditertawakan Reza, tapi ideku justru menarik perhatian juri.

Aku menang. Hadiah yang kudapat sebesar dua juta rupiah. Aku tidak membelanjakannya untuk tas atau sepatu baru, tapi kuberikan pada Ibu untuk modal jualan. Guru bisnisku, Pak Andre, menulis namaku di papan kehormatan sekolah.

Kabar itu menyebar cepat. Reza mendatangiku di kantin, menatap dengan canggung. “Fi, gue… minta maaf ya. Selama ini gue nggak mikir sebelum ngomong.” Aku tersenyum, “Nggak apa-apa, Za. Kadang kita baru belajar menghargai setelah melihat orang lain berjuang.”

Kini, aku bukan lagi “anak miskin” yang jadi bahan ejekan. Aku adalah Rafi, siswa berprestasi yang belajar dari luka.

5. Contoh Cerpen tentang Bullying: Cyberbullying (Perundungan di Media Sosial)

Judul: Senyum di Balik Layar

Namaku Salsa, siswi kelas sebelas yang hobi membuat konten video. Awalnya, aku hanya membuat video lucu tentang keseharian di sekolah dan mengunggahnya ke TikTok. Dalam seminggu, akun-ku tiba-tiba viral—tapi bukan karena lucunya, melainkan karena ejekan.

Seseorang memotong videoku, menambahkan caption: “Anak alay sok lucu, padahal cringe.” Komentar bermunculan: “Ih norak banget,” “Bikin malu sekolah,” bahkan ada yang menulis, “Mending dia hilang aja dari sosmed.”

Aku syok. Malam itu aku menangis sejadi-jadinya. Teman-teman yang dulu sering komentar lucu di videoku kini ikut diam.

Hari-hariku berubah kelam. Aku takut membuka ponsel, takut ke sekolah, takut semua orang membicarakanku. Ibu melihatku murung dan bertanya, tapi aku hanya menjawab, “Nggak apa-apa, Bu.”

Suatu pagi, guru BK memanggilku. “Salsa, Ibu tahu kamu lagi banyak pikiran. Kamu nggak salah, Nak. Yang salah adalah mereka yang merasa berhak menghakimi.” Aku hanya mengangguk pelan.

Beberapa minggu kemudian, sekolah mengadakan seminar tentang cyberbullying. Aku duduk di barisan paling belakang. Tapi ketika pembicara meminta satu siswa berbagi pengalaman, entah mengapa tanganku terangkat sendiri.

Aku berdiri di depan aula dan mulai bercerita. Tentang betapa kejamnya dunia maya, tentang komentar yang tak pernah hilang dari layar, dan tentang rasa takut yang menghantui setiap kali notifikasi muncul.

Saat aku selesai berbicara, ruangan hening. Banyak siswa menunduk, mungkin merasa bersalah karena ikut menonton atau bahkan menertawakan.

Keesokan harinya, banyak DM masuk ke akunku—bukan ejekan, tapi permintaan maaf dan dukungan. “Maaf ya, Sal. Gue salah udah ikut ketawa.”

Aku perlahan kembali membuat video, tapi kali ini dengan pesan positif: tentang menghargai diri sendiri dan tidak takut jadi diri sendiri.

Penutup

Oke, itulah sedikit informasi seputar contoh cerpen tentang bullying di sekolah dan lingkungan rumah yang bisa Mamikos bagikan.

Bagaimana? Sekarang kamu sudah paham kan pengertian cerpen dan contohnya?

Buat kamu yang ingin mengulik informasi lainnya seputar cerpen, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.


Halaman:

Advertisement